Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharam Bulan Momen Perubahan Hakiki

Saturday, August 03, 2024 | Saturday, August 03, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:40:55Z

Oleh Ummu Fauzi
Pegiat Literasi

Muharam adalah bulan yang banyak memiliki keutamaan serta makna yang sangat penting bagi umat Islam. Muharam juga merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini sebuah sejarah terjadi yaitu hijrahnya Nabi Muhammad saw. dari Mekah ke Madinah yang menjadi titik awal penyebaran agama Islam ke seluruh penjuru dunia. Bagi umat Islam bulan ini termasuk salah satu bulan mulia dan disambut sebagai tahun baru Islam. Banyak acara keagamaan diadakan sebagai bentuk penghormatan, seperti kegiatan yang dilaksanakan oleh Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Pada tanggal 21 Juli 2024 Desa Cileunyi Wetan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam menyelenggarakan Gebyar Muharam jilid III yang berlangsung di Aula Desa Cileunyi Wetan. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti musabaqoh tilawatil qur’an, mewarnai, kaligrafi, tahfidz, pildacil, pembacaan barzanji, nadzoman, dan pidato antar ketua RT dan RW. Selain itu ada juga acara santunan anak yatim dan cukur rambut dengan bayar seikhlasnya yang hasil uangnya didonasikan kepada anak yatim. Ketua GP Ansor Ridwan mengungkapkan sangat bangga dengan antusias warga yang membuktikan bahwa keberadaan mereka di terima oleh masyarakat disana. Sedangkan H. Hari Hariono S.H. selaku Kepala Desa menyampaikan apresiasinya dengan kegiatan tersebut yang dirasakan dampaknya yaitu kegiatan keagamaan di Desa Cileunyi Wetan semakin berkembang dan masif.

Kegiatan-kegiatan di atas sudah menjadi agenda rutin tahunan setiap memasuki bulan Muharam. Tahun baru Hijriah atau bulan muharam selalu disambut dengan meriah. Mereka memahami dibulan ini banyak keutamaannya, terutama melakukan amalan-amalan mahdoh yang akan dilipatgandakan pahalanya, seperti amalan saum sunah, sedekah, dan menyantuni anak yatim, juga gebyar tablihg akbar yang diselenggaran oleh masjid-masjid yang ada di lingkungan mereka. Tetapi semua itu hanya sekedar seremonial tahunan yang tidak berdampak pada perubahan yang menjadi tujuan utama hijrah.

Semua kegiatan tersebut memang patut diapresiasi. Tetapi sayangnya hal itu dapat menggiring umat untuk sekedar mengingat momen hijrah tanpa memahami makna yang sebenarnya. Bulan Muharam merupakan bulan permulaan hijrah yang menjadi momen pembentukan masyarakat dan negara Islam. Umat Islam yang dulu jahiliyah selama di Mekkah telah berhasil memiliki suatu institusi yang menyatukan dan menjadikan umat Islam kuat. Dengan begitu mereka dapat memperoleh ketenangan dalam beribadah dan kemenangan atas agama lain. Ketenangan dan kemenangan yang seperti zaman Rasulullah-lah yang harus diperjuangkan pada masa sekarang.

Ketika memperhatikan masa sekarang tidak jauh berbeda dengan keadaan Mekkah pada masa sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Banyak kemaksiatan dan kesyirikan yang terjadi dimana-mana. Fakta sekarang umat Islam berada dalam sistem jahiliyah modern yaitu sitem sekuler liberalisme. Ajaran Islam dijauhkan dari pemeluknya. Islam hanya ditempatkan dalam urusan ibadah, akhlak dan keluarga saja yang diperbolehkan. Sementara dalam aspek kehidupan lainnya seperti ekonomi, hukum, pergaulan, pendidikan, keamanan, dan lainnya masih menerapkan aturan sekuler. Bahkan dalam sistem kehidupan sekulerisme akidahpun terancam. Karena aturan ini telah melahirkan ide liberalisme (kebebasan). Maka wajar muncul paham pluralisme dan sinkretisme. Akibatnya kualitas ibadah umat pun jauh dari kata layak, sehingga menyebabkan mereka jauh dari aturan-aturan agama. Mereka berperilaku bebas melakukan apa saja sesuai dengan kehendak nafsunya. Pergaulan dikalangan remaja sudah bebas tanpa batas yang menyebabkan perzinaan yang berujung pada tindakan aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan.

Keadaan Mekkah ketika ditinggalkan Rasulullah dalam keadaan menjalankan aturan-aturan jahiliyah. Masyarakatnya masih mempertahankan sistem kehidupan yang penuh dengan kesyirikan, perdukunan dan takhayul, perjudian, riba perzinaan, kecurangan dalam perdagangan, ketimpangan ekonomi, penindasan terhadap perempuan serta fanatisme kesukuan dan lain-lain. Pada saat yang sama mereka memusuhi Rasulullah karena menyeru kepada Islam yang membawa aturan-aturan untuk mengubah secara total aturan hidup kufur yang mereka jalankan.

Kejahiliyahan tidak terbatas pada zaman dan kondisi tertentu. Jahiliyah identik dengan kondisi yang bertentangan dengan ketentuan syariat Islam. Keadaan ini terjadi pula pada saat ini sekalipun di negeri yang sebagian besar beragama Islam. Umat Islam harus disadarkan bahwa realitas rusak yang sedang dihadapi akibat dari diterapkannya sistem kapitalis-sekuler yang menyebabkan hukum-hukum Allah di tinggalkan. Sekulerisme adalah konsep pemisahan agama dari kehidupan. Negara sekuler telah mendaulat rakyat sebagai sumber kebenaran. Konsep vox populi vox dei (suara rakyat suara tuhan) menjadi slogan yang berujung menjauahkan aturan agama dari negara.

Penerapan ide sekulerisme dalam kehidupan menyebabkan berbagai kebejatan moral. Pesantren, lembaga dakwah dan kegiatan keislaman memang masih diizinkan, namun tempat-tempat maksiat tetap menjamur, minuman keras dilegalkan, riba merajalela, hedonisme menjadi budaya, pergaulan bebas terjadi dimana-mana. Begitulah hidup ditengah penerapan sistem sekuler. Karena itu muslim membutuhkan suatu negara yang menaungi umat Islam dengan hukum yang bersumber dari Allah Swt..

Dengan melihat fakta dan merasakan apa yang terjadi dalam negara yang menerapkan sistem sekuler demokrasi umat harus segera sadar, bangkit dari kondisi yang semakin terpuruk. Umat harus segera mengadakan perubahan yang menyeluruh bukan hanya perubahan individu. Perubahan atau hijrah individu tidak akan menyelesaikan persoalan umat yang sedemikian kompleks. Perubahan total tidak bisa dilakukan dalam sistem ini. Sudah banyak kita saksikan banyak orang baik yang terjebak dalam sistem demokrasi dan akhirnya menjadi rusak.

Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang hakiki, perubahan secara menyeluruh atas pemikiran dan pemahaman serta sistem dalam kehidupan. Hijrah dari pemikiran dan pemahaman kufur ke pemikiran dan pemahaman Islam secara kaffah. Terdapat tiga pilar yang diperlukan untuk membangun kesempurnaan Islam secara kaffah yaitu: ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan penerapan syariat oleh negara.

Dengan berpedoman pada Hijrah Nabi saw., pada saat ini jelas sekali diperlukan hijrah secara sistematik. Harus ada sistem pengganti yang lebih baik. Bulan Muharam bukan hanya ritual tahunan dengan mengadakan istigosah, tabligh akbar, dan kegiatan keagamaan lainnya yang hanya sebatas formalitas. Tetapi Bulan Muharam harusnya dijadikan momen untuk kebangkitan dan perubahan hakiki, sebagaimana di zaman Rasulullah. Dimana hijrahnya menjadi tonggak peradaban Islam.

Wallahualam bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update