Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

24 Grup Ramaikan Lomba Alua Pasambahan, Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Dukung Digelar Setiap Tahun

Tuesday, August 11, 2026 | August 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T06:00:38Z


Nusantaranews.net, Batusangkar — Upaya menjaga adat dan budaya Minangkabau terus mendapat perhatian dari berbagai pihak di Kabupaten Tanah Datar. Salah satunya melalui lomba pidato adat atau alua pasambahan yang tahun ini diikuti 24 grup dari berbagai kecamatan.

Kegiatan yang digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Tanah Datar tersebut dibuka Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, Kamis (6/8/2026), di Balai Adat Tantejo Gurhano Batusangkar. Kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan peluncuran buku memoar Mustafa Akmal Datuak Sido Ali

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari, S.H., S.I.Kom., yang bergelar adat Dt. Indo Marajo Nan Bapayuang Ameh, bersama jajaran pengurus LKAAM, niniak mamak, unsur pemerintah daerah dan sejumlah undangan lainnya.

Nurhamdi menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan lomba alua pasambahan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau, khususnya di Luhak Nan Tuo.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal, memahami dan mampu melaksanakan tata cara alua pasambahan dengan baik.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Kita mendukung sepenuhnya agar lomba alua pasambahan ini dapat dilaksanakan setiap tahun. Jangan sampai generasi muda kita jauh dari adat dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau,” ujar Nurhamdi.

Ia menilai pelestarian adat tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar nilai-nilai adat tetap hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Kalau anak kemenakan kita diberikan ruang untuk belajar dan tampil, mereka akan semakin mencintai adat dan budayanya. Karena itu kegiatan seperti ini harus terus kita dorong,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengapresiasi LKAAM yang telah menggelar lomba pidato adat bagi generasi muda.

Menurutnya, pidato adat atau alua pasambahan memiliki posisi penting dalam kebudayaan Minangkabau. Tradisi tersebut bukan sekadar rangkaian kata-kata, tetapi mengandung norma, etika, tata krama serta nilai-nilai kehidupan bermasyarakat.

“Pidato adat atau alua pasambahan memiliki peran sangat krusial dalam kebudayaan Minangkabau, bukan sekadar penyampaian kata-kata, namun bagian dari sistem kemasyarakatan, norma dan tata krama suku. Karena itu lomba ini sebagai ajang untuk pelestarian budaya Minangkabau perlu kami apresiasi,” ujar Ahmad Fadly.

Ia juga menyebut alua pasambahan mengajarkan etika dalam berkomunikasi. Tutur kata yang halus, penggunaan kiasan dan bahasa perumpamaan menjadi bagian dari cara masyarakat Minangkabau menyampaikan maksud tanpa menyinggung perasaan orang lain.

“Alua pasambahan mengajarkan bagaimana etika berkomunikasi dengan lawan bicara, yang dilatih dengan rasa saling menghormati menggunakan tutur bahasa yang halus, kiasan atau bahasa perumpamaan,” katanya.

Ketua pelaksana kegiatan, H. Aresno Dt. Andomo, S.Ag., menyampaikan, lomba alua pasambahan tahun 2026 diikuti 24 grup dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Datar.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan antusiasme generasi muda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang hanya diikuti enam grup.

“Alhamdulillah antusias generasi muda Tanah Datar tahun ini sangat tinggi. Dibuktikan dengan telah mendaftar sebanyak 24 grup se-Kabupaten Tanah Datar,” ujar Aresno.

Ketua LKAAM Tanah Datar itu menambahkan, peserta lomba berada pada rentang usia 16 hingga 21 tahun. Para pemenang nantinya akan menerima hadiah pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Tanah Datar.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran buku memoar perjalanan hidup H. Aresno Dt. Andomo. Buku tersebut disusun selama kurang lebih dua tahun dan merekam perjalanan pengabdian serta profesinya sebagai wartawan, PNS, dosen, aktivis, advokat hingga pengurus LKAAM Kabupaten Tanah Datar.

Ia berharap buku tersebut tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi masyarakat.

“Semoga buku perjalanan hidup saya ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi semua,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari, jajaran pemerintah daerah, pengurus LKAAM, niniak mamak serta undangan lainnya.

Di tengah derasnya perubahan zaman, lomba alua pasambahan menjadi salah satu ruang bagi generasi muda Tanah Datar untuk kembali mengenal akar budayanya. Dari panggung adat inilah, nilai-nilai Minangkabau diharapkan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ads)
×
Berita Terbaru Update