Nur Inayah
Kabupaten Bandung diguncang gempa sebanyak dua kali berturut-turut. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memberikan penjelasan soal gempa tersebut.
Sebagaimana diketahui, gempa mengguncang wilayah Kabupaten Bandung pada Kamis (5/9/2024). Gempa bumi pertama berkekuatan 2,8 magnitudo yang terjadi Pukul 14.16 WIB dan gempa bumi kedua berkekuatan 3,1 magnitudo yang terjadi Pukul 14. 20 WIB. Untuk gempa bumi tektonik berkekuatan 3,2 magnitudo hasil analisa BMKG menunjukan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=3,2. Episenter terletak pada koordinat 7.21 LS dan 107.55 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 km Tenggara Kabupaten Bandung – Jabar pada kedalaman 13 km.
Seperti kita tahu Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba, Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi atau lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga bisa disebabkan oleh letusan gunung api .
Tak dapat dipungkiri gempa bumi merupakan salah satu kejadian yang sangat dikhawatirkan dan ditakuti kejadiannya. Pasalnya selain datangnya tiba-tiba, gempa bumi juga bisa mengancam harta benda, bahkan nyawa manusia. Contohnya saja ketika Indonesia dilanda gempa dahsyat tepatnya di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 silam. Gempa berkekuatan 9.3 skala Richter (SR) ini menyebabkan serangkaian tsunami dahsyat di sepanjang daratan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Bahkan gempa ini memakan korban jiwa hingga menyentuh angka 170.000 jiwa. Hal yang tentunya amat sangat sulit dilupakan terutama bagi para korban yang mengalaminya, bahkan harus rela kehilangan harta benda, nyawa, bahkan kehilangan sanak saudara.
Saat ini ketika gempa bumi ini terjadi, banyak yang merasa bahwa bencana ini merupakan bencana alam yang sudah tidak asing lagi di negri ini, sama seperti halnya bencana banjir, longsor, gunung meletus, kekeringan dan masih banyak yang lainnya, namun kalau kita mau berfikir kenapa bencana alam ini bisa amat sangat masif terjadi?.
Bencana alam memang hal yang sangat tidak diharapkan adannya , namun sayangnya melihat seringnya bencana alam silih berganti, termasuk gempa yang akhir-akhir intensitasnya tinggi sudah seharusnya membuat masyarakat dan para penguasa negri ini untuk bersegera berintrospeksi diri, karena sebenarnya bencana alam yang sering terjadi saat ini bukanlah semata- mata faktor alam yang sering diklaim sebagai sebab utamanya, namun hal yang lainnya yang sering di lupakan yakni karena ulah tangan manusia itu sendiri. Sebagai mana firman Allah SWT: ” Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ( ke jalan yang benar). Surat Ar-Rum ayat 41.
Dimana berbagai kerusakan dan permasalah yang terjadi saat ini, yang menjadi salah pencetusnya karena sudah banyak manusia yang melakukan berbagai kedzaliman, termasuk saat manusia acuh dan menghiraukan berbagai perintah dan larangan Allah SWT di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Saat negara ini menganut sistem sekuler-kapitalis , yakni memisahkan agama dari kehidupan, secara otomatis manusia akan jauh dari aturan Allah SWT , baik itu dalam hal mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan sesamanya , termasuk dalam hal bernegara. Maka sudah dapat dipastikan ketika aturan Allah SWT tidak dipakai untuk mengatur kehidupan akan banyak melahirkan kebijakan-kebijakan yang menghantarkan pada kerusakan , baik itu kerusakan dari sisi manusia itu sendiri , bahkan dari sisi alamnya.
Berbeda ketika Islam di pakai untuk mengatur kehidupan, termasuk dalam hal bernegara , Para penguasa di di dalam kepemimpinan Islam , akan senantiasa memastikan aturan- aturan diberlakukan dalam mengurus masyarakat dan bernegara akan berjalan sesuai dengan hukum syariat islam. Maka ketika bencana alam itu terjadi, para penguasa dan masyarakat akan bersegera bermuhasabah diri, sejarah pun telah mencatat bagaimana ketika gempa bumi terjadi di masa Khulafaur Rasyidin di era Umar bin Khattab seperti dirawikan dalam Manaqib Umar, karya Ibnu Abid Dun-ya. Beliau berkata, ‘Wahai sekalian manusia, tidaklah gempa ini terjadi melainkan karena perbuatan kalian. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika peristiwa ini kembali terulang, niscaya aku tidak ingin tinggal bersama kalian lagi di tempat ini, untuk selama-lamanya’.
Begitulah kepemimpinan Islam ketika Allah SWT memperingatkan manusia dengan adannya gempa, penguasa dan masyarakatnya akan senantiasa bersegera bertaubat karna takut akan kerasnya ancaman Allah dan itu merupakan d salah satu bentuk kekuasaan Allah SWT yakni dengan mendatangkan gempa yang hal itu tentunya sangatlah mudah bagi Allah SWT , yang merupakan salah satu bentuk sifat dari Allah SWT yakni Maha Esa dan Maha Kuasa.
WaILahu a’Lam bish-shawab.
No comments:
Post a Comment