Oleh: Ummu Mumtaz
(Aktivis Dakwah)
Sebagai umat Islam tentunya dengan kadar keimanan yang berbeda-beda maka kita diwajibkan untuk selalu taat kepada Alloh Swt. dengan segenap kemampuan dalam melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Hidup ini pilihan, ada yang baik dan ada pula yang tidak baik, oleh karena itu kita sebagai makhluk ciptaan-Nya yang telah diberi akal untuk berpikir bagaimana cara hidup kita untuk selalu mendapat ridho Alloh Swt.
Memang hidup ini segala sesuatunya harus memakai standar aturan Islam dan selalu terikat dengan syariat Islam dan hukum-hukumnya. Hukum Islam tersebut bukan untuk dipelajari saja tapi untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari - hari secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.
Dengan begitu banyak fenomena di dalam masyarakat tentunya kita sebagai muslim yang baik harus pandai-pandai melihat fakta yang terjadi di masyarakat dan dikaitkan hubungannya dengan syariat Islam, karena tidak semata-mata terjadi kemaksiatan, bencana alam dan dalam hal apapun yang merugikan masyarakat itu karena tidak diterapkannya Syariat Islam.
Sebagai fakta yang terjadi di masyarakat diantaranya, maraknya pergaulan bebas, narkoba, LGBT, dan kenakalan remaja lainnya. Mereka memandang hal tersebut biasa-biasa saja. Apabila kita telaah dan kita telusuri itu dikarenakan sistem yang berlaku sekarang, sistem demokrasi sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Tidak memikirkan bagaimana masa depan para remaja, akidahnya, pendidikannya dan lain sebagainya.
Sebagai fakta kenakalan remaja saat ini, seperti kenakalan remaja klitih ( kekerasan di jalanan ) yang terjadi di jalan Parangtritis Dusun Candi, Desa Srihardono, Pundong, sabtu malam ( 28/5/2022 ) yang melibatkan 4 pelajar SMK di Yogyakarta, mereka mengambil barang milik korban yang tertinggal di TKP setelah mereka melakukan tindak kekerasan terhadap korban, barang yang diambil tersebut berupa tas berisi dompet dan handphone. ( https://m.merdeka.com, 01/Juni/2022 ).
Dari fakta tersebut di atas jelas sekali nampak bahwa perilaku remaja tersebut sudah tidak bisa dikendalikan dan kenakalan remaja mengarah kepada kriminalitas / kejahatan. Dan perilaku tersebut diakibatkan karena sistem yang rusak yang berlaku saat ini. Remaja susah diarahkan apalagi untuk taat kepada syariat Islam.
Padahal sebaik-baik generasi adalah yang taat agama dan mencurahkan seluruh hidupnya untuk kemaslahatan umat. Katakan "yes" kepada ketaatan dan katakan "No" kepada kemaksiatan dan kemungkaran.
Hal itu tidak mudah jika kita hidup dalam sistem rusak, demokrasi kapitalis-sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Kenapa ? Karena sistem ini bukan melarang tetapi melindungi kemaksiatan. Tentu bagi generasi muda yang hidupnya labil tidak mudah untuk hidup di dalam sistem yang rusak ini. Hanya keimananlah yang bisa menyaring dan menjadi pondasi bagi seluruh kaum muslimin apalagi generasi muda. Iman yang kuat dan kokohlah yang bisa menyaring semua itu.
Banyak faktor-faktor yang mendukung kemaksiatan dan kenakalan remaja pada saat ini, diantaranya ;
1. Peran keluarga sebagai tempat pendidikan dan pembinaan bagi setiap anggota keluarganya, terutama anak-anak, khususnya para remaja, tidak berjalan. Banyak orang tua yang menanamkan nilai-nilai sekuler-liberal dalam keluarga. Mereka memberikan kebebasan berprilaku bagi anak-anaknya.
2. Masyarakat semakin kurang peduli, banyak anggota masyarakat yang tidak peduli kepada anggota masyarakat yang lainnya di sekitar lingkungannya, mereka lebih mementingkan keluarganya sendiri daripada orang lain.
3. Negara abai terhadap pembinaan moralitas remaja. Persoalan remaja dipandang sebagai urusan pribadi bukan menjadi tanggungjawab negara, negara lebih mengambil tindakan kebijakan kuratif daripada mengambil tindakan preventif ( pencegahan ).
Dengan demikian setiap masalah adalah tanggungjawab semua pihak sehingga semuanya berjalan dengan berkesinambungan antara keluarga, masyarakat dan negara.
Jadilah pemuda terbaik
Menjadi pemuda dan remaja Islam terbaik adalah harapan bagi kita semua apalagi bagi agama dan negara, karena merekalah penerus negeri ini, kepemimpinan dan perjuangan mereka sangat diharapkan apalagi dalam memperjuangkan agama Islam, mereka adalah tonggak peradaban dan kejayaan Islam. Di pundak merekalah harapan bangsa dan tegaknya syariat Islam. Tetapi pemuda yang bagaimana yang menjadi harapan dan terbaik itu ? mereka itu adalah yang taat akan syariat Islam, tidak mengikuti hawa nafsu, tidak menghabiskan waktu untuk berfoya-foya dan bersenang-senang tanpa tahu batas halal dan haram serta pemuda yang melakukan amar makruf dan nahi mungkar.
Kebanyakan para pemuda dan remaja menghabiskan waktu mudanya dengan foya-foya dengan alasan masa muda tak akan kembali padahal mempunyai prinsip itu sangatlah tidak baik justru karena masa muda tak akan kembali lagi maka sebaiknya masa muda itu digunakan dengan sebaik-baiknya agar tidak menyesal dikemudian hari. Karena tidak sedikit manusia yang telah rusak jiwa dan raganya pada usia muda. Sebagaimana Imam Hasan al Bashri pernah berpesam, "Wahai kaum muda tanaman yang masih muda pun bisa rusak dan mati karena terkena hama sehingga ia tidak bisa sampai ke masa panen."
Jika para pemuda hidup di dunia hanya dengan memperturutkan hawa nafsu maka kerugian yang akan didapat.
Maka seharusnya yang mereka lakukan adalah selalu berbuat baik dalam agama dan meninggalkan hawa nafsunya yang tidak baik, karena Alloh Swt terhadap pemuda yang taat beragama akan memberikan kedudukan yang istimewa kelak di Yaumul Akhir, Sabda Nabi Saw,:
سبعة يظلهم الله فى ظله يوم لا ظل الا ظله.....وشاب نشاء فى عبادة ربه
Artinya : " Ada tujuh golongan manusia yang akan Alloh naungi dalam naungannya pada hari tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya:....pemuda yang tumbuh besar dalam suasana ibadah ( ketaatan ) kepada Tuhannya." ( HR. al-Bukhari ).
Oleh karena itu, yang harus dilakukan para pemuda dan remaja Islam adalah mengkokohkan keimanan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna yang mengatur urusan dunia dan akherat bukan sekedar spiritual saja, mengkaji Islam sebagai ideologi bukan sekadar ilmu pengetahuan, senantiasa berpihak kepada Islam, bukan netral, apalagi oportunis demi mencari keuntungan duniawi, serta para pemuda dan remaja Islam harus terlibat dalam dakwah Islam dengan tegaknya syareat Islam.
Dengan begitu cahaya Islam akan segera bersinar dan pertolongan Alloh Swt akan segera datang, karena tegaknya Islam dalam naungan khilafah Islamiyah adalah janji Alloh Swt dan kabar gembira dari Rasululloh Saw. Mari kita sambut kebangkitan Islam dengan penuh suka cita disertai ketaatan penuh kepada Alloh dan Rasul-Nya. Allohu Akbar.
Wallohu'alam.

No comments:
Post a Comment