Oleh: Iria Trisna
(Aktivis Muslimah Deli Serdang)
Banjarmasin,- Rumah Sakit jiwa (RSJ) Sambang lihum, Kecamatan Gambut, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan(Kalsel) belakangan ramai kedatangan pasien dengan kondisi mabuk yang disertai halusinasi.
Direktur RSJ Sambang lihum, Yuddy Riswandy mengungkapkan jika pihaknya saat ini menangani 28 pasien yang diketahui sebelumnya mengonsumsi Kecubung.
Ada 28 orang yang terbagi dari 25 laki-laki dan 3 perempuan dengan rentang usia dari 20 tahun hingga 53 tahun, ujar Yuddy Riswandy dalam keterangannya yang diterima, Rabu (10/7/2024).
Dari 28 pasien yang dirawat tersebut, 2 diantaranya meninggal dunia, yaitu pasien laki-laki meninggal dunia pada Jumat pekan lalu, sementara pasien wanita meninggal dunia pada, Selasa (9/7/2024).
Berdasarkan informasi dari buku Tanaman obat, warisan tradisi Nusantara untuk kesejahteraan Rakyat oleh kementerian pertanian RI ” oleh Kementerian pertanian RI, kecubung memiliki nama latin Datura Fastuosa dengan famili Solanaceae. Kecubung dikenal sebagai salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai pengobatan alami. Namun, perlu diwaspadai dibalik khasiat dan manfaatnya, kecubung juga mempunyai kandungan senyawa aktif yang memberikan efek racun bagi yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam memanfaatkan tanaman ini.
Tanaman kecubung merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki efek lebih berbahaya bagi tubuh manusia.
Tanaman tersebut sering disalahgu nakan orang menjadi zat adiktif, seperti Narkoba. Dan bunga kecubung kerap digunakan sebagai penghilang kesadaran atau sebagai zat pembius, sebab racun kecubung berkhasiat anestasi. Hal itu karena tanaman ini mengandung metil kristalin yang mempunyai efek relaksasi. Sifat kecubung yang bisa memabukkan membuat tanaman itu termasuk dalam daftar 15 tanaman yang diusulkan kementerian kesehatan untuk masuk dalam golongan narkotika, dan efek mabuk kecubung jauh lebih dahsyat ketimbang ganja. Itulah mengapa sering terdengar cerita orang berhalusinasi atau tidak sadarkan diri sampai berhari-hari karena mengonsumsi Kecubung.
Mabuk Kecubung menunjukkan rusaknya generasi dalam menjalani kehidupan termasuk dalam menyelesaikan masalah, juga lemahnya ketahanan Mental yang terjadi pada generasi muda dan Islam. Adapun secara mendasar penyebab masalah kesehatan mental sangat kompleks, tidak hanya faktor internal melainkan juga faktor eksternal.
Saat ini, kita hidup didalam cengkraman ideologi Sekuler Liberalisasi Kapitalisme yang berorientasi materi dan menciptakan gap antara si kaya dan si miskin. Budaya hedonisme dengan flexing dan konsumerismenya juga menciptakan kebahagiaan semu dan juga palsu. Kondisi ini memberikan banyak tekanan terhadap mental yang kosong secara spiritual akibat prinsip Sekuler yang menjauhkan agama dari kehidupan. Selain itu, pendidikan yang berorientasi capaian nilai/ skill yang an sich, tetapi mengabaikan pembentukan kepribadian Islam, tidak dapat memberikan bekal cukup Pemuda untuk menghadapi berbagai problematika kehidupan. Hilangnya peran orang tua karena sibuk dalam laju kapitalisasi akhirnya menciptakan generasi pemuda stroberi bermental lemah.
Hal tersebut menggambarkan kegagalan sistem pendidikan sekuler liberal dalam mencetak generasi berakhlak mulia justru mencetak generasi dengan perilaku Liberal.
*Sistem kehidupan* *Islam*
Sistem kehidupan seperti apa yang harus diwujudkan agar masyarakat khususnya generasi muda senantiasa berada dalam keadaan prima, baik dari segi fisik, psikologis, ekonomi, sosial, dan spiritual?
Tentunya bukan sistem Sekuler Kapitalisme liberalisme!
Ironisnya, saat ini kita kaum Muslim hidup dalam Negara Sekuler Kapitalis yang memberlakukan prinsip Survival Fittest. Berbeda halnya dengan kekhalifahan pada masa peradaban emas Islam. Negara dan penguasa harus menjalankan tugas sebagai Junnah, yakni pelindung dan pengayom seluruh umat.
_Rasulullah Saw bersabda ” Sesungguhnya imam (Khalifah) itu laksana perisai, orang -orang_ _akan berperang dibelakangnya (mendukung) dan berlindung (dari Musuh_ ) _dengan kekuasaannya. _Jika seorang imam_ _(Khalifah)_ _memerintahkan supaya bertakwa kepada Allah Azzah wa jalla dan_ _berlaku adil, maka_ _ia Khalifah mendapat pahala karenanya dan jika ia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa_
( _HR Bukhari dan Muslim)._
Islam memberikan pandangan yang benar melihat kehidupan seperti bagaimana menyikapi masalah kehidupan? Islam juga mengatur penyaluran rasa sedih, marah, khawatir dan sebagainya, dan Islam mengajarkan tentang tujuan hidup yang hakiki, yaitu akhirat. Pada hakikatnya dunia adalah tempat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, tidak seperti pandangan kaum sekuler yang menjadikan dunia sebagai tujuan akhir hidup semata.
Islam juga mengajarkan sabar, shalat, dan berdoa kepada Allah SWT sebagai salah satu jalan keluar dari semua problem kehidupan. Begitu pula pada aspek pendidikan Islam mengajarkan, kurikulum pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi berasaskan pada akidah Islam dan bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam yang kuat dan mampu dalam keterampilan hidup yang mendukung pada kemaslahatan ummat manusia.
Visi pendidikan adalah mencetak generasi pemuda, tangguh bermental pemimpin, pejuang, dan produktif, sehingga keimanan yang dimiliki generasi muda Islam yang dimiliki juga akan menuntun sikap dan perilaku berkepribadian Islam yang mempunyai karakter yang bijak sesuai tuntunan syariat Islam.
Solusi tersebut hanya dapat terwujud apabila sistem sekuler liberal kapitalisme yang berjalan saat ini di seluruh dunia dicabut dari akarnya, lalu menggantinya dengan sistem Islam secara Kaffah diberbagai bidang kehidupan manusia.
Dan semua itu perlu usaha dan peran dari seluruh umat Muslim untuk mewujudkannya. Wallahu a’lam bissawab.
No comments:
Post a Comment