Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ramadan Bulan Perjuangan

Saturday, May 16, 2020 | Saturday, May 16, 2020 WIB Last Updated 2020-05-16T01:37:14Z


Oleh : Nur Fitriyah Asri
Pengurus BKMT Kabupaten Jember, Member AMK

Ramadan bulan istimewa yang memiliki segudang nama. Antara lain, disebut dengan bulan perjuangan. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menahan diri dari lapar dan haus. Mulai terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari, serta menghindari amarah. Semuanya itu, perlu perjuangan agar memperoleh derajat takwa.

Sebab, akan sia-sia puasa seseorang yang memperturutkan hawa nafsunya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Bukhari) 
Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, juga menahan diri dari perkataan sia-sia (lagwu) dan kotor (rofats).

Di antara faktor yang menyebabkan manusia terjerumus ke dalam perbuatan maksiat adalah godaan setan, godaan nafsu (syahwat) dan akal yang terbatas (sedikit ilmu). Islam memberikan tuntunan, salah satu hikmah dari puasa di antaranya untuk menundukkan hawa nafsu.

Bila puasa adalah perisai untuk menjaga syahwat atau hawa nafsu, maka khalifah adalah sebagai junnah (perisai) untuk melindungi kaum muslimin di seluruh dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-Imam (khalifah) itu perisai, di mana orang-orang akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung dari musuh dengan kekuasaannya.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

Dijelaskan oleh al-Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, “Imam itu perisai yakni seperti as-sitr (pelindung), karena Imam (khalifah) menghalangi atau mencegah musuh dari mencelakai kaum muslimin, dan mencegah antar manusia satu dengan yang lain untuk saling mencelakai, memelihara kemurnian ajaran Islam, dan manusia berlindung di belakangnya serta mereka tunduk di bawah kekuasaannya.”

Ketiadaan khalifah inilah, penyebab munculnya berbagai problematika umat. Wajar, jika kondisi umat Islam di negeri-negeri muslim menjadi bulan-bulanan kaum kafir penjajah. Dizalimi (dihinakan dibantai, disiksa, dan lainnya), belum lagi negara dan kekayaannya dijajah dan dijarah. 

Oleh sebab itu, bulan Ramadan, harusnya untuk melakukan perjuangan. Perjuangan melawan hawa nafsu. Perjuangan menjadi hamba-hamba yang terbaik di hadapan  Allah. Perjuangan untuk meraih ketakwaan tertinggi, dan perjuangan untuk menegakkan kembali khilafah. Agar perisai kaum muslimin kembali hadir memancar ke seluruh penjuru dunia.

Sejarah telah mencatat kemenangan Islam, banyak terjadi di bulan Ramadan, antara lain:

1. Perang Badar
Terjadi pada tahun kedua hijriah Pertama kali kaum muslim memperoleh kemenangan melawan kebatilan dan kemusyrikan. Perang yang langsung dipimpin oleh Rasulullah saw. dengan pasukan yang terbatas sekitar 313 orang muslim, 8 pedang, 6 baju perang, 70 ekor unta, dan 2 ekor kuda. Melawan kaum Quraisy yang memiliki pasukan 1000 orang, 600 persenjataan lengkap, 700 unta dan 300 kuda. Namun, semangat jihad yang membara di bulan Ramadan berhasil menewaskan tiga pimpinan perang, membuat nyalinya ciut akhirnya musuh bertekuk lutut, dan umat Islam meraih kemenangan.

2. Perang Khandaq
Terjadi pada tahun 5 hijriah. Dikenal perang al-Ahzab,  melibatkan 3.000 pasukan muslim, melawan 10.000 pasukan musuh. Dengan taktik membuat parit yang diajarkan Salman dari Persia. Dengan adanya parit musuh terhalang tidak bisa menyeberang. Genap 25 hari, akhirnya musuh menyerah dan diadili.

3. Penaklukan Kota Makkah.
Terjadi di bulan Ramadan tahun ke delapan sesudah Hijrah. Penyebabnya, karena dilanggarnya Perjanjian Hudaibiyah. Dipimpin sendiri oleh Rasulullah saw. dengan puluhan ribu pasukan lengkap dengan alat perang. Allah menyelamatkan kota Makkah yang sebelumnya penuh kesyirikan dan kezaliman, menjadi kota bernapaskan Islam. Sejak saat itu Makkah menjadi kota suci dan kaum Quraisy dimuliakan Allah.

4. Perang Ain Jalut
Perang yang terjadi pada 3 September 1260, antara orang-orang muslim Mamluk (Turki) dengan bangsa Shamanis Mongol. Ini merupakan kekalahan pertama pasukan Mongol, yang sebelumnya menaklukkan negeri-negeri besar lainnya, termasuk China.

5. Perang Tabuk
Perang terakhir yang diikuti Rasulullah saw. Dimulai pada bulan Rajab kesembilan Hijriah. Hingga pada 26 Ramadan Rasulullah baru kembali dengan membawa kemenangan.

Itulah alasan mengapa bulan Ramadan dinamakan bulan perjuangan. Mestinya dengan mempelajari sirah, umat Islam termotivasi untuk  mensuriteladani. Betapa Rasulullah saw. dan para sahabat serta kaum muslimin di masa itu, melakukan perjuangan yang sangat gigih di bulan Ramadan, sehingga membuahkan hasil kemenangan yang gemilang.

Seharusnya umat Islam menyadari akan pentingnya seorang pemimpin (khalifah).  Sebagaimana tersurat dalam hadis, Rasulullah saw. bersabda:

“Bani Israil dahulu telah diurus urusan mereka oleh para Nabi. Ketika seorang Nabi (Bani Israel) wafat, maka akan digantikan oleh Nabi yang lain. Sesungguhnya, tidak seorang Nabi pun setelahku. Akan ada para khalifah, sehingga jumlah mereka banyak.” (HR. Muslim)

Oleh sebab itu, wajib hukumnya bagi umat Islam untuk memperjuangkan khilafah yang dipimpin oleh seorang khalifah.
Perjuangan yang mencerminkan konsekuensi keimanan dan ketaatan seorang muslim kepada  Rabb penciptanya. Semua itu wujud dari ketakwaannya,  yang didapat dari perjuangannya selama Ramadan. Mereka akan berubah menjadi individu-individu yang ikhlas, penuh keyakinan. Menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan tegaknya khilafah.

Mereka memiliki akidah yang kuat, dan meyakini bahwa kejayaan hanya milik Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin serta Islam. Hal ini penting untuk memotivasi perjuangannya. Sebagaimana firman Allah Swt.

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

"Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang yang beriman, tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui." (al-Munafiqun[63]: 8)

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update