Oleh: Feby Arfanti (Mahasiswi STAI Baubau)
Awal 2025 Pelestina kembali diserang.
Lebih dari 200 warga Palestina tewas dalam tiga hari terakhir akibat serangan Israel yang terus meningkat di Jalur Gaza. Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak, menurut laporan dari para koresponden di lapangan.(Kumparan.com)
Sebelumnya konflik ini memanas sejak Oktober tahun 2023 tercatat hingga kini korban jiwa mencapai 45 ribu jiwa, sementara 108 ribu lainnya terluka. Sejauh ini yang paling memprihatinkan adalah wanita dan anak-anak. Bagaimana tidak, terdapat 74 anak yang tewas di awal tahun ini. Mereka mengalami serangan, kekurangan dan cuaca dingin bahkan hipotermia.
Belum lagi, sedikitnya bantuan yang masuk atau bahkan bantuan tersebut tidak pernah sampai kesana, rumah sakit yang terbatas dan para petugas medis yang kewalahan. Seolah semuanya lenyap dan hancur bahkan infrastruktur yang rusak makin menambah kemeralatan warga yang ada di sana, lebih-lebih tidak adanya air bersih.
Konflik ini telah terjadi lebih dari satu abad tepatnya sejak 2 November 1997. Namun hingga kini tidak menemui titik temu. Yang ada kondisinya makin porak-poranda. Sejumlah organisasi yang mengatas namakan keaman dunia, sekalas PBB seperti hanya nama saja, konflik yang sebegitu lamanya tidak bisa di halau dan di hentikan. Terlebih lagi, UNICEF yang banyak memaparkan kondisi anak-anak di Gaza tapi nyatanya pun tidak bisa menghentikan konflik tersebut.
Dan parahnya para penguasa-pengusa muslim hanya membatu dan membisu, mereka di cekoki oleh harta dan jabatan hingga menjadi perusak di negara sendiri. Mereka terus berevoria memamerkan keperkasaan militernya, senjata-senjata yang di milikinya, akan tetapi semua itu hampa, seolah-olah senjata yang di miliki tumpul atau karatan di tempat tiada pernah di asa dan memelihara prajurit-prajurit pecundang. Kenyataannya semua itu hanyalah pencitraan.
Untuk itu sudah saatnya kita bangkit dengan mendirikan negara Islam dan berjihad di jalan Allah dan tidak ada lagi sekat-sekat nasionalisme yang menjauhkan hubungan kita dengan saudara-saudara kita di Pelestina. Bukan hanya Pelestina tetapi juga kita dapat menyelamatkan kaum muslim lainnya yang teraniaya seperti Rohingnya, Uighur, Irak, Iran dan negara muslim lainnya.
Sebagaimana Allah SWT berfirman Dalam QS Al-Baqarah ayat 191-193
Artinya: “(191) Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. (192) Namun, jika mereka berhenti (memusuhimu), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (193) Perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama (ketaatan) hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (melakukan fitnah), tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.”
Menegangkan kembali negara Islam tentunya memerlukan waktu bertahap melihat rusaknya pehaman atau pemikiran orang-orang di zaman ini. Dengan mendakwahkan pemahaman yang sahih atas solusi palestina dan bagaimana upaya untuk mewujudkannya. Oleh.karena itu di butuhkan kelompok dakwah Islam ideologis yang melakukan upaya penyadaran terhadap umat akan solusi hakiki ini, serta mengajak umat untuk berjuang bersama menegangkkan khilafah berdasarkan metode yang mengikuti manhaj dakwah Rasulullah Saw. Wallahu’alam bish-shawwab
No comments:
Post a Comment