Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis di Dunia Pendidikan

Saturday, August 31, 2024 | Saturday, August 31, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:07Z

Oleh Mardiyah
Guru di Sekolah Anak Tangguh Kuningan

“UGM memberikan layanan kesehatan mental sehubungan adanya kasus bunuh diri mahasiswanya berupa screening kesehatan mental dengan mengisi KRS,” Hal itu disampaikan oleh sekretaris UGM Andi Sandi melalui pesan singkat. (kumparan.com, 13/8/2024)

Penyebab bunuh diri di kalangan mahasiswa diantaranya karena perundungan/bullying ada juga yang karena terlilit pinjol. Masih ada kemungkinan sebab yang lain yang membuat mahasiswa bunuh diri.

Kenapa mahasiswa bunuh diri?  Kemungkinan mahasiswa tersebut merasa galau, cemas, frustasi, dan merasa tidak punya harapan hidup. Ini menggambarkan beratnya masalah yang sedang dihadapi mahasiswa. Beratnya hidup mahasiswa tersebut diduga kuat ada kaitannya dengan sistem kehidupan yang diterapkan saat ini, yaitu sekularisme.

Sistem Pendidikan sekuler tidak mampu melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, berkepribadian Islam. Sistem ini terbukti melahirkan generasi yang rapuh, tidak tahan cobaan, penggemar narkoba dan gaul bebas. Padahal generasi muda adalah tumpuan harapan, generasi yang akan melanjutkan estafeta kehidupan suatu bangsa dan negara.

Kenapa sistem pendidikan sekuler tidak mampu melahirkan generasi yang hebat? Karena sistem ini sistem buatan manusia yang terbatas akal dan kemampuannya. Sistem ini tidak mau mengambil aturan agama sebagai aturan untuk mengatur masalah pendidikan dan aspek kehidupan lainnya. Manusia itu terbatas, usianya, kemampuannya, kecerdasannya, dan lain-lain. Kalau manusia diberikan kewenangan membuat aturan, maka aturannya cenderung yang menguntungkan dirinya sendiri, dan merugikan orang lain. Inilah aturan sifat dari aturan/sekular.
Dengan gambaran sistem hidup seperti seolah dianggap wajar ketika mahasiswa menghadapi masalah dalam hidupnya mencari jalan pintas dengan bunuh diri. Tidak berpikir bunuh diri itu hal yang dilarang dalam agama (Islam), tidak berpikir kalau bunuh diri itu perbuatan dosa.

Sistem Islam pernah eksis di dunia selama hampir 13 abad. Dari sini juga lahir sistem Pendidikan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem politik Islam dan lain-lain. Sistem Pendidikan Islam lahir akidah Islam yang shahih telah memberikan pelajaran berharga bagi manusia yang hidup di muka ini. Dengan menghadirkan generasi terbaik sepanjang sejarah peradaban manusia. Dimana keamanan terjamin sempurna, tingkat stress masyarakatnya hampir nol karena kemakmuran dan kesejahteraan benar benar mencapai puncaknya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan sangat pesat, menunjukkan pada dunia tingginya peradaban Islam saat itu. Zaman itu digelari “The Golden Age of Islam. Zaman itu terjadi tahun 750 M – 1258 M saat daulah Abbasiyah masih eksis dengan pemimpinnya Harun al-Rasyid. (Wikimedia.com)

Sistem Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia berkepribadian/bersyaksiyah Islam dimana pola pikir Islami dan pola sikapnya juga Islami. Maka sangat wajar kalau sistem pendidikan Islam ini melahirkan manusia hebat.

Tak kalah pentingnya sistem ekonomi Islam juga menghantarkan umat Islam tercukupi kebutuhan sandang,  pangan, papan, pendidikan dan kesehatannya. Mekanisme yang unik dari sistem Islam ini mewajibkan penguasa sebagai pelindung dan penanggung jawab rakyatnya.
Rasulullah bersabda : “Seorang pemimpin itu raa’in/penanggung jawab dan dia akan ditanya masalah kepemimpinannya di akhirat kelak.” (HR Ahmad, Bukhari)

Pengelolaan kepemilikan umum juga mewajibkan negara mengelola dan mendistribusikan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat misalnya untuk keperluan pendidikan, kesehatan, pembangunan fasilitas umum seperti jalan raya, mesjid dan lain lain.

Islam sangat rinci membagi masalah kepemilikan, ada kepemilikan individu seperti pakaian, rumah, kendaraan. Kepemilikan umum seperti sumber daya alam seperti tambang emas, nikel, batu bara, kekayaan yang ada di lautan maupun di hutan.

Syariah Islam mengharamkan pengelolaan kepemilikan umum ini kepada swasta atau negara asing.  Kepemilikan negara seperti zakat, pajak dari kafir dzimmi/jizyah, pajak dari tanah yang ditaklukkan/kharaj, harta milik seseorang yang meninggal namun tidak punya ahli waris. Hakikatnya harta milik negara adalah hak seluruh kaum muslimin yang pengaturan dan distribusinya diatur oleh negara.

Melihat berbagai permasalahan negeri ini dengan krisis multidimensi di berbagai bidang kehidupan sangat layak kalau kaum muslim kembali kepada ajaran Islam. Dengan menerapkan sistem Islam/idiologi Islam dalam mengatur kehidupan sehari-hari umat Islam. Karena Islam itu solusi atas segala masalah manusia.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update