Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

GENERASI TERJERAT JUDI ONLINE, POTRET BURAM SISTEM SEKULERISME

Monday, December 11, 2023 | Monday, December 11, 2023 WIB Last Updated 2023-12-11T12:31:03Z

  

Oleh :Tuti Febrimawati (Ibu Rumah Tangga Pendidik Generasi)

 

Maraknya kasus judi online di Indonesia kini sudah sangat memprihatinkan, sebut saja laporan dari BBC News Indonesia pada 27 November lalu, bahwa saat ini judi online tidak menjerat orang dewasa saja, tapi anak-anakpun sudah terpapar dengan lingkaran setan ini. Data baru menyebutkan bahwa judi online di kalangan pelajar marak terjadi. Laporan terbaru dari  BBC Indonesia menyebutkan PPATK menemukan 2,7 juta orang Indonesia terlibat judi online, sebanyak 2,1 juta diantaranya adalah ibu rumah tangga dan pelajar dengan penghasilan di bawah Rp. 100.000. Pelajar yang disebut adalah anak-anak jenjang pendidikan dari SD, SMP, SMA, dan mahasiswa.


Ini adalah masalah besar yang wajib mendapatkan perhatian serius dari semua pihak karena ini dapat merusak generasi masa depan bangsa. Ada banyak faktor yang menyebabkan judi online masih sulit untuk diberantas, diantaranya adalah peran orang tua dalam mendidik saat ini penuh tantangan yang sangat berat.  Di samping pendidikan saat ini yang tidak mampu membentuk akhlak yang mulia, anak-anak saat ini tumbuh di era digital yang serba bebas. Penggunaan gawai yang tidak terkontrol merupakan salah satu penyebab anak mengakses segala hak di dunia digital.


Di lingkungan masyarakat yang saat ini bersistem kapitalisme, membuat generasi cenderung memiliki sikap individualistis, kurang rasa peduli dan tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan orang lain sehingga tidak ada kebiasaan amar ma’ruf nahi munkar. Sementara negara sendiri kurang serius dalam menanggapi masalah ini, meskipun telah dilakukan pemblokiran situs situs  judi online, namun belum cukup untuk memberantas gurita judi online. Bahkan beberapa artis malah menjadi influencer judi online. Sementara hukum di negeri ini belum memberikan efek jera bagi pelaku kriminal. Bahkan sebagian masyarakat menganggap judi online adalah sesuatu yang biasa. Mirisnya, mereka beranggapan bahwa judi online adalah jalan pintas sebagai solusi masalah keuangan.


Inilah potret buruk sistem kehidupan saat ini yaitu sistem sekuler yang meminggirkan Islam sebagai pengatur kehidupan. Sepanjang sejarah, Islam mampu mencetak generasi gemilang dan sukses membentengi generasi dari kemaksiatan. Caranya yaitu Kesatu, negara menerapkan sistem Pendidikan Islam yang berbasis aqidah islam yang akan membentuk pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam, sehingga standar perbuatan bukan diukur dengan kesenangan materi semata, tetapi berdasarkan yang Allah Ridhoi. Kedua, negara menutup setiap akses judi online dan melarang konten-konten haram yang tidak mengedukasi masyarakat untuk taat, sehingga tidak ada celah untuk berbuat kemaksiatan. Dan yang ketiga, selain itu negara memberi sanksi yang menimbulkan efek jera bagi pelaku kriminal dan kemaksiatan, kemudian negara harus menjamin kebutuhan pokok rakyatnya sehingga tidak ada alasan untuk terlibat judi online karena alasan ekonomi.


Inilah 3 upaya penting untuk mencegah terjadinya judi online, namun hal ini tidak akan optimal dan sulit diwujudkan selama sistem kehidupan yang menaungi kita masih sistem sekuler kapitalisme buatan manusia. Sudah saatnya mengembalikan kehidupan Islam yang mana aturannya bersumber dari Sang Pencipta, 3 hal tadi baru bisa diwujudkan jika dengan penerapan Islam secara kaffah. Dengan penerapan Islam kaffah maka akan terwujud individu dan masyarakat yang bertaqwa yang taat kepada syariat.


Wallahualam bishawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update