Ibu Rumah Tangga
Masa remaja biasanya dianggap sebagai masa yang indah, menyenangkan namun penuh permasalahan. Salah satu ekspresi kenakalan remaja tersebut adalah tawuran.
Yang baru-baru terjadi lima pemuda ditangkap lantaran melakukan aksi pengadangan dan pemukulan terhadap bus pariwisata di Solokanjeruk-Rancaekek, Kabupaten Bandung. Peristiwa itu terjadi pada minggu (18/6).
Video berdurasi 50 detik yang memperlihatkan adanya aksi pemukulan tersebut viral di media sosial. Terlihat para pelaku melakukan aksinya dengan cara memukul bagian kanan bus menggunakan senjata berbahan besi.
Polisi yang menerima informasi segera mendatangi korban kemudian melakukan rangkaian penyelidikan dan polisi mengamankan lima orang pelaku yang satu orang berinisial TM ditetapkan sebagai tersangka. Motif pemukulan itu dengan maksud ingin menunjukkan eksistensi semata setelah merayakan ulang tahun komunitasnya. Menurut keterangan dari yang bersangkutan mereka hanya iseng dan untuk gaya-gayaan. Akibat perbuatannya, TM disangkakan pasal 406 KUKPidana dan diancam pidana kurungan maksimal 2 tahun dan 8 bulan.https://kumparan.com
Usia 12-17 tahun merupakan fase tahap perkembangan remaja. Pada tahap ini, remaja dalam kategori pencarian jati diri. Remaja berada pada masa transisi antara dunia anak dan dunia dewasa, dimana pada tahapan ini remaja merasa bukan lagi anak-anak namun ia juga belum mampu mandiri sebagaimana seorang yang dewasa.
Oleh karena nya pada tahapan ini remaja sedang mengalami krisis identitas yang mempengaruhi dirinya ketika dewasa. Mesuksesan pada usia ini akan dapat membawa dirinya kepada kemampuan untuk memenuhi standar kelompok atau masyarakat. Namun kegagalan akan menyebabkan kebingungan dan rasa percaya diri yang buruk.
Pada masa ini, remaja mulai menjauh dari orangtuanya dan lebih percaya kepada teman sebayanya. Remaja mulai ikut-ikutan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh teman-teman sebayanya. Bukan hanya perilaku positif namun juga negatif. Remaja lebih banyak dipengaruhi oleh aturan-aturan yang ditetapkan oleh kelompoknya, sehingga menyebabkan remaja memiliki dorongan yang kuat untuk dapat mengikuti aturan kelompok. Hal ini dilakukan agar ia dapat diterima oleh kelompoknya sebagai bagian dari anggota kelompok tersebut, meskipun perilaku kelompok tersebut negatif.
Dinamika perkembangan remaja di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : a) pengaruh pendidikan atau pengajaran dan berbagai tekanan sosial, termasuk pendidikan orangtua, tradisi-tradisi sosial, tekanan lingkungan sosial yang disepakati lingkungan tersebut; b) berbagai pengalaman yang membentuk sikap keagamaan, keselarasan, kebaikan di dunia, konflik moral dan pengendalian emosi; c) kebutuhan yang belum terpenuhi terutama kebutuhan keamanan, cinta kasih, harga diri serta ancaman kematian; d) berbagai proses pemikiran verbal atau faktor intelektual.
Sebagai seorang remaja wajib baginya untuk menjaga sikap dan perilaku dari tindakan yang negatif. Wajib untuk menjaga pergaulannya dan memiliki adab yang baik terhadap temannya maupun orang lain.
Islam mengajarkan, diantara bentuk kenakalan remaja yang terjadi termasuk larangan yang ada dalam Al-Qur'an, salah satunya terdapat dalam surat Al-Ankabut : 28-29. Adapun bentuk kenakalan yang dilakukan remaja memerlukan benteng diri sebagai upaya penanggulangan remaja, salah satu bekal yang harus dimiliki adalah lewat penanaman agama yang dimiliki oleh remaja. Agama wajib dijadikan pengangan bagi kehidupan remaja. Salah satu bukti bahwa seorang remaja yang taat menjalankan perintah ajaran agamanya dan menjauhi larangan agamanya dapat melindungi dan menolong dirinya dari masa remaja yang penuh risiko.
Karena itu pengajaran agama tidak hanya ditanamkan secara kognitif/materi hafalan akan tetapi bagaimana implementasi agama dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh kognitif, spikomotorik dan efektif. Yang perlu ditekankan pada remaja adalah bagaimana agama dapat menumbuhkan harapan adanya pertolongan Allah dalam mencegah munculnya kebakalan remaja.
Masa remaja adalah masa yang penting dalam kehidupan. Gejolak yang tumbuh pada remaja dapat menimbulkan adanya ketidakstabilan emosi, yang dapat memunculkan kenakalan remaja akan membahayakan bagi semua pihak dan adanya penanggulangan kenakalan remaja menjadi tanggungjawab bersama orangtua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.
Remaja juga memerlukan keteladanan nyata. Keteladanan yang terbaik adalah dicontohkan oleh Rasulullah saw. kurang lebih 1400 tahun yang lalu, salah satunya adalah dengan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah. Implementasi nyata keteladanan bagi anak dengan memberikan keteladanan dilingkungan keluarga, masyarakat dan sosial masyarakat oleh orangtua, guru, pemuka agama dan pemimpin maupun media dengan mengikuti jejak Rasul. Sebab anak tidak hanya butuh kata-kata akan tetapi juga bukti nyata yang dapat dicontoh langsung. Demi menanggulangi kenakalan remaja perlu diciptakan keharmonisan bersama dari seluruh lapisan dengan memberikan contoh keteladanan perilaku yang baik.
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment