Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gencatan Senjata hanya Tipu Daya, Zionis Harus Diusir dari Tanah Palestina

Friday, February 21, 2025 | Friday, February 21, 2025 WIB Last Updated 2025-02-21T09:46:05Z

 

Oleh Ana Ummu Rayfa 

Aktivis Dakwah


Setelah 15 bulan semenjak diadakannya operasi Badai Al Aqsha, Israel dan Hamas akhirnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat. Konflik ini telah menghancurkan Jalur Gaza, rumah bagi 2,3 juta warga Palestina. Kesepakatan yang disetujui Hamas pada Rabu, 15 Januari 2025, dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap. Dimulai Minggu, 19 Januari hingga April 2025.

Gencatan senjata dimulai dengan Hamas menyerahkan tiga warga Israel yang menjadi sanderanya kepada Palang Merah Internasional. Setelah pembebasan sandera Hamas berlangsung, Israel pun membebaskan 90 warga Palestina yang menjadi tahanannya selama ini sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Dengan gencatan senjata tersebut, para warga Gaza yang mengungsi bisa kembali ke kampung halaman mereka. Bantuan kemanusiaan pun diklaim bisa leluasa masuk ke wilayah tersebut. (media online cnnnews.com)

Gencatan senjata ini disambut gembira oleh warga Palestina khususnya dan umumnya kaum Muslim di negeri-negeri lainnya. Euforia gencatan senjata ini dirasakan kaum muslim karena dirasa akan mengakhiri serangan Zionis dan membebaskan Palestina dari penderitaan panjang. Namun ternyata, gencatan senjata bukan kali ini saja terjadi dan diopinikan sebagai solusi. Gencatan senjata sudah  berulang kali dilakukan, tapi tindakan ini tidak memberikan kebaikan sedikit pun kepada warga Palestina. Sebagaimana yang sudah sering terjadi sebelumnya, gencatan senjata akan diambil oleh Zionis di saat mereka merasa kewalahan menghadapi para mujahid Palestina. Padahal Zionis didukung oleh Amerika Serikat sebagai negara adidaya. Amerika Serikat telah mengucurkan banyak sekali dukungan nyata seperti bantuan dana, keamanan seperti iron dome, dan persenjataan. Pernyataan politik pemimpin Amerika pun memperlihatkan posisinya yang berada di sisi Zionis. Bahkan yang menyakitkan, para pemimpin kaum Muslim pun menutup mata dan justru memberi peluang kepada Zionis untuk menumpahkan darah, merampas lahan, menghancurkan dan menodai rumah warga Palestina. Para penguasa kaum Muslim pun membiarkan musuh-musuh Allah SWT menindas kaum Muslim dan menghasut serta menakut-nakuti kaum muslim di negeri-negeri muslim lainnya supaya tidak melakukan tindakan apa pun. Padahal Allah SWT telah memberikan mereka amanah kekuasaan yang seharusnya dengan kekuasaannya mereka dapat mengirim tentaranya untuk membebaskan Palestina, tetapi mereka tidak melakukannya.

Secara logika, Zionis pasti akan menang melawan umat Islam Palestina karena Zionis mendapat bantuan dari Amerka Serikat, bahkan didukung oleh para penguasa muslim. Namun hingga saat ini, Zionis terus menerus merasa kewalahan menghadapi perlawanan dari mujahid Palestina. Jadi, gencatan senjata ini bukan karena tekanan Trumph kepada Netanyahu, tetapi karena Zionis tidak mampu mematahkan rakyat Gaza. Ini hanyalah kedok Zionis untuk mengambil nafas dalam pertempuran. Para mujahid Palestina terus memberikan fakta menyakitkan bagi Zionis. Sekalipun umat Islam di Palestina sendirian, mereka menderita kelaparan, dibunuh, dan banyak pemimpin pejuang yang syahid, namun mereka tetap dalam keteguhan, kesabaran, dan ketabahan. Keimanan yang menjadi sumber kekuatan jihad para mujahid dalam mempertahankan tanah Palestina, tanah kharajiyah milik kaum muslim, telah menggetarkan Zionis. Sehingga dapat dikatakan bahwa Zionis Israel sudah kalah telak.

Harus disadari oleh kaum muslim bahwa gencatan senjata bukanlah solusi untuk mengakhiri penjajahan Palestina. Seperti yang sudah digambarkan Allah SWT dalam Al-Quran bahwa Yahudi adalah kaum yang licik dan sering melanggar perjanjian, maka bukan tidak mungkin bila Zionis akan mengkhianati perjanjian dan menyerang Palestina kembali. Terbukti setelah beberapa jam sejak pengumuman kesepakatan gencatan senjata, Zionis melakukan serangan yang menewaskan 82 orang. Apa yang dilakukan Zionis menunjukkan bahwa solusi untuk Palestina bukan gencatan senjata, tetapi Zionis Israel harus benar-benar diusir dari tanah Palestina.

Solusi hakiki untuk mengusir Zionis dari tanah Palestina adalah dengan jihad dan khilafah. Terwujudnya Daulah Khilafah yang akan mengirim tentara untuk berjihad membebaskan Palestina adalah kemenangan yang nyata, sebagaimana yang sudah dikabarkan Allah SWT dalam QS. Al Fath ayat 1. Kemenangan akan datang atas pertolongan Allah. Agar ditolong oleh Allah, umat Islam harus berjuang sesuai tuntunan Allah SWT, dan tidak menyerahkan urusan pada musuh-musuh Allah SWT. 

Karena itu, umat harus terus berjuang secara syar’i untuk solusi hakiki, yaitu terusirnya Zionis dari tanah Palestina. Untuk mewujudkannya, umat harus memiliki kesadaran akan dibutuhkannya kepemimpinan jemaah dakwah ideologis yang akan menghantarkan umat Islam pada tujuan hakiki yaitu tegaknya Khilafah Islamiyah yang akan menggelorakan jihad dan mengusir Zionis dari tanah Palestina selama-lamanya.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update