Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jatuh pada hari Kamis. tanggal 2 Mei 2024 dengan tema "Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar", (Kompas.com). Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media berkolaborasi dengan Titimangsa dan SMKN 2 Kasihan (SMM Yogyakarta) menghadirkan konser musikal bertajuk 'Memeluk Mimpi-Mimpi: Merdeka Belajar, Merdeka Mencintai' pada Kamis, 25 April 2024 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Hal itu untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2024 (Liputan 6.com). Benarkah kurikulum Merdeka saat ini sudah tepat untuk generasi kita? Faktanya semakin ke sini semakin rusak moral para generasi, di mana pergaulan bebas, tawuran narkoba dan sebagainya semakin tidak terkendali.
Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional 2024 dianggap masih belum memberi kejelasan sebagai kurikulum. Peserta didik diarahkan kepada kompetensi/daya saing atas sesuatu yang bersifat materi, namun melupakan aspek pembinaan agama/mental. Terbukti generasi semakin minim dalam beribadah, sebagai muslim untuk sholat lima waktu saja tidak terlaksana, apalagi untuk tilawah juga ibadah sunnah yang lainnya. Siswa susah diajak pada kegiatan yang berbau agama. Apalagi faktanya hari ini semakin banyak potret buram pendidikan dalam semua aspek, baik guru maupun siswa yang melakukan berbagai kemaksiatan dan kejahatan serta pelanggaraan hukum.
Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka justru akan menguatkan sekulerisme dan kapitalisme dalam kehidupan. Melahirkan generasi yang buruk kepribadiannya, menjadikan generasi terjajah budaya Barat yang rusak dan merusak, siswa kehilangan sopan santun dan etika tidak lagi terjaga, sampai tidak bisa membedakan anak yang sekolah atau tidak secara akhlak. Banyak siswa berani kepada gurunya yang notabene guru adalah orang tua keduanya, tidak sedikit yang melaporkan guru karena guru memberikan pendidikan karakter pada mereka, ditambah gurupun saat ini sibuk dengan berbagai administrasi yang hasilnya kurang berdampak pada siswa, akhirnya siswa “merdeka belajar” semaunya karena sering ditinggal gurunya.
Pendidikan adalah salah satu aspek strategis yang menentukan generasi masa depan. Islam menargetkan terbentuknya generasi berkualitas, beriman, bertakwa, terampil dan berjiwa pemimpin serta menjadi problem solver, kenyataan saat ini malah banyak generasi menjadi trouble maker. Islam memiliki sistem pendidikan terbaik berbasis akidah Islam yang terbukti berhasil melahirkan generasi berkualitas, karena tujuan dari pendidikan Islam adalah membentuk kepribadian Islam, hingga mereka unggul dalam segala hal tetapi mantap dalam keimanan bahkan mampu menjadi agen perubahan dan membangun peradaban yang mulia. Negara memiliki tanggung jawab dalam mewujudkannya, karena berhasilnya pendidikan ditentukan dari sistemnya, apabila sistem itu mendukung generasi menjadi baik maka baiklah generasinya tetapi apabila sistem ini tidak sempurna dan tidak berasal dari Yang Maha Sempurna maka akan banyak kerusakan di dalamnya. Saatnya menerapkan kurikulum pendidikan yang berasal dari Sang Pencipta, yakni pendidikan yang berbasis akidah Islam yang secara fakta historis mampu menunjukkan kegemilangan yang luar biasa. Wallahu a’lam bi showab

No comments:
Post a Comment