Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program Makan Gratis dalam Sistem Kapitalis

Thursday, September 19, 2024 | Thursday, September 19, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:38:01Z

 

Oleh Ummu Diaz
Aktivis Muslimah

Makan siang gratis menjadi isu hangat sejak Prabowo Subianto dipilih menjadi Presiden 2024. Pemerintah siap mengalokasikan Rp71 triliun, untuk program makan bergizi dalam Rancangan APBN 2025. Namun, untuk melangsungkan program ini kemungkinan biaya akan terus bertambah untuk pemenuhan susu dan daging bisa mencapai 44 milyar dolar As per tahun.

Pasangan Prabowo dan Gibran mengusulkan alokasi biaya sebesar 15.000 untuk setiap anak sekolah, belum termasuk pengeluaran biaya susu.

Pemerintah DKI sudah melakukan uji coba makan bergizi gratis, bertujuan untuk mengetahui menu kesukaan siswa, kelayakan makanan, pengemasan, distribusi maupun biaya per siswa yang akan dikeluarkan. Uji coba makan gratis sudah dilakukan di SD Negeri 03 Rawa Badak Utara, Jakarta Utara, Jumat 23/8/2024.

Rencana makan bergizi gratis belum terealisasikan malah muncul polemik baru, terkait pembahasan susu ikan pengganti susu sapi. ID FOOD perusahaan holding badan milik BUMN yang akan terlibat untuk menyediakan susu sapi, menghimbau untuk mengganti susu sapi ke susu ikan. Ia menyebutkan perlu impor 2 juta sapi perah untuk mendukung program makan bergizi gratis. Sementara sapi perah yang dimiliki Indonesia hanya sebesar 400 sapi perah dan tidak bisa mencukupi untuk makan bergizi gratis.

Sedangkan susu ikan saja baru dirilis pada bulan Agustus 2023, hasil kemitraan Koperasi Nelayan Mina Bahari Indramayu yang diresmikan Menteri Koperasi Usaha Kecil Menengah MenkopUKM Teten Masduki. (Kompas.com, 10/9/2024)

Susu ikan berasal dari sejenis Ikan Petek yang biasanya para nelayan dijadikan ikan asin dan untuk pakan bebek, karena mudah didapatkan dan pasti harganya murah. Padahal susu ikan seharusnya tidak menjadi alternatif dijadikan menu makan bergizi gratis, karena kadar gulanya yang tinggi dan kurangnya dukungan ilmiah yang memadai mengenai manfaat untuk jangka panjang apalagi untuk anak-anak.

Makan Bergizi Gratis, Peluang Timbulnya Masalah Baru

Di sistem kapitalis saat ini pemerintah selalu memberikan kebijakan yang tidak tepat untuk masyarakat dan akan muncul masalah baru karena dana yang akan dikeluarkan tidak sedikit dan memberikan peluang bagi para koruptor.

Harusnya pemerintah fokus memperbaiki ketahan pangan, sistem kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan dan semua masalah itu masih belum bisa diselesaikan. Dengan adanya makan bergizi gratis akan membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang ujung-ujungnya dibebankan kepada masyarakat dengan kenaikan pajak, harga pangan naik, bukannya meringankan masyarakat, tapi malah memberatkan.

Apabila skenario ini dipilih pemerintah akan menggeser anggaran yang tadinya digunakan untuk program kesehatan dan pendidikan akan dialihkan untuk anggaran makan bergizi gratis. Kemungkinan besar anggaran kesehatan dan pendidikan akan dikurangi.

Inilah fakta dari sistem kapitalisme tidak pernah memberikan solusi yang hakiki, seakan-akan masalah yang belum terselesaikan bisa ditutup dengan kebijakan-kebijakan yang tidak ada dampak baik untuk masyarakatnya.

Hanya Islam Solusinya

Dalam sejarah kekhilafahan Turki Ustmani pernah mendirikan Imaret merupakan istilah dapur umum berbasis wakaf yang dibangun pada masa kekhalifahan Turki Ustmani sejak abad ke 14 sampai abad ke 19. Imaret didirikan di Iznik Mekece oleh Sultan Orhan. Imaret belakangan didirikan bukan dari kalangan sultan saja tapi banyak juga dari kalangan militer dan inisiatif individu sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Imaret menyiapkan makanan seperti sup, roti dan makanan bervariasi yang dihasilkan dari pertanian lokal untuk dibagikan ke pengurus masjid, guru, murid, sufi, pelancong dan penduduk lokal yang membutuhkan.

Wakaf makan gratis yg dilakukan oleh kekhilafahan Turki Ustmani bukan mengambil anggaran negara apalagi memotong anggaran untuk kemaslahatan umat pada saat itu, semata-mata bertujuan meraih ridha Allah SWT.

Kegiatan ini bisa dijadikan solusi untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tapi bukan dari hasil memangkas anggaran APBN, karena kewajiban negara yang seharusnya memastikan masyarakatnya mendapatkan asupan makanan yang bergizi halal dan thayib.

Sebenarnya di sistem kapitalis saat ini pemerintah tidak memberikan solusi apa yang terjadi pada masyarakat saat ini, yang seharusnya pemerintah paham yang harus dilakukan dengan memberikan lapangan pekerjaan untuk para pencari nafkah, kesehatan yang dijamin oleh pemerintah, pendidikan diberikan secara gratis untuk setiap warga negara. Sehingga masyarakat bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhan untuk pemenuhan makanan yang bergizi. Namun, semua itu tidak mungkin didapatkan ketika negara masih memakai sistem kapitalis yang sudah jelas kerusakannya.

Dengan sistem Islam yang menjadi solusi satu-satunya untuk memberikan kesejahteraan untuk seluruh umat manusia bukan dengan yang lainnya dan itu hanya bisa diterapkan oleh seorang khalifah yang menerapkan aturan yang berasal dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan mendirikan sebuah negara Islam.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update