Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Operasi Bariatrik Tak Sekeren yang Ku Kira!

Sunday, June 23, 2024 | Sunday, June 23, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:43:27Z

Oleh: Ayu Ummu Umar
(Pegiat Literasi)

 

Memiliki tubuh yang sehat dan ideal adalah impian bagi setiap insan manusia di muka bumi. Akan tetapi, tidak semua manusia bisa merasakan nikmat sehat tersebut. Terlebih lagi jika tidak disertai dengan pola makan teratur, menu sehat dan seimbang serta pola hidup yang sehat. Maka Kesehatan yang hakiki bagaikan ilusi dari sang pemimpi. Lantas bagaimana dengan yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas?

Obesitas sendiri merupakan penumpukan lemak yang berlebih di dalam tubuh dimana jumlah kalori yang masuk tidak sebanding dengan yang dibakar. Sehingga ketika hal ini dibiarkan cukup lama, akan menyebabkan munculnya berbagai resiko penyakit lain seperti diabetes, hipertensi hingga penyakit jantung. Selain berpengaruh pada kesehatan tubuh, obesitas juga dapat mempengaruhi psikologis penderitanya bahkan bisa memicu stress hingga depresi.

Fenomena obesitas sendiri disebabkan karena selain dari gen, juga faktor budaya masyarakat saat ini yang cenderung bersifat konsumtif dan lebih banyak mengandalkan junk food, fast food, hingga faktor gaya hidup yang kurang gerak (Sedentary Lifestyle).

Dari data World Health Organization, penderita obesitas pada kalangan dewasa semakin meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990 dan meningkat 4 kali lipat pada anak dan remaja di rentang usia antara 5 sampai 19 tahun. Hingga pada 2022, kalangan dewasa dengan obesitas mencapai 43%. WHO (1/3/2024)

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Tanggerang, kasus obesitas merupakan kasus yang cukup banyak ditemukan. Bahkan pada Juni 2023 lalu, terdapat dua pasien obesitas asal Kota Tanggerang, Banten dengan bobot yang mencapai ratusan kilogram. It Works.ID (17/12/2023)

Dengan meningkatnya penderita Obesitas, menyebabkan dunia kesehatan semakin gencar dalam mengembangkan inovasinya. Salah satunya adalah mengurangi bobot berlebih pada pasien obesitas dengan metode operasi bariatrik.
Melansir dari Bisnis Style (8/6/2024), Sejak tahun 2008 operasi bariatrik telah di perkenalkan pada penderita obesitas, dan kini tren operasi bariatrik telah menjamur di kalangan masyarakat filipina, karena mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Seputar Operasi Bariatrik.
Bariatrik sendiri merupakan suatu ilmu pada bidang kedokteran untuk menangani pasien yang memiliki permasalahan dengan berat badan berlebih dan sulit menurunkan berat badan sekalipun telah melakukan diet dan olahraga. Adapun operasi bariatrik adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh dokter ahli bedah dalam upaya membantu menangani pasien untuk meminimalkan timbulnya komplikasi penyakit yang diakibatkan oleh obesitas. Sedangkan, metode operasi bariatrik adalah tindakan manipulatif organ dengan memodifikasi sistem pencernaan baik pada organ lambung ataupun usus kecil. Adapun pemotongan sebagian organ lambung pasien obesitas, dilakukan untuk menurunkan bobot tubuh yang berlebih. Misalnya, dari 100% kapasitas lambung, dihilangkan sebanyak 80% hingga tersisa 20% saja. Dengan demikian, akan membuat lambung sukar untuk menampung asupan nutrisi dalam jumlah yang banyak, disamping itu prosedur tersebut juga meminimalkan keluarnya hormon ghrelin sehingga mampu menekan nafsu makan. Hingga pada akhirnya hal ini berimbas pada penurunan berat badan pada pasien obesitas. Akan tetapi perlu diketahui bahwa, tindakan operasi bariatrik tidak serta merta dapat dilakukan oleh setiap orang terlebih jika bobot tubuhnya tidak memenuhi syarat. Tindakan ini pun hanya dapat dilakukan pada pasien dengan obesitas kelas 3 atau biasa disebut dengan obesitas morbid dimana Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 40 atau lebih dari 35 karena adanya komplikasi penyakit akibat obesitas yang di derita seperti penyakit jantung, sleep apnea, diabetes dan hipertensi.

Manfaat Operasi Bariatrik

Dari salah satu jurnal kesehatan Porto Biomedical terkait tindakan operasi Bariatrik, sejak tahun 1994 salah seorang dokter ahli bedah telah melakukan tindakan operasi pertama berupa bypass lambung laparoskopi dan tindakan bedah bariatrik, yang pada akhirnya mengalami perkembangan cukup pesat. Hingga pada 2011 diperkirakan metode tersebut telah digunakan di seluruh dunia hingga mencapai lebih dari 340.000 prosedur bariatrik. Hal ini karena manfaat yang di hasilkan pasca prosedur bariatrik yang tidak hanya banyak mempengaruhi perubahan dari segi fisik tapi juga pada psikologis penderita obesitas itu sendiri. Dilansir dari Siloam hospital (10/10/2023), Ada beberapa manfaat dari operasi bariatrik. Diantaranya,
1. Adanya penurunan berat badan dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dari penelitian menunjukkan bahwa, penderita obesitas yang mengalami penurunan dan pertahanan berat badan terdapat lebih dari 90%. Serta berat badan yang bertahan, berada pada rentang waktu 1 hingga 5 tahun setelah mengalami penurunan.

2. Peningkatan potensi harapan hidup.
Pada penderita obesitas pasca pembedahan bariatrik, memiliki harapan hidup yang lebih tinggi dibanding pasien obesitas non bedah. Karena komplikasi penyakit pada obesitas morbid telah diminimalkan melalui prosedur bariatrik.

3. Meningkatkan kualitas hidup.
Bagi penderita obesitas yang telah mengalami penurunan berat badan berlebih, akan cenderung merasa lebih percaya diri dan sangat berdampak baik pada interaksi sosialnya. Bahkan, perasaan stres, cemas hingga depresi yang sebelumnya dialami akan berangsur-angsur menurun.

Efek Samping Operasi Bariatrik

Setiap prosedur operasi pada akhirnya tidak ada yang selamat dari efek samping, terlebih akibat adanya manipulatif organ pencernaan tertentu pada operasi bariatrik. Yaitu,
1. Sindrom Dumping
Yakni berupa perasaan mual, diare, kram perut hingga hipoglikemia yang dirasakan oleh pasien akibat makanan yang dicerna terlalu cepat dibuang ke usus.
2. Malabsorbsi dan Malnutrisi.
Adanya prosedur tindakan operasi bariatrik yang secara sengaja, menyebabkan penyerapan kalori di usus kecil berkurang. Akibat kurangnya malabsorpsi, feses akan cenderung lebih encer dan jika tidak ada antisipasi lebih lanjut hal tersebut dapat menyebabkan malnutrisi.

3. Refluks Empedu
Di dalam sistem pencernaan terdapat katup yang disebut dengan katup Pilorus yaitu bukaan antara lambung dan usus kecil, jika pada saat prosedur operasi bariatrik dilakukan dan mempengaruhi katup tersebut hingga mengalami kegagalan fungsi, di mana katup tersebut tidak dapat menutup dengan benar maka akan memicu terjadinya refluks empedu.

4. Batu empedu
Akibat penurunan berat badan yang terlalu cepat, menyebabkan banyaknya kolesterol dikirim ke hati untuk segera di proses dengan bantuan empedu, ketika empedu kembali ke kantong empedu maka sebagian kolesterol akan turut serta dan jika mengendap terlalu lama, akan berubah menjadi batu empedu.

Pada kenyataannya, meskipun operasi bariatrik memiliki banyak manfaat terhadap penderita obesitas, tetapi efek samping yang ditimbulkan tetap menjadi sebuah momok menakutkan bagi yang menjalani prosedur tersebut. Belum lagi budget yang dikeluarkan juga tidak sedikit dan tindakan ini tidak termasuk dalam tanggungan BPJS. Dilansir dari RS EMC (1/3/2024), budget yang perlu disiapkan oleh pasien yang akan menjalani operasi bariatrik bukanlah biaya yang sedikit sebab nominal harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 59.999.000,- yang hanya Include dengan biaya tindakan bedah, perawatan hingga obat-obatan. Belum termasuk dengan paket lainnya seperti konsul dokter spesialis, pemeriksaan lengkap dll.

Menjaga Kesehatan Dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah suatu perkara yang penting. Dengan demikian, seseorang dapat menjalankan ibadah dan aktifitasnya sehari-hari dengan baik. Oleh karena itu, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal, maka dimulai dengan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk kedalam tubuh. Sekiranya setiap umat muslim senantiasa memperhatikan makanan apa saja yang diperlukan oleh tubuhnya. Selagi makanan tersebut adalah halal lagi tayib, maka hal itu lebih baik baginya. Makanan baik yang dimaksud adalah selain karena memiliki kandungan gizi yang baik dan seimbang, juga terkait tentang darimana makanan tersebut diperoleh, selama tidak berasal dari sesuatu yang haram dan melanggar syariat, maka diperbolehkan untuk di konsumsi.
Rasulullah Saw., yang merupakan suri teladan bagi umat manusia, telah mengajarkan mengenai cara hidup yang sehat antara lain,

Pertama, Mengonsumsi Makanan Halal dan sehat.
Sebelumnya Allah telah memerintahkan kepada umat manusia untuk senantiasa mengkonsumsi makanan halal lagi tayib, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. An Nahl 16: Ayat 114,
“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”

Kedua, Makan secukupnya.
Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang adalah slogan yang kerapkali digaungkan di kalangan masyarakat. Sebab hal tersebut merupakan anjuran dalam Islam. Selain itu organ pencernaan manusia juga memiliki kapasitas terbatas untuk menampung jumlah asupan nutrisi yang diterima. Selain makanan, organ pencernaan manusia juga membutuhkan air dan udara untuk membantu organ tubuh dalam melakukan fungsinya. Dengan mengonsumsi makanan berlebih dan tidak memfilter kandungan makanan yang masuk, hanya akan memicu timbulnya resiko penyakit lain pada tubuh seperti obesitas, Diabetes Mellitus, kolesterol dll.

Ketiga, Berpuasa.
Berpuasa adalah salah satu amalan ibadah yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada penciptanya. Selain mendapatkan pahala ibadah, berpuasa juga merupakan salah satu metode yang cukup efektif dalam membantu proses diet secara alami. Dengan berpuasa, organ pencernaan akan beristirahat dari aktifitas berat dalam mencerna makanan yang masuk kedalam tubuh. Dengan demikian, lemak-lemak yang menumpuk dapat digunakan sebagai bahan bakar tubuh untuk melakukan metabolisme, menghasilkan energi saat tidak ada asupan nutrisi yang masuk saat berpuasa.

Dengan mengamalkan pola hidup sehat sesuai dengan anjuran Islam, rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur yang tinggi serat serta kaya vitamin, akan membantu setiap manusia terbebas dari segala macam penyakit. Selain itu, dengan menjaga tubuh tetap sehat dan bugar adalah salah satu cara kita dalam mensyukuri nikmat sehat yang telah Allah Swt. anugerahkan, agar dapat dipergunakan untuk beribadah hanya kepadaNya.

Wallahu A’lam Bisshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update