Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jihad dan Khilafah: Jalan Sejati Menuju Pembebasan Palestina dari Penjajahan Zionis

Friday, February 14, 2025 | Friday, February 14, 2025 WIB
Jihad dan Khilafah: Jalan Sejati Menuju Pembebasan Palestina dari Penjajahan Zionis

Oleh: Kanti Rahayu 

(Aliansi Penulis Rindu Islam)


Gencatan senjata Israel palestina telah diumumkan sejak 19 januari lalu. Hal ini juga ditandai dengan Lebih dari 46. 000 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat perang yang berlangsung antara Israel dan Hamas. Kementerian tersebut melaporkan bahwa total korban tewas mencapai 46.006, sementara 109. 378 lainnya mengalami luka-luka. Meskipun disebutkan bahwa perempuan dan anak-anak menyusun lebih dari separuh jumlah korban yang tewas, kementerian tidak merinci berapa banyak dari mereka yang merupakan pejuang atau warga sipil (MetroTV 10/1/2025).


Gencatan senjata selama enam minggu memang telah disepakati, menandai langkah penting dalam de-eskalasi konflik.  Perjanjian ini mensyaratkan Hamas membebaskan 33 tawanan Israel yang ditangkap pada 7 Oktober 2023, sebagai imbalan atas pembebasan 2000 tahanan Palestina oleh Israel.  Kondisi memprihatinkan para tahanan Palestina, termasuk laporan kelaparan, perkosaan, dan penyiksaan, telah menjadi perhatian internasional.


Palestina telah terus menjadi saksi yang hening atas keb brutalan Zionis Israel yang tak mengenal henti. Serangan-serangan brutal mereka ke Gaza merenggut ratusan nyawa, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak yang tak berdosa. Kejadian memilukan ini berulang kali terjadi, namun dunia seolah kehilangan kekuatan untuk menghadapi kezaliman ini. Dari PBB hingga negara-negara besar, yang nampak hanyalah seruan kecaman tanpa diikuti tindakan nyata. Malahan, negara-negara Muslim—yang seharusnya menjadi pelopor dalam membela Palestina—lebih banyak terjebak dalam retorika yang kosong, sekadar mencitrakan seolah-olah mendukung. Dialog demi dialog dan mediasi yang dilakukan tidak memberikan hasil yang berarti. Solusi yang selama ini ditawarkan oleh dunia internasional, termasuk konsep dua negara, malah menjadi alat legitimasi bagi penjajahan Zionis atas tanah suci umat Islam.


Solusi dua negara yang diusulkan oleh Barat sebenarnya tidak memberikan keadilan bagi rakyat Palestina. Sebaliknya, ini justru mencerminkan pengkhianatan terhadap tanah suci umat Islam. Dengan mengakui eksistensi Israel sebagai negara, solusi ini seolah menyetujui penguasaan tanah Palestina oleh Zionis. Rakyat Palestina tidak membutuhkan kompromi atau dialog yang hanya akan memperpanjang penderitaan mereka. Yang mereka perlukan adalah pembebasan total dari penjajahan Zionis. Dunia Islam harus menyadari bahwa solusi dua negara hanyalah sebuah ilusi yang menguntungkan musuh-musuh Islam, tanpa memberikan keadilan yang sesungguhnya bagi Palestina.


Islam menawarkan solusi yang tegas terhadap masalah penjajahan yang terjadi, yaitu melalui konsep jihad. Jihad merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk membebaskan saudara-saudara mereka yang tertindas. Dalam konteks Palestina, jihad lebih dari sekadar seruan moral; ia merupakan langkah strategis yang harus diambil untuk menghentikan penjajahan Zionis dan merebut kembali tanah suci dari kendali mereka. Jihad tidak bersifat individual; sebaliknya, harus menjadi kebijakan resmi yang diadopsi oleh negara-negara Muslim, dengan mengerahkan kekuatan militer untuk melawan Zionis. Dengan potensi militer yang dimiliki oleh negara-negara Muslim saat ini, jika mereka bersatu, kekuatan kolaboratif ini akan jauh melebihi kekuatan militer Israel. Namun sayangnya, banyak pemimpin Muslim lebih memilih untuk tunduk kepada kepentingan Barat dan mengabaikan tanggung jawab mereka dalam membela Palestina.


Namun, jihad semata tidaklah cukup tanpa adanya sebuah institusi yang dapat melindungi dan menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Dalam sejarah Islam, institusi tersebut adalah Khilafah. Khilafah bukan sekadar sebuah sistem pemerintahan, melainkan juga pelindung umat Islam yang mampu menghadapi para musuh. Di bawah naungan Khilafah, umat Islam memiliki kekuatan politik, militer, dan diplomasi yang terpusat, sehingga dapat memberikan perlindungan yang nyata bagi tanah suci dan umat yang tertindas. Hanya sistem islam yang memiliki kemampuan menyatukan negara-negara Muslim, memobilisasi kekuatan, dan secara efektif melawan penjajahan zionis.


Khilafah bukan hanya sekadar langkah untuk membebaskan Palestina, melainkan juga sebagai perisai bagi kaum Muslim yang tertindas di seluruh dunia, mulai dari Rohingya di Myanmar hingga Uyghur di Tiongkok. Dengan adanya Khilafah, umat Islam akan memiliki pelindung yang secara tulus mengutamakan kepentingan mereka, berbeda dengan kondisi saat ini yang seringkali dikuasai oleh kepentingan asing. Pendirian Khilafah merupakan suatu keharusan untuk menemukan solusi menyeluruh bagi penjajahan Zionis di Palestina. Khilafah akan menggerakkan jihad dengan kekuatan dan strategi yang terencana, bukan hanya sebagai respons sporadis, tetapi sebagai langkah politik yang sistematis dan berorientasi pada tujuan.


Namun, untuk mewujudkan jihad dan Khilafah, penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kesadarannya. Mereka perlu menyadari bahwa perjuangan Palestina merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan mereka sendiri. Oleh karena itu, dakwah yang sahih dan berbasis ideologi harus digalakkan untuk membangkitkan kesadaran umat tentang solusi sejati terhadap masalah ini. Kelompok dakwah Islam harus mengambil peran aktif dalam mengajak umat memahami akar permasalahan Palestina dan menjelaskan bagaimana Islam menawarkan solusi yang komprehensif. Metode dakwah ini seharusnya mengikuti teladan Rasulullah SAW, yaitu melalui penyadaran, pembinaan, dan perjuangan politik. Umat juga perlu diarahkan untuk mendorong para pemimpin Muslim agar melepaskan ketergantungan mereka pada Barat dan mulai melaksanakan tanggung jawab mereka dalam membela Palestina.


Penjajahan Zionis terhadap Palestina tidak akan pernah berakhir selama solusi yang ditawarkan tetap berakar pada usulan-usulan Barat yang tidak mendukung kepentingan rakyat Palestina. Sayangnya, dunia internasional dan berbagai lembaga global telah gagal memberikan solusi yang benar-benar berarti. Dalam konteks ini, Islam menawarkan pendekatan yang komprehensif dan mendalam: jihad melawan Zionis dan pendirian Khilafah. Jihad adalah suatu kewajiban yang harus diemban untuk membebaskan Palestina, sementara Khilafah berfungsi sebagai institusi yang dapat melindungi umat Islam dari segala bentuk penjajahan dan penindasan. Untuk mewujudkan solusi ini, umat Islam hendaknya bersatu dalam perjuangan dakwah yang autentik, mendorong para penguasa Muslim untuk menjalankan tanggung jawab mereka, dan bersama-sama menegakkan Khilafah.


Hanya melalui jihad dan penerapan Khilafah, Palestina dapat meraih kemerdekaan dari penjajahan Zionis, sekaligus memulihkan kehormatan umat Islam. Dalam menghadapi penjajahan ini, tidak ada ruang untuk dialog atau mediasi. Hanya dengan perjuangan gigih dan penegakan syariat Islam, kita dapat mengantarkan Palestina dan umat Islam pada kemenangan yang mereka impikan.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update