Oleh Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
Matahari belum meninggi
Pagi masih sunyi
Tubuh rebah belum berbenah
Enggan membuka mata ngeri menatap dunia
Berserak kertas tanpa tinta
Beralih gores di dinding raga
Bayang rupa terlintas nyata
Enggan membuka mata ngeri membuka pintu dunia
Mesin benak berputar-putar
Mabuk terpuruk pupus menyimak
Ulah pati memanggil diri
Enggan membuka mata ngeri menapaki dunia
Duhai….
Ingin pulang…
Ingin disayang…
Ingin melayang….
Tempat ini terlalu sempit untuk melanjutkan kepandaian
Terlalu busuk untuk mengolah masakan ilmu
Terlalu garang untuk meramu
Enggan membuka mata ngeri menatap senja
Terseok langkah memapah raga
Terpental jiwa menyimak luka
Terjerembab diri menutup duka
Suka hampir tak ada masa
Enggan membuka mata ngeri menghirup udara
Pulang …
Bayang-bayang rumah terkenang
Namun sendiri tak mampu mengenang
Para bedebah hancurkan rasa tenang
Enggan membuka mata ngeri sistem ini telah membuat gila
Pulang….
Terpilih cepat peta tersingkat
Ulah pati memanggil lagi
Mungkin ini yang beri arti
Selesaikan seluruh masalah diri
Enggan membuka mata ngeri bertemu hari
Duhai….
Terpilih mati
Untuk pulang yang tak dinanti
Note: Teruntuk generasi, pulanglah dengan Iman takwa di dalam diri. Bunuh diri bukan pilihan. Sistem kapitalisme demokrasi sekuler lah yang harus mati. Bukan kalian.
No comments:
Post a Comment