Pengangguran Dan Resesi Ekonomi Melanda Negeri Ini


Oleh : Hany Rofiqoh
Ciparay Kab. Bandung


Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantui para pekerja dinegeri ini. Perusahaan survei Resume Builder bahkan memperkirakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal diperkirakan akan terjadi pada tahun 2024. Ini didapatkan berdasarkan tanggapan lebih dari 900 perusahaan pada bulan ini.


Dalam survei tersebut, hampir 4 dari 10 perusahaan mengatakan mereka kemungkinan akan melakukan PHK pada tahun 2024. Ketika ditanya mengapa perusahaan melakukan PHK, separuhnya mengatakan antisipasi resesi adalah alasannya. Sementara itu, lebih sedikit lagi, empat dari 10 mengatakan mereka akan memberhentikan karyawan dan mengganti pekerja dengan kecerdasan buatan (AI). (cnbcindonesia.com/29/12/2023)


Melansir data milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dalam cnbcindonesia.com (21/12/2023) tercatat jumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungna kerja (PHK) pada Januari hingga Oktober 2023 mencapai 237.080 orang. Anak korban PHK juga terus konsisten meningkat selama periode yang sama dari 2.867 per Januari 2023 menjadi 45.576 per Oktober 2023.


Sedangkan untuk Provinsi, jumlah PHK terbesar pada Januari hingga Oktober 2023 terdapat di Jawa Barat dengan jumlah 88.981 orang dan Provinsi dengan jumlah korban PHK terendah ada di Sulawesi Barat dengan jumlah 16 orang. Fenomena PHK yang tidak ada hentinya dinegeri ini sejatinya sebab lepas tangannya tanggung jawab negara dalam menjamin lapangan pekerjaan bagi rakyat.


Di sisi lain Negara justru tidak berperan sebagai pelindung rakyat. Pengelolaan SDA oleh asing juga mengurangi peluang terciptanya lapangan pekerjaan bagi rakyat. Maraknya investasi asing membuat rakyat hanya sebagai buruh. Maka dari fenomena banyaknya rakyat yang di PHK, pemerintah harus memikirkan nasib para PHK ini apakah mereka mendapatkan pesangon kerja secara layak, memastikan semua pekerja mendapatkan hak mereka secara adil. 


Kini tingkat pengangguran semakin tinggi sehingga pemerintah harus punya solusi jitu dalam menangani ini tidak dibiarkan begitu saja sebab akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi negara dan kesejateraan rakyat akan terbengkalai jika tidak segera ditangani, akan banyak terjadi kelaparan, tindak kriminal dst, pemerintah harus bertanggungjawab menyediakan lapangan pekerjaan bagi para rakyatnya. 


Akar permasalahan ini disebabkan sistem ekonomi kapitalisme yang masih di terapkan pada semua lini, apalagi kebijakan perdagangan yang menimbulkan adanya impor yang deras dari berbagai jenis barang termasuk barang tekstil, maka produk industri didalam negeri harus bersaing ketat dengan produk luar negeri sebab proses impor dipermudah oleh pemerintah dan tanpa hambatan, tidak berpihaknya negara pada pengusahan lokal yang tidak cukup punya modal, padahal bakat rakyat didalam negeri luar biasa, sehingga produk lokal tidak bisa bersaing dengan produk impor. 


Jelas kondisi ini beda jika dibandingkan dengan kondisi yang diriayah di dalam negara Islam, Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat melalui berbagai mekanisme dalam bingkai sistem ekonomi Islam. Salah satunya adalah menyediakan lapangan kerja dan kemampuan mengantispasi kemajuan teknologi sehingga tetap tersedia lapangan kerja bagi rakyat, akan adanya UU larangan praktik ribawi juga kebijakan yang brbasis syariah. 


Sebab dalam Islam laki-laki haram menganggur juga malas sehingga negara Islam akan menjalankan stragtegi jitu dengan turun tangan langsung memastikan semua, pengelolaan proyek yang bersifat kepmilikan umum akan di tangani negara langsung yaitu SDA yang akan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar sebab kepemilikan umum tidak boleh dimiliki individu apalagi swasa, maka negara yang akan mengelola dan menditribusikan hasilnya untuk rakyat, negara tidak akan mudah mengeluarkan kebijakan impor apalagi akan bergantung pada negara lain, sehingga mampu meminimalisir pengangguran akibat PHK. 


Hanya dengan Islam kepemilikan umum akan dikelola dengan sebaik-baiknya dan kedaulatan Negara akan terjaga. Allah Swt berfirman: “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya hanya dengan Islam kepemilikan umum akan dikelola dengan sebaik-baiknya dan kedaulatan Negara akan terjaga. Allah Swt., berfirman: “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Baqarah:29).

Wallahu a’lam bish shawab

Post a Comment

Previous Post Next Post