Hadir dalam kesempatan itu, Sekjen Menkes RI, Dr Ratna Rosita, MPHM, Dirjen P2PL Prof. Dr. Chandra Yoga, Ketua DPRD Sumbar Ir. Yulteknil, MM, Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Kadis Kesehatan Dr. Hj Rosnini, Walikota Solok Irzal Ilyas, Kabiro Humas dan Protokol Surya Budhi, SH, utusan WHO dan UNICEF untuk Indonesia serta Kadis Kesehatan se-Sumatera Barat.
Dalam kegiatan ini lanjut Muslim, kepada Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Barat, para kader PKK dan kader Posyandu se-Sumbar agar bekerja maksimal, “jika perlu, lakukan jemput bola” dengan melakukan penyisiran mendata anak-anak di rumah penduduk.
Berdasarkan data tahun 2009, di Sumbar terdapat 950 kasus campak klinis, 21 orang diantaranya berusia dibawah satu tahun. Walaupun pencapaian imunisasi campak telah 99,08 %, namun masih terdapat 39,47 % kasus ditemukan positif campak.
Dari analisis ini disebabkan oleh akumulasi anak balita yang tidak mendapatkan imunisasi dan makin kuatnya jaringan kasus campak. Dalam rangka percepatan pengentasan campak, dipandang perlu melakukan pemberian imunisasi pada anak usia 9-59 bulan dan tambahan imunisasi polio pada anak 0-59 bulan untuk pengendalian polio di Indonesia termasuk di Sumatera Barat, ungkapnya.
Lebih jauh Muslim Kasim menyampaikan, kita juga pantas memberikan apresiasi terhadap daerah-daerah yang telah berhasil melakukan kegiatan imunisasi oleh para kader PKK dan Posyandu, seperti Kota Solok telah hampir mencapai 100 %. Oleh karena itu tidaklah salah jika tempat penyelenggaraan pencanangan ini dilakukan di kota beras nan indah ini.
Untuk itu diminta kepada Tim Penggerak PKK dan kader kabupaten/ kota se-Sumatera Barat dapat berperan aktif dan selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Sehingga upaya promotif dan preventif untuk menciptakan belita sebagai penerus bangsa menjadi tumbuh dengan sehat, cerdas dan maju serta juga didukung oleh masyarakat yang mandiri, harapnya. rel/ronald
No comments:
Post a Comment