Oleh :
Devi Aryani
Ibu
Rumah Tangga
Kabar
gembira! Harga bahan bakar minyak ( BBM ) subsidi tak jadi naik pekan depan.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kenaikan harga
BBM subsidi tak dilakukan dalam waktu dekat ini.
Namun
kenyataannya, Presiden Jokowi dikabarkan akan mengumumkan kenaikan BBM dalam
waktu dekat. Hingga saat ini kenaikan BBM memang tengah menjadi sorotan karena
tingginya subsidi yang dibayarkan oleh pemerintah.
Sebelumnya
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan
bahwa pekan depan Presiden Joko Widodo kemungkinan akan mengumumkan kenaikan
harga BBM subsidi. Kenaikan itu harus dilakukan agar tak terus membebani APBN.
BBM
menjadi kebutuhan dalam roda perekonomian masyarakat. Adanya ketergantungan
masyarakat dengan BBM ini, perlu dilihat dengan saksama sebelum menerapkan
kebijakan. Apalagi, masyarakat baru saja mengalami pagebluk covid-19 dalam dua
tahun belakangan ini.
Dalam
hal ini, masyarakat terus dipaksa untuk membantu pemerintah menyelamatkan dana
APBN melalui skema kenaikan BBM ini. Padahal kewajiban pemerintah adalah
meringankan segala urusan rakyatnya, bukan malah sebaliknya yaitu memberikan
beban berat dalam kehidupan perekonomian hidup dengan naiknya harga BBM ini,
jelas akan berdampak pada ekonomi masyarakat.
Gaya
hidup pemerintah yang seakan tidak sesuai dengan apa yang harus disejahterakan,
menghamburkan dana APBN pada pembangunan yang tidak perlu, belanja import yang
tidak perlu dan pengeluaran pada hal lain yang tidak berdampak sama sekali pada
kemaslahatan masyarakat, merupakan hal konyol yang alhasil perspektif pemikiran
rakyat akan mengarah bahwa pengaturan subsidi dan beratnya beban APBN akibat
subsidi adalah sebuah alasan, karena kenyataannya pemerintah membawa negeri ini
dalam pengelolaan liberal secara total.
Satu-satunya
solusi atas permaslahan ini adalah pengelolaan atas pemasukan dan pengeluaran
negara harus jelas. Sumber pendapatan utama negara yang mampu menopang kesejahteraan
rakyat adalah pengelolaan sumber daya alam oleh negara. Sebab kekayaan yang dimiliki
oleh negara Indonesia sangat besar, jika saja negara mampu mengelolanya dengan baik
maka akan mampu mensejahterakan rakyatnya.
Begitu
pun pengeluaran negara, dipergunakan dalam kebutuhan rakta terutama hal-hal
yang sangat penting untuk segera dilaksanakan. Salah satunya kebutuhan akan BBM
ini, harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Namun hal ini tak mungkin terjadi
jika negara masih menggunnakan sistem dimana manusia sebagai pembuat aturan.
Sebab aturan yang dibuat manusia sudah pasti akan memihak beberapa kepentingan
saja. Berbeda halnya dengan kepentingan yang dibuat oleh Sang Pencipta Allah
SWT. yakni Islam. Seluruh Aturannya sudah sesuai dengan kebutuhan dan fitrah
manusia.

No comments:
Post a Comment