PUISI
Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
Kelebat sosok menerpa ruang pandang di sudut biru
Saat jendela tak mampu terbuka
Saat pintu terkunci mati
Di balik dinding itu tetap jelas bayang itu mengharu biru
Olah pikir ini tak bisa memungkiri hakikat diri
Dibalik dinding itu demokrasi bagai sedang hara kiri
Kutoreh pesan demi pesan
Kuteriakkan seruan demi seruan
Kupanggil sosok demi sosok
Semua karena bayang itu kian nyata dan berkata
Kamu tak boleh menoleh pada asa yang penuh ragu
Kamu tak bisa berharap pada tawaran penuh dusta
Bayang itu makin niscaya
Kutangkap namun tak bisa
Kucermati menjadi biasa
Bayang sulit dibuat nyata namun sungguh bisa hadir disuatu masa
Derajat ini haruslah naik
Agar yakin bayang itu nyata
Bayang itu tidak biasa
Bayang itu pernah berjaya
Bayang itu sebuah niscaya dari masa Rasulullah berjuang nyata
Bayang itu bukan hanya di dunia maya
Demokrasi terlalu picik menyaingi tanpa henti
Sayangnya abai lalai dan gagal selalu menghiasi
Jebakan demi jebakan terlalu banyak dibuat licik
Sayangnya perindu syarak kian semarak
Picik licik tak laku bagi para pejuang politik
Terlalu merasuk dalam aliran darah para ksatria agama
Biar serigala ini sendiri
Namun panggilannya menyeru seluruh penduduk bumi
Lolongannya membangunkan seisi jagat
Namun ini terjadi jika langkah beresonansi dalam orkestra kebenaran hakiki
Irama syarak kian semarak
Demokrasi kian terserak
Senarai rindu ini tak boleh hanya mematung di ruang tunggu
Senarai ini harus terurai dengan jawab tuntas yang menenangkan
Senarai rindu harus terjawab tanpa ragu
Senarai rindu harus terurai dengan bahagia sejahtera
Bukan hanya menunggu di ruang tunggu
Bergerak segera raih kemenangan Islam yang nyata
Bukan hanya sekadar menunggu di ruang tunggu
Dorongan tak boleh sepi
Ramaikan deklarasi Islam Kaffah hakiki bukan hanya di hati
Jangan berdiam diri
Tak boleh terima jalur ngawur
Tetaplah di jalur teratur
Tak boleh hanya senang untuk diri
Haruslah senarai rindu berganti aksi
Jangan hanya berada di ruang tunggu
Khilafah tak bisa lagi diragu bagai orang dungu
Kedunguan tak bisa hidupkan ruang tunggu
Hanya kecerdasan politik yang mampu keluarkan manusia dari ruang kebohongan
Ruang tunggu bukan lagi berisi ragu
Ruang tunggu tak mau menjadi syaithon bisu
Keluarlah
Serukanlah
Bergeraklah
Sebelum si cacat rusak memenangkan lagi ruang hidupmu
Salam perjuangan dari al faqiroh perindu
Medio Oktober 2024
No comments:
Post a Comment