Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencintai Buku

Wednesday, April 24, 2019 | Wednesday, April 24, 2019 WIB
Penulis : Adisa NF
Member Akademi Menulis Kreatif 5
Alumni BFW 212

Buku adalah 'gudangnya' ilmu. Dengan kita baca buku akan didapat apa yang kita mau. Kita mau baca ilmu agama, pendidikan, ekonomi, kesehatan, bisnis atau jual beli (muamalah), atau kita  mau jadi apa, mau belajar apa hingga mau masak apa semuanya ada pada buku. Tak heran jika ada istilah bahwa buku adalah jendela dunia. Masalahnya mau tidak kita membacanya? 

Memang tidak bisa dipungkiri, di zaman digital seperti sekarang ini kita dimanjakan dengan kemudahan untuk mengetahui berbagai ilmu tadi hanya dengan sentuhan jari. Ponsel pintar pun bisa memberikan banyak informasi yang kita inginkan. Bahkan ada juga e-book atau versi elektronik dari buku. Kalau biasanya buku berisi lembaran-lembaran kertas berisi tulisan atau gambar, sedangkan e-book berisi informasi digital yang juga berisi teks dan gambar. Kemajuan teknologi yang terus berkembang ini seiring dengan kemajuan berfikir manusia, meski semua ada plus minusnya. 

Kalau bicara teknologi, Islam sudah lebih dulu menjadi pioner dalam menciptakan kemajuan dan kecanggihan teknologi. Jadi, buat teknologi yang kekinian hanya mengembangkan dari hasil karya ilmuwan - ilmuwan muslim. Sampai seorang Mark Zuckeberg yang notabene menciptakan facebook disebutkan mengidolakan Al Khawarizmi penemu rumus Algoritma. Bos fb ini menyatakan " Saya heran ada orang yang terlalu mengidolakan saya, padahal saya sangat mengidolakan ilmuwan muslim Al Khawarizmi, karena tanpa Algoritma dan Aljabar, maka jangan pernah bermimpi ada Facebook, Whats App, games bahkan komputer. 

Zuckeberg adalah seorang yang dapat dijuluki ' Yahudi Paling Berpengaruh' oleh The Jerussalem Post, ternyata gemar membaca dan biasanya dia akan memilih buku yang dianggap memiliki pandangan yang luas serta memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan sosial dan bisnis. Dan yang menjadi buku pilihannya adalah buku sejarah tentang manusia dan alam semesta yang ditulis oleh ilmuwan Islam bernama Ibnu Khaldun. 

Namun, begitu disayangkan melihat fenomena saat ini, buku bukan lagi  menjadi 'teman setia' yang akan menggenggam asa  berharga bak intan permata. Yang dicintai sepenuh jiwa.  Disaat generasi milenial lebih asyik bermedsos-an menikmati segala hasil kemajuan teknologi, sedangkan membaca buku sebagai sesuatu yang mudah dilakukan masih dianggap sesuatu yang - buang-buang waktu -  bahkan menganggap 'gak keren. Mereka lebih PeDe bawa HP dibanding bawa buku. Silahkan amati jika kita sedang berada dalam kendaraan umum, mayoritas asyik dengan gedgetnya dalam melewati perjalanan dibanding membaca buku. 

Buku Yang Kita Baca Bisa Mempengaruhi Kita

Buku apa yang kita sukai pasti akan dilahapnya hingga ludes. Demikianlah jika buku sudah menjadi 'santapan lezat'. Namun perlu diperhatikan, karena dengan membaca buku bisa jadi terpengaruh tanpa kontrol. Mesti selektif juga memilih buku yang akan kita baca. Dengan membaca buku, kita akan larut atau terinsfiransi sampai-sampai ingin sekali meniru dan melakukannya. Namun tergantung buku apa saja yang kita baca. Misal, yang kita baca buku komik, kartun dan yang semisalnya bisa dipastikan akan berimajinasi cenderung berangan-angan ingin seperti tokoh yang dikisahkan dalam buku tersebut. Atau membaca buku Harry Potter jadi pengen punya kekuatan magic seperti dia. Tidak sedikit muncul generasi peramal karena mengikuti gaya tokoh yang dia baca.  Atau membaca drama romance akhirnya gampang baperan yang terbawa dalam kehidupan nyata, hingga mencoba tuk mewujudkannya. Disinilah pentingnya membaca bukan hanya asal baca, namun mesti punya 'saringan' agar tidak asal ikuti buku yang dibaca.  

Dengan membaca buku pula seseorang akan terdorong untuk meningkatkan keimanan. Seperti  jika kita membaca sejarah perjuangan baginda Rasulullah saw, bagaimana awal mendapat wahyu dari Allah Swt, perintah membaca, perintah menyebarkan Islam hingga perintah tuk menerapkan hukum-hukum Islam dalam sebuah negara yang menjadi kekuasaannya, tambah baper lagi karena inilah uswah dan teladan kita. Mesti mengikuti jejaknya. Maka siapapun yang telah membacanya dengan khidmat, diresapi, amati serta mencari petunjuk lain dari berbagai sumber yakni buku yang lain, akan menemukan bagaimana kisah yang sebenarnya. Inilah yang disebut dengan dorongan  kekuatan keimanan kepada Sang Khaliq (Pencipta), Al Mudabbir ( Sang Pengatur). Bahwa Allah Swt mencintai orang-orang yang berilmu. Banyaknya ilmu yang kita miliki akan semakin banyak kita bisa menebar manfa'at bagi kemaslahatan umat. 

Iqra!! Bacalah!! Inilah wahyu yang pertama kali diturunkan oleh Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw yaitu surat al Alaq, yang memerintahkannya untuk membaca. " Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang Mengajar (manusia) dengan perantara qolam (pena). Dia mengajari kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. ( TQS. Al Alaq 1-5 ).

Terakhir, penulis menitipkan agar pembaca yang shalih dan shalihah selektif dan punya 'saringan'apabila akan memilih sebuah buku tuk dibaca. Selamat menikmati membaca. Jadikan kebiasaan dan kebutuhan, terlebih membaca adalah perintah Sang Khaliq. 
Wallahu'alam bi ash shawwab [ANF]

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update