Islam Punya Cara Jitu Melawan Tipu-Tipu Agen Perdagangan Orang




Oleh Ana Ummu Rayfa 

Aktivis Muslimah


Tindak pidana perdagangan orang masih saja memakan korban, apalagi dalam kondisi sulitnya lapangan kerja di dalam negeri, membuat masyarakat berbondong-bondong mencari peruntungan di negeri orang. Termasuk Yani (41), warga Kampung Cibanghoak, Desa Cikitu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Yani ditawari untuk bekerja sebagai ART di Qatar oleh seseorang yang mengaku sebagai agen tenaga kerja, tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Dia bahkan dijanjikan gaji minimal 1.500 Riyal Qatar (Rp6,3jt). Tetapi, baru saja Yani dan beberapa temannya akan berjalan menuju pesawat, agen yang membawanya justru ditangkap polisi. Polisi menjelaskan bahwa agen tersebut ilegal dan disinyalir merupakan pelaku perdagangan orang. (detik.comjabar)


Kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) ini sudah berlangsung lama dan sampai saat ini masih saja terus terjadi. Apabila dulu bekerja di luar negeri hanya diminati oleh orang-orang berpendidikan rendah yang mengadu nasib dengan menjadi ART, tetapi saat ini bekerja di luar negeri juga diminati generasi muda yang menganggap upah di luar negeri lebih menggiurkan daripada di negeri sendiri. Jepang dan Korea dua negara yang menjadi target mereka. Hal ini tentu dijadikan peluang oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan. Seperti halnya kasus perdagangan orang yang menimpa sebelas mahasiswa sebuah politeknik di Sumatera Barat yang berniat untuk  magang di Jepang, yang ternyata malah menjadi korban TPPO. (media online Kompas)


Perdagangan orang merupakan masalah serius yang harus mendapat perhatian khusus. Pemerintah dalam hal ini telah melakukan beberapa kebijakan sebagai solusi, diantaranya dengan menerbitkan UU 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO, juga Perpres Tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GT PP TPPO). Tetapi, masih belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan Bali Process menyebutkan bahwa ada tiga solusi untuk mengatasi TPPO, yaitu memperkuat upaya pencegahan, memerangi penyalahgunaan teknologi, dan mengoptimalkan dampak kerja dari Bali Process. Tetapi pada kenyataannya, tiga solusi inipun tidak mampu mengatasi permasalahan TPPO, bahkan kasusnya malah semakin bertambah. Bahkan Kedutaan AS pada 2021 melaporkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara asal utama perdagangan orang.


Akar dari permasalahan ini tentunya adalah akibat penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Di sistem ini, sumber daya alam dikuasai oleh segelintir orang, sehingga manfaatnya tidak dirasakan oleh rakyat. Hal ini juga membuat lapangan kerja yang tersedia justru diberikan kepada tenaga kerja asing, sehingga sulit bagi rakyat untuk mendapatkan pekerjaan di negeri sendiri, ditambah lulusan sekolah siap kerja yang terus bertambah tiap tahunnya, membuat masalah sulitnya lapangan kerja makin kompleks. Rakyat juga dibebani dengan banyaknya pungutan-pungutan di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok yang tidak dapat dikendalikan oleh negara. Gaya hidup konsumtif juga makin membuat beban berat di tengah makin sulitnya lapangan kerja. Alhasil, rakyat secara mandiri mencari solusi dengan mencoba peruntungan di luar negeri, akibat dari gagalnya negara dalam menyediakan kehidupan yang layak bagi rakyatnya. 


Maka dari itu, butuh solusi yang sistemik dalam menyelesaikan persoalan ini. Islam sebagai sebuah sistem kehidupan mempunyai aturan yang hadir sebagai solusi dalam setiap permasalahan, termasuk masalah TPPO ini. Dalam Islam, sumber daya alam tidak boleh dimiliki oleh satu atau segelintir orang, tetapi harus dikelola oleh negara dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan rakyat. Pengelolaan SDA ini juga akan membuka lapangan kerja yang tentunya akan diberikan kepada rakyat, sehingga rakyat tidak perlu mencari peruntungan di negeri orang dan menjadi korban kejahatan TPPO. Negara dalam Islam akan membuka dan mewajibkan lapangan kerja untuk laki-laki sehingga peran  perempuan sebagai ibu dan pengurus rumah tangga dapat dilakukan dengan tenang tanpa berpikir untuk keluar rumah bahkan ke luar negeri hanya karena alasan terhimpit ekonomi. 


Oleh karena itu, jurus jitu untuk melawan tipu-tipu agen TPPO ini bukan hanya berfokus pada kejahatannya, tetapi solusi yang menyeluruh dan mendasar yaitu dengan menerapkan sistem ekonomi Islam, satu-satunya sistem yang aturannya berasal dari Sang Pencipta yang akan menjamin kesejahteraan bagi rakyat dan keberkahan bagi negeri.


Wallahua’lam bissawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post