Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapitalisme Membuat Generasi Z Makin Menderita, Bangkitkan dengan Aturan dari Sang Cipta

Tuesday, January 28, 2025 | Tuesday, January 28, 2025 WIB


Oleh Sri Nurhayati, S.Pd.I

Praktisi Pendidikan

 

            Generasi muda adalah tonggak kebangkitan suatu negara atau peradaban. Mereka adalah gambaran bagaimana kondisi suatu negara di masa depan, karena kelak mereka yang akan mengisi roda kehidupan suatu negara. Oleh karena itu, memastikan kondisi mereka baik-baik saja sangatlah perlu dan wajib diperhatikan, baik kesehatan fisik ataupun mental mereka.

            Namun, jika kita lihat kondisi generasi kita saat ini cukup mengejutkan. Pasalnya baru-baru ini terungkap bahwa generasi Z (Gen Z) sedang menghadapi krisis paruh baya (midlife crisis) lebih awal dari yang seharunya. (www.okezone.com)

            Dalam sebuah studi yang dilangsir oleh Lifestyle Oke Zone.Com mengungkapkan bahwa sebanyak 38% dari gen Z ini mengalami krisis paruh baya kaibat adanya tekanan finansial yang luar biasa. Mereka merasa terjebak dalam kecemasan, kelelahan dan ketidakpuasan hidup.

            Hal ini termasuk masalah kesehatan holistik yang ada di kalangan pekerja Gen Z. Berdasarkan hasil survey yang diungkapkan oleh President Metlife, Todd Katz yang dikutip dari Newyork Post (Sabtu,18/01/2025), bahwa kesehatan holistic mereka mengalami penurunan yang signifikan sebesar 6% dibandingkan tahun lalu. Bahkan, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kelompok usia yang sama pada lima tahun yang lalu. (www.okezone.com)

Fakta ini pun diperkuat dengan banyak penelitiandan survei yang menunjukkan bahwa Gen Z ini mengalami stres, kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Survei tahun 2022 oleh Harmony Healthcare IT menunjukkan bahwa 42% dari Gen Z ini telah didiagnosa mengalami masalah kesehatan mental. (www.mediaindonesia.com)

Amecican Psychologi Assocition (APA) yang dikutip dalam artikel Media Indonesia juga memaparkan bahwa hamper 90% dari Gen Z di Amerika Serikat mengalami satu gejala stres seperti, merasa kewalahan atau cemas berlebihan.

Di Indonesia sendiri gangguan kesehatan mental Gen Z meningkat hingga 200%, seperti yang dilansir dari laman Kemenkes sebanyak 6,1% usia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental. Dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengungkapkanbahwa gangguan mental yang paling banyak ditemui adalah gangguan kecemasan, depresi dan bunuh diri. (www.detik.com )

Krisis paruh baya yang tengah melanda Gen Z ini memang suatu hal yang mengejutkan. Pasalnya krisis paruh baya biasanya kondisi mental yang dialami seseorang saat memasuki usia paruh baya, yakni usia 40 – 60 tahun. Kondisi yang biasa menyebabkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan seperti emosi, perilaku, tujuan hidup, kondisi mental dan pandangan hidup. (www.predential.co.id)

Lantas kenapa krisis paruh baya ini dapat melanda Generasi Z? Dikutip dalam sebuah artikel di Media Indonesia. Penyebab masalah gangguan jiwa atau mental pada Generasi Z ini di antaranya:

1.      Teknologi dan media sosial.

Meskipun teknologi memberikan banyak manfaat seperti akses informasi dan komunikasi yang mudah, penggunaan yang berlebihan dapat membawa pada dampak negatif. Termasuk dalam penggunaan media sosial, Gen Z yang tumbuh di era dimana media sosial menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari, sehingga tuntutan untuk terlihat sempurna dan membandingkan diri dengan orang lain menjadi sangat besar.

2.      Tekanan karir dan akademis.

Persaingan yang makin ketat, seringkali menyebabkan stres yang berlebihan dan kecemasan akan masa depan.

3.      Tidak stabilnya politik dan ekonomi

Generasi Z saat ini tumbuh di lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian politik dan ekonomi menjadi salah satu yang menyebabkan perasaan cemas dan stress secara terus-menerus.

4.      Perubahan sosial dan kultural.

Perubahan sosial dan kultural yang cepat berkontrobusi pada masalah kesehatan mental Gen Z, karena adanya proses adaptasi yang dapat menyebabkan stres dan kebingungan.

5.      Kurang dukungan kesehatan mental.

Stigma sosial terkait dengan masalah kesehatan metal masih ada, serta akses layanan masih terjangkau dan kualitasnya pun tidak merata. Tentu hal ini dapat memengaruhi aspek kehidupan mereka seperti, prestasi akademis, produktivitas kerja, hingga hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Terlepas dari penyebab yang memengaruhi mental Gen Z, seperti  yang dikemukakan di atas, berbagai macam persoalan yang menimpa Gen Z ini, jika kita amati lebih mendalam senjatinya adalah muncul dari buah busuk penerapan sistem kapitalis yang rusak dan merusak. Hal ini tercermin dari sistem ekonomi kapitalistik, sistem politik demokrasi, sistem sosial liberal dan materialistik, sistem pendidikan yang kapitalistik dan lainnya.

Sistem ekonomi kapitalistik contohnya, bagaimana saat ini kondisi ekonomi kita makin tercekik karena naiknya berbagai barang, karena imbas kenaikan pajak barang mewah dan bbm bersubsidi. Kenaikan harga ini berimbas tidak hanya pada kalangan Gen Z, tetapi semua kalangan, terutama kalangan kelas menengah ke bawah.

Tak hanya itu, sistem politik kapitalistik yang hanya berpihak pada mereka para pemilik modal menjadi hal yang tak terelakkan lagi. Sebagai contoh bagaimana kasus pagar laut yang sepekan ini ramai dibahas.

Namun, sayang pemerintah seolah menutup mata akan pelanggaran yang jelas merugikan rakyat kecil, khususnya para nelayan. Alih-alih memberi sanksi, justru pemerintah tak bergeming, bahwa dengan mudah akhirnya mencabut pagar itu dengan tenaga aparat yang digaji pemerintah.

 Kondisi tentunya akan menambah permasalahan di tengah masyarakat. Apalagi di tengah kondisi kehidupan sosial yang dilingkari dengan sistem liberal dan materialistic seperti saat ini.

Gaya hidup yang penuh kebebasan dan materialistik makin membius kehidupan Gen Z. saling menunjukkan eksitensi diri dengan apa yang dilakukan dan pamer barang-barang yang membuat orang iri. Seperti rumah mewah, mobil, motor, dan barang-barang lainnya yang menjadi tolak ukur kesuksesan mereka.

Kondisi ini pun diperparah dengan kondisi pendidikan saat ini yang juga memunculkan berbagai permasalahan. Sistem pendidikan yang berasas sekulerisme, ibu kandung dari kapitalis menjadikan pendidikan kita hanya berorentasi pada lahirnya output yang materialis jauh dari akademis idealis.

Kesuksesan pendidikan hanya diukur dari pencapaian materi. Misalnya, apabila seseorang setelah lulus sekolah dapat bekerja di tempat yang terpandang, bukan dilihat dari bagaimana anak didik itu menjadi pribadi yang memilili budi pekerti yang luhur, generasi yang memiliki akhlak yang baik.

Permasalahan yang tak hanya muncul dari satu aspek saja ini, sudah tentu menjadi penyebab semakin rapuhnya mental generasi kita. Oleh karena itu, akar masalah yang menjadi biang kerok dari semua permasalah ini harus dihilangkan.

Sudah menjadi keharusan bagi Gen Z untuk diberikan kesadaran akan realita hari ini, serta akar permasalahan yang sesungguhnya terletak pada sistem yang diterapkannya saat ini. Agar mereka memahami seperti apa solusi tuntas permasalahan ini

Selain itu, mereka pun harus diberikan pemahaman utuh akan realita kehidupan yang tepat dan potensi yang dimiliki mereka sebagai generasi yang akan membawa pada perubahan yang lebih baik.

Terlebih lagi mereka sebagai seorang muslim, harus dibangun dalam diri mereka kesadaran akan kewajiban untuk menerapkan aturan Sang Pencipta (Islam) secara kaffah atau menyeluruh dalam semua aspek kehidupan. Serta memahami akan kemuliaan bagi mereka orang-orang yang berjuang dalam menerapkan kewajiban ini. Sehingga terdorong untuk menjadi bagian dari barisan perjuang Islam.

Oleh karena itu, mereka harus senantiasa didorong untuk terus berjuang survive, Tangguh dalam menghadapi setiap ujian dan siap dalam menghadapi situasi saat ini yang penuh dengan jebak setan. Senantiasa menguatkan keimanan dan termotivasi untuk mengambil peran dalam menegakkan aturan Sang Pencipta ini sebagai solusi setiap permasalahan yang ada.

Sehingga di sisi pentingnya untuk membangun kesadaran politik pada mereka generasi muda. Karena, di tangan merekalah tonggak perubahan hakiki terwujud. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan semuanya, yaitu dengan:

Pertama, mengokohkan akidah dan ketaqwaan Gen Z terhadap Allah SWT serta senantiasa mengingatkan mereka untuk terikat terhadap syariat-Nya. Selain itu adanya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam kegiatan dakwah untuk mengokohkan akidah Gen Z dan seluruh umat dan memberikan pemahaman akan Islam Kaffah yang mampu menyelesaikan semua permasalahan kehidupan.

Kedua,menggencarkan kembali aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar sesama anggota masyarakat. Hal ini adalah salah satu pencegah terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang di tengah masyarakat.

Ketiga, menyerukan kepada umat untuk bersama-sama beramar ma’ruf kepada penguasa. Aktivitas ini haruslah menjadi agenda yang senantiasa dilakukan, agar aturan yang diterapkan penguasa yang bertugas memelihara dan menjaga umat mampu mencegah mereka dari kemerosotan.

Ketiga upaya ini dapat dilakukan ketika semua elemen umat bersinergi dalam mewujudkannya. Semuanya bersinergi atas dasar ketaatan kepada Allah, menjadikan aturan Islam sebagai standar kehidupan sehingga mampu menjaga diri dan umat dari perilaku buruk dan menjauhkan kita dari kemerosotan seperti saat ini.

Wallahualam bissawwab


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update