Oleh: Astina (Pegiat Literasi)
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriah. Sebagai bulan ketujuh dalam Islam, Rajab memiliki keutamaan yang luar biasa dan dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan. Rajab dikenal sebagai bulan pengampunan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan, dan memulai lembaran baru dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Rajab menjadi momen awal persiapan menuju bulan suci Ramadan. Dengan meningkatkan ibadah di bulan ini, umat Islam dapat membangun kebiasaan baik yang terus berlanjut hingga Ramadan, sehingga amal ibadah dapat lebih maksimal. Bulan Rajab syogyanya diisi dengan amal shalih, salah satu yang utama hari ini adalah berdakwah membangun kesadaran umat untuk mewujudkan kemuliaan umat Islam. Sebab, potret umat Islam sebagai umat terbaik belum terwujud. Justru umat Islam hari ini banyak menghadapi krisis multidimensi.
Secara i’tiqâdi, kita meyakini bahwa umat Islam adalah umat terbaik (khairu ummah). Demikian sebagaimana dinyatakan oleh Allah Swt., “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, melakukan amar makruf nahi mungkar dan mengimani Allah.” (QS Ali ‘Imran [3]: 110).
Sayang, dalam realitasnya saat ini, kondisi umat Islam justru terpuruk. Bahkan mereka kini menjadi bulan-bulanan negara-negara kafir. Pembantaian kaum muslim di Palestina yang terus berlangsung hingga saat ini hanyalah salah satu bukti tragis atas kondisi umat Islam hari ini.
Pertanyaannya, bagaimana agar umat Islam kembali meraih posisi sebagai umat terbaik (khairu ummah) sebagaimana dahulu? Bagaimana pula agar umat Islam bisa membebaskan kembali Baitulmaqdis yang selama puluhan tahun hingga saat ini berada di bawah cengkeraman Zion*s Yahudi?
Jawabannya jelas. Umat Islam sedunia harus menegakkan kembali kepemimpinan Islam. Pasalnya, mereka pernah meraih posisi sebagai umat terbaik adalah pada era Kepemimpinan Islam selama lebih dari 1.300 tahun. Sejarah pun menunjukkan bahwa setiap pembebasan besar oleh kaum muslim, termasuk pembebasan Baitulmaqdis, selalu terjadi di bawah kekuasaan Islam.
Dengan penerapan Islam, umat memiliki kepemimpinan tunggal yang mampu menggalang kekuatan di seluruh Dunia Islam untuk menghadapi musuh-musuh mereka. Ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw., “Imam (Khalifah) itu laksana perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepada dirinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Terkait hadis tersebut, Imam Al-Mawardi mengatakan, “Tugas Khalifah adalah menjaga agama, menegakkan hukum Islam, dan melindungi wilayah kaum muslim dari serangan musuh.” (Lihat: Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hlm. 13–15).
Alhasil, umat Islam wajib berjuang menegakkan kembali Islam secara global. Hanya dengan tegaknya Islam, umat Islam dapat mengembalikan kehormatan mereka dan mengalahkan musuh-musuh mereka. Hanya dengan penegakan Islam pula umat Islam bisa membebaskan kembali Baitulmaqdis, sekaligus menyelamatkan kaum muslim Palestina dan kaum muslim yang tertindas di berbagai negeri lainnya dengan jihad fi sabilillah.
No comments:
Post a Comment