Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minimnya Keamanan dan Generasi yang Mengkhawatirkan

Thursday, May 23, 2024 | Thursday, May 23, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:46:10Z

Oleh Sriyanti
Ibu Rumah Tangga

Beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial terkait unggahan aksi pembegalan yang terjadi di daerah Cicalengka Kabupaten Bandung, pada Selasa 07/05/2024. Namun Kapolsek setempat, Kompol Deni Rusnandar menegaskan bahwa berita tersebut adalah hoax, karena berdasarkan hasil penyelidikan terhadap korban, peristiwa tersebut bukanlah tindak kejahatan tapi murni kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan dari arah lawan yang tidak memiliki lampu. (Kompas.com 09/05/2024)

Kemunculan berita hoax bisa dipahami, menyusul marak terjadinya berbagai jenis kejahatan yang saat ini semakin membuat resah masyarakat. Kesalahan dalam menanggapi kasus kecelakaan sebagai aksi pembegalan dipicu oleh kekhawatiran akan tingginya tingkat kriminalitas khususnya di daerah Cicalengka, ditambah lagi dengan aksi geng motor yang sering menimbulkan keributan dan kekerasan. Inilah fakta yang dialami rakyat saat ini, selama tidak adanya jaminan keamanan maka kehidupannya terus dihantui rasa ketakutan.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, misalnya dengan mengusut tindak kriminal, penangkapan dan pemberian hukuman terhadap pelaku, membentuk satuan pengamanan di wilayah rawan kejahatan, patroli dan sebagainya. Begitu juga dengan kasus geng motor, para pemuda yang terkena razia sudah diberi sanksi, komunitasnya dibubarkan, berbagai edukasi terkait kebahayaan kelompok tersebut pun telah disampaikan di sekolah-sekolah agar generasi menjauhinya. Namun, semua upaya tersebut seakan tidak kunjung membuahkan hasil, nyatanya kriminalitas semakin bertambah.

Jika ditelaah lebih mendalam, ketidakberhasilan upaya tersebut disebabkan karena penyelesaiannya yang hanya bersifat parsial dan tidak sampai menyentuh akar permasalahan yaitu berasal dari penerapan sistem kapitalisme sekular. Sistem ini telah menyebabkan berbagai kerusakan di setiap lini kehidupan, di antaranya adalah ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat dan juga kerusakan generasi.

Faktor ekonomi disinyalir telah menjadi motif tingginya tindak kejahatan seperti pembegalan. Bagaimana tidak, meroketnya harga berbagai kebutuhan hidup di tengah kesulitan perekonomian, telah menjadikan banyak orang dilanda stres hingga menghalalkan segala cara termasuk melakukan tindak kriminal. Karena kapitalisme telah menjadikan harta dan kesejahteraan hanya berputar pada segelintir orang saja, si kaya semakin jaya si miskin kian menderita. Kesenjangan sosial yang semakin lebar akan memberi celah munculnya berbagai kejahatan.

Begitu juga dengan kerusakan generasi yang terjadi saat ini adalah akibat dari penerapan sistem batil tersebut. Sekularisme yang menjauhkan agama dari pengaturan kehidupan telah menciptakan rapuhnya ketahanan keluarga, aturan pendidikan yang mengedepankan materi, masuknya berbagai pemikiran yang sesat, pergaulan bebas, menghalalkan segala cara, dan lain sebagainya. Semua itu telah melemahkan potensi dan jatidiri mereka hingga terjadi krisis moral dan terjerumus dalam kegelapan. Berpikiran pragmatis, ketika bertindak tidak memikirkan akibatnya terlebih akhiratnya.

Pemicu lain maraknya kriminalitas, tidak bisa dinafikan, ketika berbagai tayangan dan tontonan menginspirasi para pelaku kejahatan tak terkecuali generasi yang bahkan usianya di bawah usia dewasa. Andaikan negeri ini serius menginginkan terciptanya keamanan, generasi selamat dari kerusakan, maka harus serius pula menghilangkan faktor sekecil apapun yang menunjang terjadinya kejahatan.
Selama negara berhitung untung rugi sesuai dengan prinsip kapitalisme, maka selama itu pula keamanan sulit diwujudkan dan kerusakan generasi semakin mengkhawatirkan.

Oleh karena itu dibutuhkan penyelesaian yang bersifat sistemik agar permasalahan di atas terurai tuntas, yaitu terkait dengan penerapan sistem. Solusi yang benar hanya ada pada sistem Islam, di mana asasnya adalah akidah yang berasal dari Sang Pencipta dan Pengatur manusia Allah Swt. Dalam pemerintahan Islam keamanan merupakan salah satu hak umat yang wajib dijamin oleh negara. Penguasa akan memberikan perlindungan terbaiknya dalam segala hal termasuk harta dan generasi. Andaipun ada kasus demikian pasti segera ditumpas tuntas dengan penyelesaian sesuai syariat sehingga tidak terulang.

Penanaman akidah sejak dari keluarga, dilanjutkan di sekolah dan perguruan tinggi ataupun universitas akan membentuk pribadi-pribadi yang menjadikan agamanya sebagai tuntunan dalam kehidupannya. Ditambah masyarakat Islam yang terbiasa melakukan amar makruf nahyi munkar menjadi daya kontrol efektif meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi. Hal ini akan berbeda jauh kondisinya dengan masyarakat yang dibiarkan liberal tanpa tuntutan agama.

Penerapan sistem ekonominya pun berorientasi pada terpenuhinya seluruh kebutuhan pokok masyarakat, hal demikian telah mewujudkan kehidupan yang begitu sejahtera, rakyat tidak kekurangan suatu apapun sehingga jauh dari pemikiran buruk terlebih melakukan tindak kejahatan.

Itulah sedikit gambaran ketika Islam diterapkan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan. Semua itu pernah terwujud nyata tatkala sistem ini tegak selama 13 abad lamanya, rakyatnya menjadi umat terbaik, peradabannya begitu gemilang hingga menjadi mercusuar dunia. Oleh karena itu, menegakkannya kembali adalah sebuah kewajiban agar peliknya seluruh problematika kehidupan terselesaikan.

“Sesungguhnya seorang imam itu (laksana) perisai. Dia akan dijadikan perisai di mana orang akan berperang di belakangnya dan digunakan sebagai tameng. Jika di a memerintahkan takwa kepada Allah Azza wa Jalla dan adil, maka dengannya dia akan mendapatkan pahala. Tetapi jika dia memerintahkan yang lain maka dia juga akan mendapatkan dosa/azab karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam bi ash showab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update