Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mampukah Kurikulum Merdeka Menjadikan Generasi Yang Berkualitas?

Tuesday, May 14, 2024 | Tuesday, May 14, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:47:00Z

Oleh : Intan Ummu Razka
Muslimah Peduli Umat

Dikutip dari detik. com Jakarta – Kemendikbudristek akan segera mengesahkan Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional (Kurnas). Namun, tak semua pihak setuju, seperti organisasi nirlaba Barisan Pengkaji Pendidikan (Bajik) misalnya. Bajik menilai Kurikulum Merdeka tak layak jadi Kurnas. Mereka juga meminta agar Kurikulum Merdeka dievaluasi secara total dan menyeluruh. Menurut Direktur Eksekutif Bajik Dhita Puti Sarasvati, Kurikulum Merdeka masih compang camping. Maka dari itu, banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Puti menilai Kurnas apa pun haruslah berdasarkan filosofi pendidikan dan kerangka konseptual yang jelas.Filosofi pendidikan dan kerangka konseptual tersebut haruslah tertuang dalam naskah akademik. Dalam naskah akademik pun perlu dijelaskan berbagai argumen lain soal dasar-dasar pemikiran terkait Kurikulum Merdeka.
Berdasarkan kajian Bajik, masih ada pertanyaan apa alasan Kurikulum Merdeka tidak menyediakan Tujuan Pembelajaran Instruksional. Di kurikulum beberapa negara, tujuan instruksional tersebut didefinisikan secara jelas, misalnya dalam kurikulum Ontario, Australia, Singapura, dan Hongkong. Bukan sebagai kebenaran mutlak yang harus diikuti guru tetapi sebagai acuan saja. Guru dapat menggunakannya untuk merancang asesmen dan kegiatan pembelajaran, menurut Bajik. Puti menambahkan, hal esensial lain yang juga perlu diingat adalah pemerintah perlu serius dalam mempersiapkan sekolah dan semua guru supaya dapat memahami, menginterpretasi, dan mengkritisi kurikulum resmi apa pun. Sehingga, dapat menjadi dasar dalam merancang kurikulum operasionalnya sendiri sesuai konteks dan kebutuhan sekolah maupun kelasnya.

Dari kutipan di atas terlihat jelas bahwa kurikulum merdeka 2024 dianggap masih belum memberikan kejelasan sebagai kurikulum , ini membuktikan pemerintah dari tahun ke tahun tidak serius untuk mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia khususnya dari bidang pendidikan, Sering kita menyaksikan dengan berubahnya orang yang mengatur dalam dinas pendidikan berubah pula kurikulum yang diterapkan tetapi tidak diimbangi evaluasi dari kurikulum sebelumnya dan tidak dipersiapkan secara matang kurikulum baru yang akan diterapkan. Selama ini peserta didik hanya diarahkan kepada kompetensi atau daya saing atas sesuatu yang bersifat materi namun melupakan aspek pembinaan agama atau mental.
Apalagi faktanya saat ini makin banyak potret buram pendidikan dalam semua aspek baik guru maupun siswa yang melakukan berbagai kemaksiatan dan kejahatan serta pelanggaran hukum, contoh kasus diantaranya yaitu bullying, kekerasan guru terhadap muridnya ataupun sebaliknya, serta pergaulan bebas. Oleh karena itu Kurikulum Merdeka justru akan menguatkan sekularisme dan kapitalisme dalam kehidupan, melahirkan generasi yang buruk kepribadianya, dan menjadikan generasi terjajah dengan doktrin pendidikan tujuanya hanya jd pekerja, serta budaya barat dengan budaya kebebasan yang merusak dan menjauhkan diri dari nilai-nilai agama.

Pendidikan adalah adalah salah satu aspek strategis yang menentukan generasi masa depan, Islam menargetkan terbentuknya generasi masa depan yang berkualitas, beriman, taqwa, terampil, dan berjiwa pemimpin serta menjadi problem solver. Dikutip dari Abu Yasin Usus at Ta’lim fi Daulah al – Khilafah adapaun 3 tujuan pokok pendidikan sekolah dalam Islam diantaranya :

  1. Membangun kepribadian yang Islami, pola pikir (akliah) dan jiwa (nafsiyah) yang Islami dengan cara menyempurnakan pembinaan seiiring jenjang pendidikan sekolah
  2. Mendidik anak didik dengan keterampilan dan pengetahuan agar dapat berinteraksi dengan lingkungan yang berupa peralatan, inovasi, dan berbagai bidang terapan lainya, seperti penggunaan peralatan listrik dan elektronika, peralatan pertanian, industri, dan lain lain
  3. Mempersiapkan anak didik untuk dapat memasuki jenjang perguruan tinggi dengan mempelajari ilmu ilmu dasar yang diperlukan baik termasuk tsaqofah seperti bahasa Arab, fikih, tafsir, dan hadist maupun ilmu sains seperti matematika, fisika, kimia, dan lain lain.

Oleh karena itu pemerintah/Khilafah dalam Islam harus menjamin penuh dari mulai fasilitas sekolah, pengajar-pengajar yang memiliki kopetensi yang baik, sarana pendidikan yang memadai bahkan biaya sekolah yang benar benar terjangkau oleh semua warga negaranya bahkan gratis. Dengan menjalankan tujuan pokok pendidikan sekolah dalam Islam dan dipenuhinya penjaminan dalam bidang pendidikan oleh Khilafah maka Islam dapat berhasil menghasilkan generasi- generasi yang berkualitas menjadi agen perubahan serta membangun peradapan yang mulia. Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update