Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khusnudzon Pada Amerika dan Lembaga Internasional, Parah!

Friday, February 07, 2025 | Friday, February 07, 2025 WIB

 

Oleh Pujiati

Aktivis Muslimah


Kita ikut merasakan gembira seperti yang dirasakan rakyat Palestina ketika mendengar kabar genjatan senjata dan pengakuan kekalahan pasukan zionis Israel yang disampaikan oleh kementrian pertahanan keamanan Israel, Ben-Gvir. Namun, seiring pula datang kabar mengejutkan bagi bangsa Indonesia dengan pesan terselubung melalui media Israel, The Times of Israel. Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang dibidik menjadi tempat merelokasi sebagian dari 2 juta warga Gaza. Hal ini dilaporkan oleh tim transisi Trump kepada media Israel tersebut. Sedangkan dari pihak Kementrian Luar Negeri Indonesia tidak pernah mendengarnya, justru akan menolak perihal tersebut jika terjadi. Bahkan Presiden Indonesia pun menyatakan bahwa warga Gaza, Palistina punya hak untuk merdeka di tanahnya sendiri.

Akhibatnya  wacana relokasi memunculkan perdebatan pro-kontra dikalangan kaum muslimin di tanah air. Seperti halnya dukungan dari Ketua Umum Barisan Kesatria Nusantara melalui salah satu channel youtube, menurutnya ini peluang untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia negara yang demokratis dan menjunjung nilai humanisme apalagi sesama saudara muslim. Atas nama perdamaian ia berharap agar semua pihak baik pemerintah dan kaum muslimin tidak boleh su’udzon (khusnudzon) dengan wacana alternatif ini dan  langkah pelobian kepada PBB segera memberikan sanksi bagi pihak yang curang pasca gencatan senjata.

Pemikiran pragmatis ini sangat tidak realistis, jangankan merelokasi 2 juta warga Gaza, Indonesia saja  keteteran merelokasi 2021 ribu jemaah haji, belum lagi program makan bergizi gratis (MBG) terancam terhenti karena minimnya anggaran, bahkan seandainya pun di tempatkan di IKN jelas itu belum layak untuk dihuni. Selain mustahil dilakukan yang pasti wacana itu jauh dari akar permasalahnya. 

Seharusnya cara berpikir yang holistic bagi seorang muslim dalam menghadapi kaum kafir harbi apalagi harus berkhusnudzon. Amerika  dan Israel beserta  sekutunya tergolong kaum kafir harbi yang jelas terang-terangan memusuhi dan memerangi kaum muslimin di Palistina. Maka wajib bagi kita kaum muslimin untuk angkat senjata memerangi mereka.

Namun, dukungan Ketua Umum BKN tersebut disanggah oleh Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI pusat menyebutkan beberapa fakta, historis dan data sebagai bukti analisis real tantangan Gaza kedepannya  sehingga ini bukan su’udzon belaka.  Yakni ada sekitar 3016 pembantaian, 46 ribu lebih warga Gaza meninggal, 100 ribu korban anak-anak dan perempuan serta banyak lagi yang terluka. Secara historis sepanjang sejarah banyak catatan pelanggaran gencatan senjata dilakukan oleh zionis Israel.  Ketidak berdayaan peran lembaga internasional baik PBB dan Makhkamah Internasional terbukti  tidak ada penangkapan langsung kepada Netanyahu meski surat penangkapan sudah dilayangkan.

Kekejaman zionis Israel  beserta mandulnya lembaga internasional adalah bukti tidak adanya solusi yang bisa diharapkan dari seluruh negeri di dunia ini. Apalagi kepada para  pemimpin negeri-negeri muslim yang terdekat seperti Mesir, Yordania, dan negara arab lainnya. Bentuk pengkhianatan  membiarkan musuh-musuh Allah memerangi saudara seakidahnya. Demi Triliuan mengalir ke negeri-negeri meraka tetapi ikatan akidah mereka gadaikan.

Berbeda pada masa Khalifah Umar mengirim pasukan pembebasan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid, dilanjutkan Amru bin Ash, dan Abu Ubaidah ra (16-17 H). Dan Sultan Shalahudin Al Ayyubi  berhasil merebut kembali  Baitulmaqdis dengan mengerahkan pasukannya yang kuat dan menakutkan untuk membebaskan Palistina (583 H).

Sedangkan Pakar Hukum Hubungan international UI pun menilai wacana relokasi terselubung ini merupakan sarkasme atau sindiran halus maupun penghinaan ditujukan kepada Indonesia yang selama ini paling getol membantu  Palestina. Dan tidak dapat dipungkiri lagi merelokasi adalah upaya halus  untuk mengusir warga Gaza agar zionis Israel mudah mencaplok  tanah Palestina.   

Meskipun gencatan senjata dengan 3 tahapan memberi ruang bagi warga Gaza Palistina, ini bukan sebuah solusi  permanen. Ibarat kembali ke titik 0 artinya warga Palistina butuh waktu untuk merekontruksi wilayahnya. Meskipun rakyat Gaza mampu membangun kembali wilayahnya, tapi adakah jaminan selama proses dan setelah  gencatan senjata  zionis Israel tidak akan kembali menyerang dan menghancurkannya. Sejak awal genjatan senjata zionis Israel sudah melakukan pelanggaran menewaskan  82 jiwa warga Gaza.  Karena zionis Israel tidak akan berhenti hingga menguasai seluruh tanah Palestina. Perlu kita ingat genjatan senjata tidak muncul karena belas kasihan, tetapi karena Amerika negara penyokong dana perang  zionis Israel sedang mengalami kerugian luar biasa pasca kebakaran di LA. Terlepas dari apa sumber penyebab kebakaran tersebut, tapi semua pasti ada campur tangan Allah SWT. 

Jika ada sebagian dari kaum muslimin berkhusnudzon pada musuh-musuh Allah maka, maka perlu dipertanyakan  akidahnya. Seberapa yakin ia pada berita-berita yang Allah firmankan seperti Q.S Muhammad ayat 7,  Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. Dan karakter musuh-musuh Allah tercantum pada  Q.S Al Baqarah ayat 100, “Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya?”.

Demikian pula Rasulullah mengingatkan dalam sebuah hadis yang intinya tidak akan terjadi kiamat sampai nanti waktu batu dan pohon berbicara lalu menunjukkan persembunyian yahudi  kepada orang-orang muslim kecuali pohon ghorqod.

Pelajaran yang bisa diambil dari perjuangan rakyat Palistina bahwa dengan sumber kekuatan akidah  Islam atau keimanan kepada Allah telah mampu melewati segala kesedihan, kehilangan dan kehancuran. Sekalipun mereka mati tempat kembali terbaik adalah surga. Keberanian menolong agama Allah telah menguatkan kedudukan dan kehormatan kaum muslimin Palistina walau seluruh negeri di dunia ini  berada di barisan musuh-musuh Allah. Atas izin Allah genjatan senjata menunjukkan kemenangan bagi penjuang-pejuang Palistina dan seluruh warga Gaza, Palistina.

Sangat dibutuhkan kesadaran dan kesatuan kaum muslimin akan pentingnya menguatkan akidahnya agar tak mudah goyah dengan tawaran-tawaran duniawi yang menggiurkan.  Dengan satunya  perasaan, satu pemikiran dan satu aturan yang sama mampu membangkitkan umat yaitu dengan cara menjadikan aturan Allah SWT diatas segala-galanya yaitu syariat Islam sebagai  hukum negara, inshaAllah  kehidupan umat akan terselimuti keberkahan dan rahmatanlilalamin.

Dan kesempatan bagi pemerintah Indonesia menjadi pelopor untuk menyeru kepada para penguasa negeri-negeri muslim bersatu  memberikan solusi permanen kepada rakyat Palistina. Tidak ada cara lain kecuali jihad dan bersatu dalam sebuah institusi yaitu Daulah khilafah Islamiyah.

Waallahuaalam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update