Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tenang Sikap Seorang Muslim Sejati

Sunday, April 05, 2020 | Sunday, April 05, 2020 WIB Last Updated 2020-04-05T14:20:16Z
Oleh; Mia Fitriah Elkarimah

Di tengah ancaman pandemi virus Corona yang mematikan sebagaimana tengah berlangsung saat ini di seluruh dunia, banyak orang mengalami kepanikan. Ketika kepanikan  normal menjadi tidak rasional,

Seperti diberitakan tempo 30/03/2020 bahwa Menteri Keuangan Jerman untuk negara bagian Hesse, Thomas Schaefer, bunuh diri diduga karena putus asa menanggung dampak ekonomi virus Corona,  dikutip dari Reuters, 30 Maret 2020.

Beberapa hari sebelum itu, seperti disinyalir dari KOMPAS.com (26/03/2020)- Daniela Trezzi (34) seorang perawat Italia di garis depan perlawanan terhadap virus corona bunuh diri setelah dinyatakan positif terjangkit virus tersebut pada Selasa (24/3/2020). Dia merasa panik infeksinya bisa menular kepada orang lain. Trezzi mengalami stres berat ketika merawat para pasien virus corona di San Gerardo Hospital di Monza, sebuah wilayah regional di Lombardy, Italia.

Di awal bulan marert warga negara Korea nekat bunuh diri karena ketakutan mengira dirinya terinfeksi virus corona. Menurut Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai pada situs Beritasatu.com(1/03/2020) “Kami menerima laporan bahwa korban check in ke hotel tempat dia menginap, Sabtu (22/2/2020) sore. Kemudian kami mendapatkan laporan terkait kematian korban Minggu (23/2/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, “Kami tahu motif bunuh diri dari surat wasiat yang ditulis korban. Dalam surat berbahasa Korea itu, korban tampaknya panik dan cemas merasa dirinya terkena virus itu karena sakit tidak sembuh-sembuh," ungkapnya.

Kepanikan juga sampai  merambah pada penolakan jenazah korban.Menurut situs tirto.id Ini berawal dari penolakan warga di sekitar TPU Baki Nipa-nipa, Kelurahan Antang, Manggala, Makassar pada Minggu (29/3/2020). Masih di Manggala, penolakan juga datang dari warga sekitar TPU Pannara pada Selasa (31/3/2020).

Padahal pemakaman jenazah pasien COVID-19 sudah memiliki SOP tersendiri agar tak menulari warga sekitar.

Panik menurut situs wikepedia.com adalah semacam kecemasan dengan ciri diserang rasa takut yang luar biasa , timbulnya perasaan bahwa suatu bencana akan terjadi, atau adanya ketidakmampuan untuk mengendalikan diri sekalipun sebenarnya   sesuatu yang buruk yang belum terjadi. Panik itu merupakan luapan emosi yang wajar dialami manusia. Tapi Ketika seseorang tidak bisa mengontrol itu, maka akan mengganggu kehidupannya. 

Banyaknya informasi yang beredar mengenai  virus yang mengancam pernapasan ini.  kadang  memunculkan rasa  panik dan cemas,  takut tertular, takut kehilangan orang-orang tercinta, dan perubahan aktivitas lainnya. 

Salah satu teori  dari seseorang peletak dasar-dasar ilmu Kedokteran, yang pernah menulis sebuah buku fenomenal berjudul 'Qanun fi Thib'

الوهم نصف الداء، والإطمئنان نصف الدواء، والصبر أول خطوات الشفاء

"Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah langkah awal kesembuhan."  (Ibnu Sina)

Teori ini dikemukakan oleh muslim yang lahir pada tahun 980 M di Uzbekistan dan wafat pada tahun 1037, beliau seorang ulama terkenal sekaligus seorang ahli di bidang kedokteran. Nama lengkapnya adalah  Abu ʿAli al-Ḥusayn ibn ʿAbd Allah ibn Sina atau lebih dikenal dengan Ibnu Sina.

Avicenna  yang dikenal di dunia Barat adalah orang yang optimis dan sangat percaya pada kekuatan pikiran.

Ketidakmampuan mengendalikan pikiran buruk, maka luapan emosi itu ini akan semakin kuat,  yang bisa berdampak langsung pada munculnya penyakit fisik.Karena sakit tidak selalu muncul karena lemahnya fisik tetapi bisa juga disebabkan oleh kondisi kejiwaan yang lemah.

Kondisi kejiwaan yang lemah akan menurunkan  imunitas tubuh kita. 

Padahal untuk kondisi sekarang sistem imun perlu senantiasa dijaga agar imunitas tubuh kita kuat. 

Ibnu Sina sangat percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi kondisi fisiknya. 

Seorang muslim yang faham  tidak akan ikut terbuai dalam kepanikan. Ia tidak gelisah dan meratapi ujian yang dihadapinya. Tapi Seorang muslim yang beriman, semua ketentuan Allah akan ia  ikhtiarkan. Karena dalam kondisi musibah Islam telah mengatur bagaimana ummatnya harus bersikap.

Waspada, menjaga diri dan ikhtiar, namun bukan membenarkan kepanikan yang menjadi-jadi.

Tetaplah bersikap tenang karna sikap tenang dan itu sifat orang mukmin sejati.

Ketenangan membuat keimanan semakin nyata. 

Banyak berzikir kepada Allah,akan memunculkan 
rasa tenang menghadapi musibah wabah ini, 
Bukankah Allah telah mengatakan dalam Al-Quran,

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update