Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harun Masiku Di Bawah Lindungan Kapitalisme

Saturday, May 16, 2020 | Saturday, May 16, 2020 WIB Last Updated 2020-05-16T10:57:28Z

Goresan Pena Abu Mush'ab Al Fatih Bala
(Penulis Nasional Dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Ini bukan sinetron, film atau novel. Kisah nyata. Siapa Harun Masiku (HM)? Seorang terduga koruptor yang hingga detik ini belum tertangkap jua.

HM terlibat kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR yang diduga melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan (WS) dan dua orang lainnya. KPK berhasil melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) ini dengan menyita 400 juta dollar Singapura plus sebuah buku rekening dan menahan WS.

Sulitnya menangkap HM sempat digambarkan oleh majalah Tempo yang terbit untuk masa 20-26 Januari 2020, "Tim Komisi antikorupsi dihambat saat berupaya membongkar dugaan suap petinggi PDIP kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umun Wahyu Setiawan. Padahal Wahyu telah dicokok lewat operasi tangkap tangan pada 8 Januari lalu."

"Kasus suap ini diduga untuk melincinkan pengajuan calon anggota legislatif, Harun Masiku, sebagai pengganti Nazarudin Kiemas, calon anggota Dewan dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I yang meninggal. PDIP tampak ngotot menyodorkan nama Harun kendati perolehan suaranya lebih rendag dibanding pesaingnya."

HM memang jago bahkan melebihi kisah-kisah dalam film hollywood. HM seolah-olah mempunyai kemampuan menghilang dan mengelebui banyak orang. Ranbo pun kalah, begitu juga dengan film FBI dan CIA.

Kalau dalam film intelijen, buronan dapat diketahui dengan pasti dimana tempat persembunyiannya, dengan siapa dia kontak, kemana melarikan diri. Hanya sulit ditangkap oleh agen rahasia agar cerita film itu menjadi lebih nikmat ditonton.

Sedangkan yang terjadi pada HM di kehidupan nyata ini tidak semudah itu. Dimana dia berada masih misteri. HP nya tak dapat dilacak, apakah masih hidup atau tidak pada masa pandemi Corona ini?

Masih merupakan misteri yang belum bisa dipecahkan. Saking sulitnya mencari seorang HM hingga media Kompas menyebut ada dugaan HM tersangka kasus suap Komisioner KPU telah dibunuh.

HM hanyalah salahsatu contoh betapa sulitnya hukum bisa ditegakkan dalam sistem Kapitalisme. Masih banyak koruptor yang hilang beritanya, bersembunyi di dalam dan luar negeri. Mereka menjadi begitu kuat karena ditopang oleh sebuah kekuasaan.

Dalam sistem Kapitalisme, Koruptor memiliki jaringan yang kuat dengan para pemilik modal dan oknum penguasa. Sehingga mereka sulit untuk ditangkap. Apalagi koruptor kelas kakap yang seringkali mendapatkan perlindungan agar tidak membocorkan jaringan korupsi yang lain.

Oleh karena itu sudah semestinya sistem kapitalisme bobrok ini diganti dengan sistem Islam. Dalam Kapitalisme, hukum telah dimaklumi tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Banyak kasus kriminal yang dilakukan rakyat biasa mampu dilacak dan ditangkap. Sedangkan masyarakat melihat golongan atas sering mendapatkan perlakuan istimewa.

Jika pelakunya rakyat kecil proses hukumnya cepat dan tidak berbelit-belit. Berbeda dengan pelaku dari kalangan elit. Sehingga sistem hukum sekuler terlihat sangat cacat.

Ini berbeda dengan sistem hukum Islam, yang mana Rasulullah SAW telah menjalankan keadilan hukum. Seorang wanita pencuri dari kalangan terpandang bani Makhzum diadili dengan syariah Islam.

Walaupun dilobi, Rasulullah SAW pun tegas menyatakan jika sekiranya putrinya yang mencuri pasti akan Beliau potong tangannya. Ini ada dalil bahwa penerapan hukum dalam Islam itu tidak tebang pilih. Yang benar dibenarkan dan yang salah disalahkan. Hukuman diberikan setimpal dengan perbuatan pelakunya.

Dalam sistem Islam pula hak-hak rakyat kecil dilindungi. Ketika ada rumah seorang Yahudi ingin digusur oleh seorang Gubernur di Mesir, Khalifah Umar bin Abdul Khattab ra meluruskan Gubernur itu dengan pesan keadilan. Sebuah garis lurus pada tulang.

Sehingga gubernur itu ketakutan dan tidak jadi melanjutkan niatnya. Ini menunjukkan bahwa keadilan sangat dijunjung tinggu dalam Islam. Keadilan itu mendekati ketakwaan. Ini lah yang hilang di negara-negara yang menerapkan sistem Kapitalisme. Semoga Allah SWT segera menggantinya dan memberikan kepada umatnya Sistem Kepemimpinan Islam. []

Bumi Allah SWT, 16 Mei 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update