Oleh : Rita Hartati, S.HUM
(Pemerhati Remaja dan Praktisi Pendidikan)
Di setiap keadaan selalu saja ada yang memancing di air keruh, termasuk di saat wabah virus corona seperti sekarang. Kelompok-kelompok sayap kanan di berbagai negara menggunakan momen corona untuk menyerang umat Islam, memicu Islamofobia dengan rumor dan hoaks.
Peristiwa ini terjadi tidak hanya di negara Barat seperti Inggris atau Amerika Serikat, tapi juga di Asia, tepatnya di India. Polisi Inggris awal bulan ini menyelidiki kelompok sayap kanan yang menyebar rumor soal Muslim.
Diberitakan The Guardian, kelompok supremasi kulit putih menggunakan media sosial untuk memfitnah warga Muslim. Di Facebook dan Twitter, mereka menyebar foto dan meme salat berjemaah di masjid Inggris untuk menunjukkan bahwa warga Muslim melanggar physical distancing dan semakin menyebar corona.
Kelompok-kelompok sayap kanan di India dan AS bahkan kompak menggunakan tandapagar #coronajihad untuk mendiskreditkan umat Islam. Mereka menuding Muslim sengaja menyebar corona untuk membunuh. Menurut lembaga HAM, Equality Labs, tagar ini telah digunakan 300 ribu kali antara 29 Maret dan 3April. https://today.line.me/id/article/Dari+AS+hingga+India+Kelompok+Sayap+Kanan+Picu+Islamofobia+saat+Wabah+Corona-7lw0gQ
Begitulah musuh-musuh Islam, melakukan kampaye kebencian terhadap umat muslim dan penghadangan akan kebangkitan peradaban Islam. Bahkan ditengah pandemi covid 19 ini, umat Islam di berbagai negeri banyak menjadi korban tindakan diskriminasi dan kebencian warga non muslim. Muslim dituduh sebagai sumber sebaran wabah (kasus jamaah tabliq) yang dituduh untuk menyebar virus dan membunuh non muslim. Padahal seluruh dunia tahu bahwa sumber munculnya wabah adalah dari kota Wuhan Komonis Cina.
Demikianlah Islamphobia adalah penyakit akut masyarakat sekuler liberal dengan tujuan untuk mengkempanyekan anti Islam dan untuk menghadang kebangkitan peradaban Islam.
Inilah bukti bahwa pergolakan antara kebenaran dan kebatilan akan terus berlangsung sampai Hari Kiamat. Pergolakan itu akan terus ada selama pengikut kebatilan masih ada, yakni mereka yang mengikuti bujuk rayu dan jalan Iblis. Iblis telah divonis kafir karena menolak perintah Allah Swt untuk bersujud kepada Nabi Adam as. Dia lalu diusir dari surga. Sejak saat itu, para pengikut Iblis terus memerangi kebenaran, sebagaimana Iblis, hingga Hari Kiamat. Allah Swt juga menjadikan untuk tiap-tiap nabi musuh dari para pendosa (QS al-Furqan [25]: 31) dari golongan jin dan manusia.
Allah SWT berfirman: Demikianlah Kami telah menjadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin (TQS al-An’am [6]: 112).
Itu artinya, akan selalu ada orang yang memusuhi risalah yang dibawa oleh setiap nabi. Demikian juga terkait Nabi Muhammad Saw. dan risalah yang beliau bawa. Akan terus ada musuh dari golongan jin dan manusia yang memusuhi Islam dan kaum Muslim.
Allah Swt menjelaskan dalam banyak ayat, bahwa mereka yang memusuhi Islam dan kaum Muslim itu berasal dari kalangan kaum kafir. Allah Swt memberitahukan bahwa di antara kaum kafir itu, yang paling keras permusuhannya terhadap kaum Muslim adalah kaum Yahudi dan kaum musyrik (QS al-Maidah [5]: 82).
Allah Swt pun memberitahukan bahwa kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kaum Muslim sampai kaum Muslim mengikuti millah mereka (QS al-Baqarah [2]: 120).
Permusuhan dan kebencian sangat tampak dari setiap orang kafir baik Ahlul Kitab maupun orang musyrik. Melalui lisan-lisan mereka yang mempropagandakan islamphobia, namun yang tampak itu barulah sebagian dari kebencian yang tersembunyi di dalam dada mereka.
Sesungguhnya kebangkitan Islam itu adalah suatu keniscayaan. Bagaimana pun upaya yang mereka kerahkan untuk menghadang kebangkitan itu, tidak akan pernah mampu mereka menghadang terbitnya fajar. Karena kemenangan dan kejayaan Islam adalah janji Allah swt dan bisyarah Rosulullah saw.
Adanya serangan pandemi covid 19 ini, telah memporak porandakan perekonomian secara global. Semua negara maju yang memiliki teknologi yang canggih, peralatan kesehatan, alutista, tranpotasi, perekonomian yang modern kini keos tak berdaya. Apakah ini pertanda akan kehancuran sistem kapitalis liberal yang mereka emban. Sebagai bentuk kemurkahan Allah atas tidak diterapkannya hukum sang kholiq dimuka bumi ini? Semoga pandemi covid ini akan mempercepat kebangkitan Islam, bersamaan dengan kehancuran bangsa barat sekuler.
Wallahua'lam.
No comments:
Post a Comment