Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Salah Tangkap Tersangka Pembunuhan Vina Cirebon

Monday, June 17, 2024 | Monday, June 17, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:43:50Z

Oleh : Nina Iryani

 

Tuduhan dan hukuman seharusnya diberikan pada orang yang benar-benar bersalah. Itu pun setelah terbukti otentik dari mulai pemeriksaan, pengadilan hingga dijatuhi hukuman.

Sayangnya prosedur penangkapan bisa sampai salah bahkan viral diberbagai media sosial. Banyak kasus terjadi, orang yang tidak bersalah menjadi korban salah tangkap bahkan menuai penganiayaan hingga trauma mental dialami orang yang tidak bersalah.

Dilansir dari Tempo. Co. Jakarta- mantan narapidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016. Saka Tatal mengaku menjadi korban salah tangkap. Terdakwa dengan vonis 8 tahun penjara dan kini sudah bebas itu bersuara setelah kasus pembunuhan Vina Cirebon tersebut kembali mencuat. Saat peristiwa terjadi, kata dia, dirinya tengah berada di rumah.

Sesaat sebelum ditangkap, Saka mengaku disuruh oleh pamannya untuk mengisi bahan bakar motor di stasiun pengisian. Namun saat dirinya kembali sudah ada polisi yang menunggu. Tanpa ada penjelasan, dia kemudian ditangkap dan dibawa ke Polres Cirebon kota. Tak hanya salah tangkap ia juga mendapat kekerasan fisik agar mengakui perbuatan yang tidak diperbuatnya.

Allah SWT berfirman:

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim.”
(TQS. Al-Hud ayat 18).

Allah juga berfirman:

“Dan Kami katakan kepada orang-orang yang zalim, ‘rasakanlah olehmu azab neraka yang dulu kamu dustakan.”
(TQS. Saba ayat 40).

Allah pun berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.”
(TQS. Al-An’am ayat 21).

Rasulullah SAW bersabda:

“Bertakwalah kalian semua kepada Allah, dan takutlah kalian dari perbuatan zalim, karena sesungguhnya kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.”
(H.R Bukhari dan Muslim).

Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

“Takutlah kalian pada do’a orang yang dizalimi, karena sesungguhnya ia akan dibawa ke atas awan kemudian Allah berkata ‘dengan kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku, Aku pasti akan menolongmu, sekalipun nanti.”
(H.R At-Tabrani).

Demikian kejadian salah tangkap apalagi sampai tidak meminta maaf dalam Islam terkategori zalim atau perbuatan tidak baik dan aniaya.

Dalam Islam tidak akan sampai terjadi kejadian demikian, sebab dalam Islam:

1. Sebelum menuduh, harus ada bukti kuat dengan pemeriksaan, tabayyun (mendengarkan lebih dahulu dari tersangka dan penuduh).
2. Adanya saksi mata minimal 2 orang laki-laki atau 4 orang perempuan.
3. Adanya peradilan seadil-adilnya tanpa penganiayaan.
4. Jika tidak terbukti maka tidak ada hukuman. Jika terbukti, pelaku pembunuhan dihukum mati dengan qisos. Selain kasus pembunuhan sanksi diputuskan Khalifah sesuai kadar kejahatannya sesuai hukum Islam.

Demikian jika Islam diterapkan jangankan kasus besar, kasus yang dianggap kecil pun diadili seadil-adilnya. Dan tindakan segera dilakukan tanpa menunggu hingga bertahun-tahun apalagi masalah terlalu lama berlarut-larut.

Berbeda dengan sistem sekuler yang orang-orang elit politik, orang-orang yang memiliki ide bisnis mampu meraup keuntungan mencari cuan dari derita orang lain, baik itu dengan memperkeruh masalah, salah tangkap, ada yang malah membuat film horor kasus Vina Cirebon yang di dalamnya ada yang dikurangi dan ditambahkan, belum lagi adegan-adegan tidak pantas dipertontonkan malah merusak akhlak dan akidah umat dan sebaginya.

Hanya sistem Islam yang mampu mengusut tuntas semua masalah dunia bahkan akhirat, penerapan Islam kaffah seperti masa Rasulullah SAW, membuka gerbang keadilan dan kesejahteraan umat.

Mari kembali pada sistem buatan Allah yang telah memberikan sistem sanksi bagi manusia dengan adil.

Wallahu’alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update