Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ilusi Keadilan Dalam Sistem Demokrasi

Thursday, August 29, 2024 | Thursday, August 29, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:39:10Z

Pembebasan hukuman pada Donald Tanur oleh Pengadilan Surabaya, sungguh mengejutkan, dimana Donald Tanur yang sudah jelas terbukti bersalah membunuh teman wanitanya, divonis bebas oleh Hakim di Pengadilan Surabaya.

Donald Tanur merupakan anak dari seorang anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Edwar Tannur. Donald Tannur diberi vonis bebas oleh Pengadilan Surabaya karena bukti-buktinya dianggap tidak meyakinkan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Hakim Erintuah Damanik bahwa “Sidang telah mempertimbangkan dengan seksama dan tidak menemukan bukti yang meyakinkan terdakwa bersalah seperti yang didakwakan (TribunJatim.com 24 Juli 2024)

Walaupun bukti-bukti kejahatan sudah lengkap namun tetap Majelis Hakim Surabaya membebaskan Donal Tannur. Dengan ketidakadilan ini, keluarga korbanlah yang paling dirugikan, dimana pelaku tidak mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Sungguh sulit mendapat keadilan yang hakiki dalam sistem Kapitalisme Liberalisme saat ini. Dimana hukum yang berlaku tumpul keatas, mengerucut ke bawah. Para penguasa dan oligarki dapat dengan mudah membeli pengadilan. Dengan sejumlah materi tertentu Hakim dapat membebaskan para pelaku kejahatan. Berbeda halnya dengan kejahatan yang dilakukan masyarakat, mereka harus dihukum setimpal dengan kejahatannya.

Bahkan dalam sistem ini dalam beberapa kasus kejahatan dapat terjadi pengalihan hukuman dari pelaku yang bersalah pada pihak yang tidak bersalah. Mereka dipaksa untuk mengakui kejahatan yang tidak dilakukannya. Kehidupan sekuler menjadikan mereka tidak memperhatikan norma agama, tujuan mereka hanya untuk mendapatkan materi sebesar-besarnya. Pengadilan yang sejatinya tempat untuk mencari keadilan, dapat mereka permainkan untuk mencapai kepentingan mereka.

Hal ini terjadi karena sistem ini menganut empat paham kebebasan salah satunya kebebasan bertingkah-laku. Dimana para penguasa maupun para oligarki bebas untuk melakukan perbuatan apapun untuk mencapai tujuannya. Termasuk dalam hal penentuan hukuman bagi pelaku kejahatan dalam pengadilan. Hukuman yang diberikan seringkali tidak sesuai dengan kejahatan yang telah dilakukannya.

Dalam Islam setiap perbuatan yang
melanggar syariat harus mendapatkan ganjaran sesuai dengan yang ditetapkan Allah SWT. Karena hukum Islam bersifat jawazir dan jawabir. Artinya setiap hukuman yang diberikan akan menjadi penebus dosa di akhirat. Dengan hukum Islam akan memberi efek jera bagi para pelakunya. Hukum Islam berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat, baik pejabat atau bukan. Pengadilan dalam Islam bertujuan menciptakan kemaslahatan bagi kehidupan masyarakat.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 8 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil dan janganlah sekali-kali kebenciannmu kepada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil”.

Dalam Islam setiap orang memiliki hak yang sama dalam memperoleh keadilan. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dihadapan kaum muslimin, pada saat terjadi pencurian yang dilakukan oleh seorang wanita yang disegani dari Bani Mahzum. Dimana wanita ini meminta keringanan hukuman kepada Rasulullah melalui Usamah bin Zaid. Rasulullah berdiri dan berkhutbah ” Sesungguhnya yang telah membinasakan umat sebelum kalian adalah jika ada orang yang terhormat dan mulia diantara mereka mencuri, mereka tidak menghukumnya. Sebaliknya jika ada orang rendahan yang mencuri, mereka tegakkan hukum terhadapnya. Demi Allah bahkan seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya!”.

Begitu tegasnya Islam dalam menerapkan hukum Allah SWT. Dalam Islam semua derajat manusia sama yang membedakan hanyalah tingkat ketaqwaan dihadapan Allah SWT. Untuk itu agar tingkat ketaqwaan masyarakat terus meningkat, maka harus ada amar ma’aruf nahi mungkar, dengan terus mendakwahkan Islam. Sehingga masyarakat menjadi paham terhadap agamanya dan terhindar dari perbuatan melanggar syariat. Dengan begitu akan tercipta kehidupan yang penuh dengan kesejahteraan dan keberkahan dari Allah SWT. Allahu ‘alam bisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update