Oleh Ummu Aisyah
Di bawah langit biru menderu
Gempuran terus bertalu
Rintih jiwa, tatap mata sendu
Tanah lapang kemudian berdebu
Negeri para nabi merintih
Terluka kian menganga dan perih
Perjuangan panjang membuat lungkrah
Langkah kaki pun telah payah
Duhai negeri para nabi nan suci
Air matamu tak kunjung henti
Menangis pilu tak bertepi
Walau ragamu terus tersakiti
Jeritan para calon bidadari
Seakan nyanyian malam sunyi
Terbelalak mata memandang ngeri
Seringai Zionis yang dilaknati
Duhai negeri para nabi Palestina
Aksa di mata afeksi di hati nan cinta
Perjuangan dan harapan bersama
Kemenangan tersirat dalam pandangan mata
Wahai negeri para nabi jangan gusar
Perjuangan hakiki tak boleh pudar
Biarkan luka, biarkan negerimu terbakar
Sejatinya semangatmu harus tetap berkobar
Wahai negeri para nabi nan kokoh
Tengadahkan wajahmu pada Allah
Pertolongan mendekat atas perintah
Kemenangan segera tiba dengan tegaknya khilafah
Khilafah rasyiidah min haajinnubuwah
Segera tegak sebagai junnah
Selamatlah pasti wahai negeri yang ramah
Negeri yang akan selamat dan tidak lemah
Rancaekek, 11-11-2024
No comments:
Post a Comment