Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KARHUTLA: Tips ala Maudy Ayunda dan Permainan Sistem

Wednesday, September 16, 2026 | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T21:04:40Z

Tesya Ridal

Nusantaranews.net, seorang artis di tengah kehidupannya yang mewah, dapurnya yang nyaman, dan makanannya yang sehat berkomentar tentang mindfulness kepada masyarakat yang mayoritas berkehidupan susah.

Hari ini saja belum tentu bisa makan, dikejar-kejar utang, tak punya tempat tinggal, makan yang penting bisa kenyang.

Diperparah lagi dengan KARHUTLA atau kebakaran hutan dan lahan yang merugikan banyak masyarakat. Jangankan untuk makan, menghirup udara segar saja tak mampu.

Saya coba membayangkan, di dalam satu angkutan umum ada yang merokok, lalu anak-anak saya terpapar asap rokok yang berbahaya itu akibat orang-orang yang hanya mementingkan keinginannya untuk merokok tanpa memikirkan orang lain yang terzalimi akibat asap tersebut. Realitas yang hanya beberapa menit di angkutan umum itu membuat saya kesal dan membuat pernapasan saya dan anak-anak tidak nyaman.

Begitu juga di Kalimantan dan Sumatra akibat KARHUTLA dengan jumlah asap yang begitu banyak dan sesak. Tak ada pilihan untuk pergi. Di rumah pun tak bisa melindungi mereka dari sesaknya udara yang dihasilkan oleh para bandit kapitalis.

Dikutip dari CNN Indonesia, Kamis, 10 September 2026, pukul 00.15 WIB, dalam artikel berjudul “Lahan Bekas Karhutla Langsung Ditanam Sawit, DPR Minta Aparat Selidiki”.

Listyo mengatakan hingga kini total sudah ada 200 laporan polisi terkait KARHUTLA yang sedang diproses. Ia menyebut dari jumlah itu sebanyak 138 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia juga menyampaikan dari ratusan pelaku itu, sebanyak 119 di antaranya memang sengaja melakukan pembakaran untuk pembukaan lahan. Sementara itu, 18 orang lainnya terbukti lalai hingga menyebabkan kebakaran.

KARHUTLA bukan hanya bad news yang bisa di-scroll lalu masalahnya selesai, atau sekadar tontonan film yang bisa dipercepat. Namun, ini merupakan bentuk kezaliman sistem sekuler kapitalis yang menelan banyak korban.

Dikutip dari laman Kompas.id, 13 September 2026, dalam artikel berjudul “12,5 Juta Jiwa Mengisap Asap Karhutla, ISPA Tembus 113.000 Kasus”.

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membekap Pulau Kalimantan dan sekitarnya. Krisis kesehatan dan lingkungan pun kian memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, asap karhutla berdampak langsung pada 12,5 juta jiwa di Kalimantan dan Sumatra.

Ini bukan tentang mindfulness ala Maudy Ayunda dengan berbagai trik yang telah ia berikan di kanal YouTube-nya.

Ada lima hal yang ia sarankan:

- Read books — membaca buku.
- Have meaningful conversations — melakukan percakapan yang bermakna, bukan sekadar basa-basi.
- Watch inspiring documentaries — menonton film dokumenter yang menginspirasi.
- Walk in nature — berjalan-jalan di alam, menikmati suasana sekitar.
- Have little moments of beauty — menikmati momen-momen kecil yang indah dalam hidup.

Itu hanya berlaku untuk sedikit orang yang memiliki kekayaan tersebut. Sedangkan untuk mayoritas warga masyarakat yang terdampak KARHUTLA dan yang tidak memiliki pekerjaan, bernapas dengan udara bersih saja sudah bersyukur.

Apalagi orang-orang yang tidak bekerja, menahan perut lapar sudah biasa.

Kami bukan tidak ingin makanan yang sehat seperti yang Anda makan. Hanya saja uang kami terbatas. Bukan karena kami malas bekerja. Namun, memang sistem yang mendesain ini semua.

Pajak tinggi, korupsi merajalela, kesehatan sulit, pendidikan untuk sekolah di tempat yang terbaik harus mengeluarkan dana yang besar. Mendapatkan tempat tinggal yang nyaman pun sulit.

Sedangkan para pejabat yang merangkap menjadi penguasa dan pengusaha bisa menikmati uang sebanyak-banyaknya.

Dalam sistem saat ini, perusahaan diizinkan untuk bisa memanfaatkan hutan dengan adanya PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan).

Dikutip dari Pontianak Post yang tayang Jumat, 4 September 2026, dengan judul “Lahan Konsesi Terbakar, Kemenhut Sanksi 5 Perusahaan Pemegang PBPH di Kalimantan Barat”.

Perusahaan pertama adalah PT Mahkota Rimba Utama di Kabupaten Ketapang. Perusahaan tersebut memiliki PBPH seluas 74.480 hektare, dengan areal terbakar diperkirakan mencapai 1.275,87 hektare.

Selanjutnya, PT Hutan Ketapang Industri dengan luas PBPH 100.150 hektare. Areal yang terbakar diperkirakan mencapai 670,76 hektare.

Kemudian, PT Mayawana Persada Mas di Kabupaten Ketapang, yang memiliki PBPH seluas 136.710 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 326,93 hektare dilaporkan terbakar.

Dua perusahaan lainnya berada di Kabupaten Sanggau, yakni PT Duta Andalan Sukses dengan luas PBPH 31.080 hektare dan areal terbakar sekitar 247,3 hektare, serta PT Wana Lestari Jaya dengan luas PBPH 29.140 hektare dan areal terbakar sekitar 47,84 hektare.

Fakta ini menunjukkan sistem sekuler kapitalis gagal memberikan perlindungan terhadap manusia, hewan, dan lingkungan. Dan menunjukkan tata kelola hutan yang buruk.

Dalam Islam, hutan bukan untuk diprivatisasi dengan adanya PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan), tetapi merupakan kepemilikan umum berdasarkan hadis:

اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ

“Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air, dan api.”
(HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Hal tersebut dijelaskan oleh Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya yang berjudul Sistem Ekonomi dalam Islam. Yang mana hutan sebagai kepemilikan umum atau milkiyah ‘ammah tidak boleh dimiliki oleh individu atau swasta.

Pengelolaan dan penjagaan oleh negara tanpa adanya PBPH akan mencegah penguasaan hutan oleh pihak mana pun.

Namun, jika KARHUTLA masih terjadi, negara Khilafah akan segera memadamkan api dengan cepat, mengungsikan rakyat ke tempat yang aman, memfasilitasi rakyat dengan tenaga medis yang kompeten dan gratis, serta menghukum jera para pelaku pembakaran.

Islam bukan hanya tips, tetapi juga solusi persoalan dari akarnya.

Membaca bad news bukan malah membuat stres, menangis, dan mental menjadi rusak seperti yang dikatakan Maudy, tetapi bagi kami yang memandang Islam sebagai ideologi yang harus diterapkan menjadikan kami optimis bahwa Islam adalah solusi dari sistem rusak saat ini.

Wallahu ‘alam bissawab.
×
Berita Terbaru Update