Oleh Martina Eka Trilova
Aktivis Muslimah
Orang desa gak pakai dollar, kata Pak Prabowo. Nilai dolar tembus di angka 17.703 rupiah melemah. Kondisi perekonomian di Indonesia makin mengkhawatirkan. Dampaknya kepada naiknya harga bahan baku dan juga energi.
Kita memang nggak pegang dolar, tapi semuanya kebutuhan kita pakai barang yang harganya ikut dolar. Pupuk, BBM, obat tani semua impor biaya bertani dan melaut jadi bengkak. Ongkos angkut naik harga beras, gula, minyak di warung ikut naik. Hasil panen di jual harga lama untung makin kecil dan daya beli keluarga turun. Yang paling kena imbas adalah petani kecil, nelayan tradisional dan buruh tani.
Keadaan ini makin menghimpit rakyat sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup hingga berujung pada jeratan pinjol, judol dan lainnya. Di pidatonya Pak Prabowo berkata sekalipun posisi rupiah telah menyentuh level terendah tetapi tetap optimis kondisi di Indonesia masih aman baik dari sisi pangan hingga energi meskipun banyak negara sangat panik, ujarnya (cnbc.com /17/05/2026)
Ekonomi Kapitalistik Penyebabnya
Sistem ekonomi kapitalis (sering disebut sistem ekonomi pasar atau liberal) adalah sistem di mana individu atau perusahaan swasta memiliki dan mengendalikan alat-alat produksi, distribusi, dan kekayaan. Pasar bebas didorong oleh kekuatan penawaran dan permintaan untuk mencari keuntungan, dengan campur tangan pemerintah yang sangat minim.
Nilai tukar rupiah melemah akibat mekanisme pasar bebas kapitalisme, di mana nilai mata uang ditentukan oleh tingginya permintaan dan penawaran valas. Dalam sistem tersebut, rupiah melemah karena derasnya aliran modal asing keluar, tingginya ketergantungan impor, dan aksi spekulasi investor yang memburu aset safe-haven berbasis dolar AS.
Dan secara tidak langsung semua ini akibat dari konstelasi politik Internasional (perang AS-Iran) sehingga mempengaruhi aktivitas pasar global membuat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Permasalahan ini di karenakan ketidakpekaan pemerintah terhadap realitas kondisi masyarakat, berujung pada kekeliruan penyelesaian masalah ekonomi ini. Rakyat yang pada akhirnya menanggung sendiri beban hidup karena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan problem tersebut, justru kebijakan yang di buat semakin memperburuk keadaan (jumlah utang makin melambung).
Sistem Ekonomi Islam Stabil dan Solusinya
Solusi dari lemahnya nilai rupiah adalah menerapkan sistem ekonomi Islam. Dalam sistem Islam uang yang lebih stabil yaitu emas dan perak. Menjaga stabilitas harga negara akan menerapkan mekanisme sesuai syariat seperti larangan riba, jaminan distribusi, pengaturan kepemilikan.
Di dalam Al Quran sangat jelas tentang larangan riba, "Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta orang lain dengan cara tidak sah (batil). Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih." (Surah An Nisa ayat 161).
Di sistem ini kesejahteraan masyarakat menjadi tanggung jawab pemimpin, karena ia adalah ra'in (pemimpin) sekaligus junnah (perisai/pelindung) yang wajib melindungi masyarakat dari kesengsaraan hidup. Nidzamul Iqtishadi fil Islam Bab Uang, Bab Pedagangan Luar Negeri karya Taqiyuddin an-Nabhani
Wallahu a'lam bi ash-shawaab.

No comments:
Post a Comment