Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Potret Kelam Sistem Pendidikan Sekuler

Friday, September 13, 2024 | Friday, September 13, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:38:25Z

Oleh : Nurma (Mahasiswa UM Buton)

 

Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal bunuh diri di kamar indekosnya di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Senin (12/8). (KumparanNews, 13/08/2024)

 

Banyaknya kasus bunuh diri pada mahasiswa, yang di latar belakangi oleh berbagai persoalan ini menggambarkan kompleksnya persoalan yang dihadapi.

 

Sistem Pendidikan Gagal dan Terpuruk

 

Tentu semua ini erat hubungannya dengan sistem hidup yang dijalankan hari ini termasuk sistem pendidikan sekuler. Sistem yang gagal dalam melahirkan generasi berkepribadian Islam, padahal generasi akan menjadi penerus dan pembangun peradaban.

 

Adapun problematika lain yang kian menambah sejarah potret buramnya pendidikan di negeri ini yaitu pengaruh budaya hedonisme yang berlindung di bawah naungan HAM dan beratas namakan kebebasan, sejatinya mengarahkan para pemuda untuk masuk ke dalam lubang pergaulan bebas. Semuanya merupakan gambaran kegagalan dan keterpurukan sistem pendidikan sekuler dalam membentuk kepribadian generasi. Banyaknya penyimpangan yang terjadi sesungguhnya bukan hanya kesalahan individu, melainkan kerusakan sistemis yang butuh penyelesaian tuntas hingga ke akar masalahnya.

 

Maka, perlu diketahui rentetan catatan kelam dunia pendidikan ini dimulai pada sistem yang digagas, yaitu sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan dan dijadikan pedoman kurikulum pendidikan. Walhasil, mencetak generasi yang kurang berkualitas dan miskin adab.

 

Pendidikan Islam Melahirkan Generasi Emas

 

Berbeda dengan sistem kapitalisme, Islam memandang pendidikan sebagai pilar pertama dan utama dalam melahirkan dan menciptakan generasi emas penerus peradaban. Islam memiliki sistem pendidikan yang luar biasa. Semuanya diatur jelas, sistematis dan sempurna.

 

Pendidikan dalam Islam diselenggarakan atas dasar akidah Islam, hal ini terpancar pada penyelenggaraan arah pendidikan, penyusunan kurikulum, metode pengajaran, maupun materi ajar. Strategi dalam pendidikan adalah untuk membentuk aqliyah dan nafsiyah Islam. Sehingga, semua bahan pelajaran yang hendak diajarkan disusun berdasarkan strategi tersebut.

 

Adapun pembentukan kepribadian Islam dilakukan dengan menanamkan akidah Islam yang kokoh agar peserta didik memiliki keimanan yang kuat terhadap Allah SWT. Maka, dari sanalah akan tercermin pola pikir dan pola sikap yang Islami pada diri generasi, sehingga perbuatan mereka senantiasa didasarkan pada syariat Islam. Serta terjaga dari perilaku menyimpang seperti tawuran, seks bebas, narkoba, dan lain-lain.

 

Pemahaman Islam wajib diajarkan pada semua jenjang pendidikan. Berdasarkan catatan sejarah, kegemilangan sistem pendidikan Islam mampu melahirkan generasi-generasi yang berkualitas, mempunyai kecerdasan intelektual dan spiritual. Generasi emas yang hasilkan oleh Islam menguasai berbagai bidang sains dan teknologi, hingga menjadi titik tumpu peradaban dunia pada masanya.

 

Oleh karenanya, untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tinggalkan sistem kapitalisme sekularisme yang sudah terlihat jelas kerusakannya. Mewujudkan generasi berkualitas dan unggul yang hanya dapat lahir jika sistem pendidikan Islam ini diterapkan dalam kehidupan bernegara. Wallahu a’lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update