Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengabdian Masyarakat; Kemenkes Poltekes Padang Sosialisasikan Pencegahan Prilaku Seks Pranikah kepada Masyarakat di Minangkabau

Saturday, September 28, 2024 | Saturday, September 28, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:37:34Z

Akibat maraknya kasus kehamilan pranikah, aborsi dan penyakit kelamin di Kota Padang, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang melakukan kegiatan sosialisasi dalam bentuk pengabdian ke masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan modul pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja Minangkabau melalui peran orang tua yang dilaksanakan di Balai KB, Kecamatan Padang Barat, Jumat (27/9/24).

Perilaku seks pranikah pada remaja di Kota Padang cukup mengkhawatirkan, bahkan pada tingkat remaja awal (setingkat SMP). Hal ini berakibat pada tingginya pernikahan dini, kehamilan usia remaja, putus sekolah dan penyakit menular seksual. Oleh karena itu modul ini dapat dimanfaatkan oleh orang tua sebagai sumber informasi dan sarana edukasi kepada anak remaja.

Kegiatan pelatihan yang diketuai oleh Dr. Dewi Susanti, S.ST, M. Keb, merupakan pembekalan dalam meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendidik, mencegah dan merespon tingkah laku seks pranikah yang dialami anak remaja.

Tim kegiatan, Elda Yusefni, SST, M. Keb, Muhammad Faisal, S. SiT, M. Kes melibatkan mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan Adisty Pratiwi dan Gina Raudhaatul Janah untuk memberikan pemaparan materi beserta modul kepada masyarakat.

“Dengan adanya modul pendidikan seksual bagi anak remaja berbasis Islami ini, dapat menjadi media dan sarana untuk orang tua dalam pendidikan seksual kepada anak, karena pendidikan seksual harus melalui tahapan yang jelas dengan waktu yang panjang dan itu ada pada kehidupan sehari-hari bersama keluarga” Harapan disampaikan Dr. Dewi Susanti, S. ST, M. Keb.

Kegiatan ini dikuti oleh orang tua remaja dan PLKB Kecamatan Padang Barat, sebagai bentuk implementasi hasil penelitian dan kontribusi terhadap penanggulangan permasalahan yang ada di masyarakat khususnya wilayah kerja Puskesmas Padang Pasir.

Diketahui Puskesmas Padang Pasir merupakan Puskesmas dengan tingkat perhatian yang cukup tinggi terhadap permasalahan kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh remaja, ditunjukan dengan adanya inovasi berupa program khusus Ibu Muda sebagai bentuk pencegahan .

“Kami sangat mengapresiasi sekali kegiatan yang diadakan dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang ini dan kita harus sama-sama berjuang dalam membantu Program Imud/ Ibu Muda ini untuk memperbaiki kerusakan sosial yang banyak terjadi di masyarakat, terkhususnya di Padang Barat. Kegiatan ini sangat berkaitan erat dengan program Imud. Dengan ini orang tua bisa kompak diskusi tentang perkembangan anak agar anak bisa di arahkan dengan memanfaatKan kemajuan zaman secara positif agar nilai Minangkabau di Nagari ini tidak terkikis” jelas Masnita selaku penanggung jawab Puskesmas Padang Pasir.

Program kelas Ibu Muda, sangat mendukung kegiatan ini. Modul ini dirancang sesuai dengan kebutuhan dan harapan remaja terhadap orang tua mereka. Lahirnya modul pencegahan perilaku seks pranikah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi orang tua dan mencegah perilaku seks pranikah.

“Kegiatan yang bagus, dapat mengingatkan kita kembali kepada nilai-nilai adat Minangkabau yang telah dilupakan anak-anak zaman sekarang. Agar lebih efektif lagi, jangan hanya Kemenkes Poltekkes Padang dan Puskesmas Padang Pasir saja, jika bisa pemerintah harus berperan lebih besar lagi agar masyarakat lebih teredukasi terkait masalah ini” ujar Eva Yusni warga kelurahan Rimbo Kaluang.

“Semoga dengan adanya pengabdian masyarakat ini, ibu-ibu yang ada di sini juga bisa mengedukasi masyarakat bahwa anak remaja sangat membutuhkan perhatian keluarga dan orang tua dalam mencari jati diri agar tidak salah jalan kepada penyimpangan seksual” kata Gina Radatul Jannah mahasiswi semester awal Poltekkes Kemenkes Padang.

Modul hasil bentuk pengabdian kepada masyarakat Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang, pencegahan prilaku seksual pranikah pada remaja, memberikan pengetahuan kepada orang tua untuk bisa mengedukasi secara langsung dan mencegah remaja terkait pencegahan prilaku seks pranikah.

“Poltekes telah memfasilitasi para dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat sebagai bentuk penuangan tingkat kualitas sebagai dosen, sehingga apa yang dilakukan dapat berdampak banyak bagi masyarakat banyak terutama orang tua remaja dan semoga kegiatan ini dapat di replikasi di wilayah lain di sumatera barat” tambah Dr. Dewi Susanti.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update