Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KESEJAHTERAAN GURU DALAM SiSTEM ISLAM

Thursday, August 22, 2024 | Thursday, August 22, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:27Z

Oleh: Emy

(Ibu rumah tangga).

TRIBUNJABAR..ID, KABUPATEN BANDUNG – Ribuan guru agama di kabupaten Bandung mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna, atas perhatian yang luar biasa terhadap para guru pendidikan Agama Islam (PAI) di kabupaten Bandung.
Tak hanya itu, mereka juga menyatakan untuk mendukung dan all out memenangkan Bupati Dadang Supriatna, pada pilkada Kabupaten Bandung 27 November mendatang.

Salah satu guru PAI asal kecamatan Bojongsoang Tisna mengatakan, para guru PAI Kabupaten Bandung sepakat untuk mendukung dan memenangkan Dadang Supriatna dalam pemilihan Bupati (pilbup) 2024. Keputusan tersebut diambil, sebagai bentuk apresiasi atas perhatian Bupati Dadang Supriatna terhadap kesejahteraan para guru PAI, di kabupaten Bandung.

Inilah fakta yang terjadi dimasyarakat kapitalis ini begitu nyata, para guru PAI yang siap untuk mendukung seorang pejabat hanya karena mereka diberikan sebuah janji kesejahteraan. Mestinya kesejahteraan itu diberikan bukan karena pejabat itu mempunyai kepentingan ingin didukung dan dipilih. Tetapi, sudah seharusnya menjadi hak guru untuk mendapatkan kesejahteraan. Itulah watak kapitalis, yang segala sesuatunya disandarkan pada keuntungan belaka.

Guru adalah, orang yang memiliki peranan penting dalam hal pendidikan, menjadi guru atau pengajar bukanlah sekedar profesi saja. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan, tugas guru adalah membentuk karakter dan akhlak siswa. Oleh karena itu Islam sangat menghargai dan menghormati profesi seorang guru. Diibaratkan, guru adalah orang yang menyebarkan cahaya ilmu dalam kegelapan, dan yang mempunyai gelar Pahlawan tanpa tanda jasa.

Terlebih, guru yang mempunyai kedudukan lebih tinggi sebagai guru PAI. Guru PAI lebih memberikan ilmu pengetahuan, membimbing Akhlakul Karimah, dan mengarahkan tingkah laku yang baik kepada muridnya, supaya dapat menjalankan kehidupan sesuai dengan syari’at agama Islam. Maka dari itu, dalam Islam guru dianggap pemimpin rohani, yang membimbing anak didiknya dalam pemahaman agama dan kehidupan spiritual. Selain mengajarkan ilmu agama, guru juga harus mengajarkan etika dan moral kepada murid-muridnya.

Seharusnya para guru diperintahkan kesejahteraan hidupnya, agar fokus dan bersemangat dalam membentuk generasi cemerlang dan berakhlakul Karimah. Tetapi apa yang terjadi dinegeri yang katanya ,”Gemah ripah loh jinawi ini, kesejahteraan guru kurang diperhatikan, yang lebih miris lagi guru yang berada dipelosok pedesaan, selain mereka digajih minim dan pasilitasnyapun jauh dikatakan layak, kesejahteraannya pun tidak diperhatikan. Padahal tugas mereka sangatlah berat dan mulia, tanpa guru apalah jadinya generasi yang akan datang. Gurulah yang berupaya untuk membentuk manusia berilmu, berakhlak dan berkarakter, untuk keberlangsungan kemajuan suatu bangsa.

Dalam Islam kesejahteraan guru dan ulama diutamakan, dan diberikan upah yang layak, atas kontribusi mereka dalam menyebarkan dan mengajarkan ilmu agama, dan ilmu pengetahuan. Pemerintah dalam Islam pada umumnya, memberikan penghargaan yang tinggi kepada guru. Dan memberikan dukungan finansial demi keberlangsungan pengajaran. Beda sekali dengan nasib guru dinegara yang mengadopsi sistem Sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, negara tidak bersungguh-sungguh dalam memperhatikan nasib para pendidik, padahal pendidikan merupakan suatu pilar peradaban yang harus diprioritaskan. Karena dalam proses pendidikan akan membentuk generasi yang berkualitas, karena generasi adalah calon pemimpin dimasa depan, oleh sebab itu Islam mempunyai konsep untuk mewujudkan generasi yang berkualitas yang sesuai dengan agama Islam.

Dalam sistem pendidikan Islam, segalanya diatur mulai dari kurikulum, cara mengajar dan pengelolaan sekolah dijalankan sesuai aturan Islam. Negara akan selalu memperhatikan para guru, karena negara Islam memiliki perekonomian yang cukup atau tidak kekurangan. Sehingga negara mempunyai dana untuk dunia pendidikan, terlebih lagi untuk mensejahterakan para guru. Beda sekali didalam pemerintahan sistem kapitalis ini, segala sumber daya alam diserahkan seluruhnya kepada swasta dan para oligarki, sehingga untuk mensejahterakan gurupun tidak mempunyai anggaran yang cukup.

Sudah saatnya, kita kembali pada sistem yang mampu mensejahterakan rakyat dalam segala bidang, termasuk mensejahterakan guru. Karena hakekat guru dalam Islam adalah mengemban misi Rahmatan lil – Alamiin, yaitu suatu misi yang mengajak manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum Allah SWT, agar memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Disini jelas para guru membutuhkan hadirnya sistem pendidikan Islam, yang akan memuliakan profesi guru. Semua itu akan terwujud jika sistem Daulah Islam tegak, dan bukan pada sistem yang lainnya.

Wallahu alam Bisshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update