Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rafah Butuh Solusi Bukan Janji

Saturday, June 01, 2024 | Saturday, June 01, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:26Z

Oleh : Anna Ummu Maryam
Pegiat Literasi Peduli Negeri

 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal melaporkan situasi terkini di Rafah setelah serangan Israel menyasar daerah tersebut. Iqbal menyebut kondisi di Rafah semakin buruk.

“Situasi di Rafah semakin memburuk dari hari ke hari. Serangan Israel yang semakin intens di Rafah menyebabkan 900 ribu orang dari sekitar 1.400.000 pengungsi tercerai-berai dan terpaksa meninggalkan Rafah,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal di Ruang Palapa Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (DetikNews.com, 29/5/2024).

Suasana kian mencekam setelah tank – tank Israel mulai memaksa memasuki wilayah pengungsian warga Gaza yang notabene adalah wilayah pertahanan terakhir dengan tembok pembatas yang tiada akses lainnya. Serangan bom yang dilepaskan telah menelan korban jiwa yang banyak yang pastinya warga sipil.

Tindakan ini dilakukan Israel dengan alasan bahwa pasukan Hamas bersembunyi diantara para pengungsi sehingga alasan ini yang memaksa mereka untuk mengeluarkan Hamas dari persembunyiannya.

Sejak awal Mei, Israel menyerang Rafah dan mengabaikan kekhawatiran akan keselamatan 1,4 juta warga sipil Palestina yang saat itu berlindung di kota tersebut. Sekitar 1 juta warga sipil telah meninggalkan kota tersebut, Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA).

Mereka meninggalkan kota tersebut sejak intensnya pasukan Israel dalam melakukan penyerangan bom yang telah menewaskan manusia tanpa perlawanan dan senjata apapun. Jelas ini genosida bukan serangan biasa.

Hanya Mampu Mengutuk Tak ada Aksi Nyata

Inilah yang kita dapati pada negeri – negeri Islam. Cacian , kecaman yang dilontarkan para penguasa negeri muslim tidak berefek apapun untuk menghentikan kekejaman Israel atas penduduk sipil di Rafah.

Lembaga internasional pun seperti PBB pun tak mampu menghentikan aksi tersebut walaupun telah disampaikan tindakan ini telah diluar batas dan kemanusiaan. Namun lagi – lagi pernyataan ini bagaikan longlongan tanpa ada bukti kongkrit.

Hal yang telah menghancurkan rasa kemanusiaan dan fitrah manusia yang menginginkan hidup dalam keadaan aman dan sejahtera ini diawali saat manusia menjadikan dirinya sebagai penetap peraturan hidupnya.

Sudah terbukti bahwa ini adalah kesalahan mendasar manusia. Karena manusia adalah makhluk ciptaan sehingga tidak pantas dan lemah terhadap dirinya. Sedangkan pencipta yaitu Allah SWT dengan sengaja disingkirkan demi kepentingan mereka kamu kapitalis.

Kapitalis ini telah melahirkan demokrasi yang dianggap sebagai solusi terhadap permasalahan yang ada. Padahal jelas, semakin sistem ini dipertahankan maka akan banyak pulalah kehancuran manusia didalamnya. Aturan ini memiliki dua mata pisau yaitu untuk mematikan lawan dan mengambil keuntungan dari kerusakan lawannya.

Sehingga wajar tak akan kita dapatkan sebuah solusi karena perspektif manusia berada dalam tataran yang rendah yaitu kepentingan diri atau kelompoknya. Manusia pada sistem ini dimatikan rasa naluri yang tinggi dan kepekaan rasa empati.

Maka apakah layak sistem ini masih dielu – elukan?. Masihkan dunia berharap sistem ini mampu memberikan perbaikan?. Berapa lamakah kita tidur dalam mimpi demokrasi ini?.

Kembali Pada Islam

Tak ada kata yang bisa terucap dan tak kuasa membantu langsung saudara seiman di Rafah hanya doa dan terus membantu tanpa batas dengan segala upaya untuk menghentikan kekerasan para zionis laknatullah.

Islam adalah agama yang universal dengan peraturannya yang mampu menjawab segala tantangan zaman. Penjelasan dalam Alquran telah menjadi kunci sukses kejayaan Islam dimasa lalu.
Islam selalu merangkul siapapun dan menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan hingga nama sistem Islam yang dikenal dengan nama khilafah telah menjadi model terbaik sistem yang ada didunia.

Berbondong-bondong manusia masuk kedalamnya dengan suka rela karena mereka telahenyaksikan bagiamana peran negara amat besar dalam menjaga kesejahteraan warganya walaupun bukan satu agama.

Hanya Islam yang dapat menerima keragaman dan hidup dengan rukun didalamnya. Saling menghormati pada tempatnya dan saling membantu menjaga keutuhan sistemnya.

Maka mengembalikan kedamaian dunia ini adalah dengan menerapkan kembali sistem Islam ‘ala minhajin nubuwwah sebagaimana yang pernah diterapkan oleh Para Nabi dan para Khalifah setelahnya. Maka kini keberadaan sistem khilafah adalah darurat karena genosida pada manusia terjadi dimana-mana dibelahan negeri lainnya .

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update