Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekularisme-Kapitalisme Mematikan Naluri Ibu

Tuesday, September 17, 2024 | Tuesday, September 17, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:38:08Z

Oleh: Bunda Aisyah

Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sepanjang Galah. Peribahasa yang menggambarkan bagaimana sosok ibu yang mengasihi anak sepanjang hidupnya. Segala hal akan dilakukan demi kebaikan anaknya. Namun, peribahasa itu kini ternoda oleh sosok ibu itu sendiri.

Akhir-akhir ini ramai diberitakan peristiwa keji yang dilakukan seorang ibu terhadap putri remajanya. Seorang ibu di Sumenep, Madura, menyerahkan putrinya untuk dicabuli (dizina-i) kepala sekolah dengan dalih penyucian diri (Minggu, 1 September 2024, Kumparan).

Miris. Ibu yang seharusnya melindungi anak-anaknya justru bertingkahlaku sebaliknya. Sang ibu tak ada belas kasih menyerahkan anaknya pada laki-laki asing untuk dinodai. Ibu tak lagi menjadi tempat bertumpu dari persoalan hidup sang anak, justru sang ibu menjerumuskannya pada hal nista.

Sungguh, sekularisme—tatanan hidup yang dipisahkan dari agama, tidak mau diatur agama—-menjadikan seorang ibu mati naluri keibuannya. Mati naluri kasih sayangnya. Mati naluri melindunginya. Mati naluri menjaga dan membentuk anak berkepribadian baik (Islami). Sekularisme-kapitalisme menjadikan seorang ibu benar-benar mati rasa.

Ini hanya satu hal nista yang dilakukan seorang ibu baru-baru ini. Sebelum-sebelumnya pun terjadi hal keji yang dilakukan seorang ibu pada anaknya. Salah satunya seorang ibu tega mencabuli anaknya demi uang.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa saat ini, matinya naluri ibu nyata adanya. Dan sekularisme menjadi pemicu utamanya. Di sisi lain, kehidupan yang serba mencari untung (uang) membuat tatanan kehidupan kian runyam. Apapun akan dilakukan demi uang, termasuk berbuat asusiala yang dilakukan ibu pada anaknya.

Hal miris yang dilakukan seorang ibu terus berulang. Sanksi yang diberikan pun tak memberi efek jera sehingga kian bermunculan ibu-ibu yang mulai mati naluri keibuannya.

Dalam Islam, ibu adalah pendidik pertama dan utama. Ibu yang akan menjadi contoh dalam tingkah laku anak-anaknya. Pendidikan yang diajarkan seorang ibu pun berasal dari nilai-nikai luhur Islam. Karena pendidikan dalam Islam bertujuan membentuk kepribadian islami—kepribadian yang mengikuti ajaran Islam.

Sistem pendidikan dalam Islam mampu mencetak generasi unggul. Termasuk membentuk kepribadian seorang ibu sesuai ajaran Islam. Maka layak jika ibu dalam Islam menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Dalam Islam pun ada sistem sanksi yang akan diberalakukan dengan tegas terhadap pelaku zina dan pelaku-pelaku penyimpangan dari ajaran Islam. Sanksi yang diberikan akan memberikan efek jera bagi pelakunya dan bagi yang melihat tidak akan melakukan hal serupa.

Hal tersebut akan terealisasi ketika Islam dijadiakan aturan dalam kehidupan. Islam dijadikan pedoman dan solusi dalam tiap persoalan yang ada, termasuk persoalan matinya naluri seorang ibu. Saatnya, Islam diperjuangkan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update