Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UKT Mahal, Buah Dari Kapitalisasi Pendidikan

Wednesday, May 29, 2024 | Wednesday, May 29, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:45:44Z

Oleh: Uni Wulandari

(Aktivis Muslimah)

 

Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sedang ramai dibicarakan dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), beberapa diantaranya: Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Negeri Riau ( Unri), dan Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. (CNN Indonesia, 18/5/2024).

Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Tjitjik Sei Tjahjandarie, membantah saat ini ada kenaikan UKT. Menurutnya, bukan UKT-nya yang naik, tetapi kelompok UKT-nya yang bertambah.
“Ini sebenarnya secara prinsip bukan kenaikan UKT. Tetapi penambahan kelompok UKT”, kata Tjitjik. (CNN Indonesia, 18/5/2024).

Mirisnya lagi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, menyampaikan bahwa pendidikan tinggi adalah tertiary education atau pendidikan tersier. Pernyataan ini bukanlah jawaban yang diharapkan oleh rakyat apalagi melihat pentingnya pendidikan tinggi untuk masyarakat.

Tak dapat dipungkirin, ini juga yang menyebabkan sekitar 50 orang calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Riau (Unri) yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) memutuskan mundur karena merasa tidak sanggup untuk membayar UKT. Hal ini diungkapkan Presiden Mahasiswa Unri, Muhammad Ravi dalam Rapat Dengan Pendapat Umum (RDPU) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama komisi X DPR (Kompas, 16/5/2024).

Siti Aisyah salah satu dari siswa yang diterima menjadi mahasiswa baru di Universitas Riau (Unri) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang memilih mengundurkan diri karena mahalnya UKT. Gadis ini sebelumnya dinyatakan lulus jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau dan harus membayar UKT golongan 4 yakni Rp 3,5 Juta persemester (sindonews, 23/5/2024).

Pendidikan sejatinya merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh negara demi keberlangsungan dan kemajuan bangsa. Namun, harus terganjal dengan mahalnya UKT di Indonesia yang merupakan dampak dirubahnya status perguruan tinggi menjadi PTN-BH yang konsekuensinya adalah pengurangan subsidi dari pemerintah dan perguruan tinggi harus mampu mengelola sumber dananya secara mandiri. Kebijakan ini bukannya membuat rakyat semakin mudah justru membuat rakyat semakin sulit untuk menjangkau pendidikan tinggi. Lantas, bagaimana rakyat bisa maju dan menggapai pendidikan tinggi?

Semua ini akibat dari sistem ekonomi kapitalis yang menganggap pendidikan salah satu aspek komersial dan hanya memikirkan keuntungan saja. Sehingga pendidikan dijadikan produk yang diperjualbelikan dan lahan bisnis untuk mengeruk keuntungan.

Disisi lain, sistem pendidikan saat ini juga gagal melahirkan generasi berkualitas. Sebab, diperguruan tinggi para mahasiswa diberikan kurikulum yang memenuhi tuntutan dunia industri. Tuntutan ini ada sebagai konsekuensi logis program WCU (Word Class University) terhadap PT.

Begitulah potret pendidikan dalam sistem kapitalis. Sistem yang berorientasi materi ini menjadika sektor layanan publik seperti pendidikan sebagai ladang bisnis. Walhasil, impian tentang pendidikan berkualitas dan gratis hanya sebagai sebuah khayalan.

Lain dengan sistem Islam, Sistem Islam mampu mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas mengikuti tuntunan syariat.
Pertama, Islam memiliki tujuan politik dibidang pendidikan yaitu menjaga akal manusia
Kedua, pendidikan merupakan wasilah seseorang memiliki ilmu. Dengan ilmu, manusia akan jauh dari kebodohan dan kekufuran.
Ketiga, tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan dalam islam telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika menjadi kepala negara di Madinah.
Keempat, pendidikan dalam Islam dipandang sebagai kebutuhan dasar publik, bukan barang komersial apalagi dianggap barang tersier. Karena Islam mewajibkan semua manusia berilmu.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan pendidikan yang demikian. Islam didukung oleh sistem ekonomi islam yang sumber dari keuangan negara berpusat pada Baitul Mal.

Dimana, sistem ini mengalokasikan dana untuk memberikan beasiswa kepada seluruh rakyat yang ingin berpendidikan dan berilmu setinggi-tingginya. Negara yang memfasilitasi dan mendukungnya. Maka ketika itu, banyak lahir para ilmuan dan ulama yang terkenal.
Begitu islam dalam memberikan pendidikan bagi rakyatnya.Hanya dengan sistem Islamlah impian berpendidikan yang berkualitas dan gratis tidak hanya sekedar khayalan tetapi dapat diwujudkan.Wallahua’lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update