N3, Padang ~ Hampir satu setengah tahun lamanya, Yeni Novita (42) bersama warga  lainnya di Jalan Samudra No 05, RT.03/ RW.03 Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat Kota Padang mengalami nasib buruk. Pasalnya rumah warga yang berdekatan disekitar Rumah Makan (RM) Udang Kelong, selalu digenangi air limbah dari kotoran pembuangan RM tersebut. 

Akibatnya, anak anak dan orang tua mereka telah mengalami penyakit gatal pada kulit, karena setiap hari mereka selalu menginjak genangan air limbah dihalaman rumahnya yang berbau busuk dan berbelatung.  

Dari pantauan lapangan siang ini, terlihat drainase hasil pembuangan limbah RM Udang Kelong yang berbau busuk dan berbelatung telah mengenangi rumah warga sekitar. 

terlihat air limbah dengan ribuan belatung
"Silahkan lihat dan di foto pak, genangan air ini adalah hasil pembuangan limbah pencucian dari RM Udang Kelong yang membanjiri kamar mandi dan teras rumah saya. Ironisnya, tidak saja air, tetapi belatung juga bertebaran dihalaman rumah," ucap Yeni kepada media nusantaranews.net dikediamannya.

Sebagai upaya, Yeni bersama warga lainnya telah membicarakan pada sang pemilik rumah makan Fendi (55) yang kini telah almarhum, baik tingkat RT, RW, Lurah, Camat bahkan sampai pada Polsek Padang Barat. Hasilnya memang ada perjanjian kedua belah pihak untuk saling membenahi pernyumbatan riol dimaksud. 

Namun ternyata, kesepakatan itu hanya berlangsung selama satu bulan saja, setelah itu, pihak RM tidak mau bekerjasama dan membiarkan saja keadaan tersebut. 

Permasalahan yang tak kunjung usai ini telah dibicarakan pada pihak kelurahan dan pihak kecamatan, namun tidak jua kunjung selesai, terang Yeni. Sehingga pihaknya sampai saat ini masih tinggal dirumah tersebut dengan genangan limbah yang berbelatung serta mengeluarkan bau busuk menyengat. 

Ditempat terpisah, Lurah Purus Fajri Rahmad,  saat dimintai keterangannya terkait masalah ini mengatakan bahwa pihaknya telah terjun kelapangan pagi tadi bersama tim  Lingkungan Hidup (LH) Pemko Padang. Saat tim Lingkungan Hidup dari Pemko Padang terjun kelapangan ia mengirim stafnya Yulferi, yang mejabat sebagai Kasi Trantib untuk mendampingi tim LH tersebut. Menurut keterangan dari Fajri,  hasil  pantauan tim LH Pemko Padang dilapangan telah mendapatkan titik terang dari permasalahan limbah ini, dan nantinya apapun keputusan dari tim LH Pemko Padang harus disikapi secara bijak oleh keduabelah pihak, tuturnya pada media ini kala disambangi dikantornya didaerah Purus I.

"Tim LH Pemko Padang telah terjun kelapangan, dan hasilnya telah didapati, kita harus menunggu keputusan  yang akan diambil tim LH terkait kasus ini," ujarnya.

Diharapkan kedua belah pihak dapat menenangkan diri dahulu sebelum ada keputusan dari tim LH Pemko Padang. Jangan sampai permasalahan ini meruncing sehingga menimbulkan permasalahan yang baru. Beri waktu untuk tim LH dalam menyelesaikan sengketa ini, karena hasil lapangan telah didapati sehingga kita hanya menunggu waktu untuk penyelesaian masalah limbah ini, pungkasnya. 

Ketua RT.03 Kamli saat dimintai keterangannnya menegaskan, bahwa selaku ketua RT ia telah mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun sayang, setelah diselesaikan melalui surat perjanjian, pihak dari RM tidak melaksanakan kesepakatan yang dibuat. 

Tentu selaku orang yang didahulukan selangkah dalam lingkungannya, Ia merasa kecewa, karena merasa tidak dihargai. Lalu Ia pun menyerahkan persoalan tersebut ketingkat kelurahan, kecamatan bahkan sampai Kepolsek Padang Barat, dan untuk tindak lanjutnya Ia tidak mau turut serta lagi.

Ia berharap, agar persoalan ini dapat diselesaikan oleh pemerintah Kota Padang, kapan perlu lakukan pembogkaran, karena keberadaan bangunan tersebut memang diatas tanah fasilitas umum, tegas Kamli. (Mond)
 
Top