Oleh. Irohima
Gedung sekolah merupakan salah satu fasilitas penting dalam pendidikan. Karena memiliki peran untuk menunjang proses belajar mengajar, di samping dapat membuat suasana belajar menyenangkan dan kondusif. Keberadaan gedung sekolah merupakan salah satu upaya mewujudkan sarana dan prasarana dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tetapi bagaimana jika fasilitas dasar seperti gedung tidak ada atau tidak terpenuhi ? Tentu sedikit banyak akan berpengaruh dalam kegiatan belajar mengajar.
Di tengah upaya pemerataan pendidikan saat ini, tentu sangat miris jika menemukan fakta bahwa masih ada sekolah yang memiliki gedung yang rusak dan tak layak. Bahkan ada yang tidak memiliki gedung sama sekali. Seperti yang terjadi baru-baru ini, viral sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa SMP berseragam melakukan kegiatan belajar mengajar hanya beralaskan plastik terpal tanpa ada kursi dan meja. Mereka duduk lesehan mendengarkan pelajaran yang disampaikan gurunya, disebutkan dalam video bahwa mereka merupakan siswa SMPN 60 kota Bandung.
Rita Nurbaini selaku Humas SMPN 60 Bandung mengatakan kalau sebenarnya perangkat seperti meja dan kursi ada namun tidak digunakan dan hanya tersimpan di teras sekolah karena siswa SMP 60 menumpang di bangunan sekolah SDN 192 Ciburuy, Regol, Kota Bandung ( detikjabar, 27-09-2024).
Kondisi SMPN 60 yang tak memiliki gedung telah terjadi sejak sekolah didirikan atau sejak tahun 2018. Berdirinya sekolah ini karena adanya dorongan dari masyarakat mengingat jumlah penduduk yang padat, kebutuhan akan sekolah tinggi dan juga aturan zonasi di mana sekolah yang menjadi tujuan zonasi berjarak 3-5 KM.
Sekolah tanpa gedung adalah fakta yang memprihatinkan, terlebih lagi telah berlangsung sejak 2018, dan status sekolah tersebut adalah sekolah negeri. SMPN 60 Kota Bandung yang tidak memiliki gedung bukanlah kasus pertama yang terjadi di Indonesia, sebelumnya pernah terjadi ratusan siswa SMKN di Purbalingga yang belajar di pasar karena tak memiliki gedung (detikjateng, 26-09-2022).
Persoalan pendidikan nasional tidak hanya sampai di situ. Persoalan banyaknya gedung sekolah yang rusak masih menjadi persoalan yang tak pernah selesai, angka kerusakannya bahkan menunjukkan tren yang meningkat. Menurut data Kemendikbudristek, dalam satu tahun terakhir, ruang kelas yang rusak di seluruh sekolah negeri Indonesia bertambah 26% atau sekitar 250.000 unit. Kerusakannya bervariasi, mulai dari kerusakan berat seperti gedung yang tidak layak pakai, rusak sedang dan rusak ringan. Banyak faktor yang menyebabkan kerusakan di antaranya kurangnya anggaran dari pemerintah untuk membangun dan merenovasi sekolah, distribusi anggaran yang tidak merata, adanya korupsi dan penyelewengan dana, dan kurangnya perawatan dan pemeliharaan gedung sekolah.
Pendidikan adalah salah satu aspek penting dalam menentukan masa depan bangsa, juga merupakan kebutuhan dasar setiap masyarakat. Namun sayangnya dalam sistem kapitalis tidak ada jaminan negara dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan. Terlihat jelas dalam sistem ini, bahwa negara tidak berpihak dan memberi dukungan penuh pada rakyat. Terbukti dari sekolah yang didirikan berdasarkan keinginan rakyat yang membutuhkan pendidikan, namun negara tidak memfasilitasi ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.
Meskipun terdapat alokasi dana untuk pendidikan namun jumlahnya tidak sepadan. Ditambah lagi dengan praktik korupsi atau salah kelola yang membuat dana pendidikan tidak terserap secara sempurna.
Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan sangat berpengaruh akan tumbuh kembang suatu bangsa. Maka dari itu Islam menjadikan pendidikan sebagai salah satu bidang strategis untuk membangun peradaban yang maju dan mulia. Jika dalam kapitalisme, pendidikan adalah kebutuhan yang kerap diabaikan dengan dalih kurangnya anggaran, sebaliknya dalam Islam, pendidikan adalah kebutuhan dasar yang wajib disediakan oleh negara dengan anggaran yang bersifat mutlak.
Negara dalam Islam memiliki anggaran lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan pendidikan karena aturan dalam Islam telah menetapkan sumber-sumber pendapatan negara sesuai dengan sistem ekonomi Islam. Terdapat tiga sumber pendapatan negara dalam sistem ekonomi Islam berdasarkan Alqur’an dan sunnah yang disebutkan Syeikh Abdul Qadim Zallum dalam buku Sistem Keuangan Negara Khilafah, yang pertama terdiri dari fa’i, kharaj , jizyah dan lain sebagainya, kedua dari bagian kepemilikan umum seperti minyak dan gas, listrik, pertambangan, laut, sungai, mata air, perairan, padang rumput, hutan dan hima (yang dipagari dan dikuasai negara), dan yang terakhir adalah bagian sedekah yang terdiri dari zakat mal dan perdagangan, zakat pertanian dan buah-buahan, serta zakat unta, sapi dan kambing.
Sumber daya alam melimpah ruah yang dimiliki Indonesia sebenarnya sudah bisa mencukupi seluruh kebutuhan dasar rakyat termasuk pendidikan. Namun sayangnya, pengelolaan yang diserahkan pada pihak asing dan swasta membuat hasil pengelolaan sumber daya alam tidak masuk secara optimal dalam kas negara melainkan hanya terkonsentrasi pada para pengusaha. Walhasil kurangnya anggaran akan selalu menjadi salah satu alasan gagalnya pembangunan dalam setiap aspek kehidupan. Inilah bukti bobroknya sistem kapitalisme, sistem ini memandulkan peran negara sebagai pengurus rakyat karena sistem ini membebaskan kepemilikan kepada siapa saja yang memiliki uang dan menyebabkan sumber pendapatan negara seperti harta kepemilikan umum (tambang, hutan , laut dan lain-lain) yang harusnya dikelola negara untuk kemaslahatan rakyat justru dimiliki asing atau swasta untuk kepentingan pribadi.
Dalam sistem ekonomi kapitalisme keuntungan besar atau pencapaian materi adalah prioritas utama, hingga orang akan berlomba-lomba mendapatkan materi sebanyak-banyaknya meski dengan jalan yang merugikan orang banyak.
Saat ini, tidak hanya kondisi pendidikan kita yang suram, namun kita mengalami kegagalan dalam semua aspek kehidupan. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak kembali kepada Islam. Karena hanya dengan Islam pendidikan kita terselamatkan, gedung-gedung sekolah akan banyak didirikan, segala fasilitas penunjang akan diberikan dan generasi yang lahir juga akan menjadi generasi yang berkualitas dan mampu menjadi pengukir peradaban yang gemilang.
Wallahu a’lam bishawab
No comments:
Post a Comment