Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jualan Partai Sekuler

Tuesday, January 14, 2020 | Tuesday, January 14, 2020 WIB Last Updated 2020-01-13T21:03:41Z


Oleh : Sitti Nurlyanti Sanwar
Pegiat Sosial Media


Tak ada lawan maupun kawan dalam pertandingan merebut kursi kekuasaan.
Begitulah ungkapan yang tepat untuk pernyataan Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan. Dilansir oleh antaranews.com (08/12/2019) bahwa belajar dari pemilu presiden 2019 yang sudah usai, ternyata publik tidak lagi membutuhkan jargon-jargon tapi apa yang akan berdampak bagi kehidupan mereka. Zulkifli Hasan menambahkan, bahwa jualan surga dan neraka yang diterapkan saat pemilu 2019 tidak relevan lagi, karena ternyata rakyat lebih membutuhkan objektivitas yang berdampak luas. Hal ini dibuktikan dari hasil pemilihan umum (Pemilu) perolehan suara PAN yang mendapat urutan ke-8.

Jualan agama yang partai perdagangkan bukanlah dagangan baru, tapi sudah menjadi dagangan lama yang laris manis saat pemilihan umum. Seperti yang dilakukan para calon anggota DPR, DPD, bupati, wali kota, gubernur dan presiden serta wakil presiden .

Partai Politik ala Sekuler

Dalam politik demokrasi, jualan agama saat musim pemilu adalah keniscayaan. Pernyataan dari Ketua Umum PAN tadi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan saat itu hanya memanfaatkan rakyat demi memuluskan visi mereka. Agama hanya menjadi instrumen untuk mengumpulkan dukungan/suara rakyat. Saat suara pemilih tidak bisa mendongkrak suara partai maka mereka mengubah wajah menyesuaikan dengan selera pasar. Hal ini terjadi sebab sistem demokrasi sekuler tidak mengenal halal haram. Sebab, tujuan utama mereka hanya untuk maslahat duniawi yang fatamorgana. 

Jika menengok ke belakang, kasus ricuh pendukung calon presiden nomor 2 yang menuntut keadilan di pemilihan umum yang berujung banyaknya korban berjatuhan. Sampai-sampai ada yang kehilangan nyawa. Namun, apa yang terjadi sosok yang dibela berpaling dan bergabung ke kubu rezim. 

Partai Politik dalam Pandangan Islam

Islam bukanlah aqidah ruhiyah (aqidah yang mengatur hubungannya dengan Allah) saja, tetapi juga aqidah siyasiyah (aqidah yang mengatur hubungannya dengan manusia yang lain). Sehingga Islam tidak hanya mengatur urusan individu saja melainkan mengatur urusan masyarakat dan negara. Politik dalam Islam adalah mengurusi urusan umat agar tetap berjalan sesuai dengan syariat Islam. Memikirkan serta memperhatikan urusan umat Islam hukumnya fardu (wajib) sebagaimana Rasulullah saw bersabda,

“Barang siapa di pagi hari perhatiannya kepada selain Allah, maka Allah akan berlepas dari orang itu dan barang siapa di pagi hari tidak memperhatikan kepentingan kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslim)." 

Kisah Umar bin Khatab nampaknya dapat menjadi pembelajaran yang tidak mungkin terjadi di sistem kapitalis sekuler kini, yang rakus akan kursi kekuasaan. Abu Bakar radhiyallahu 'anhu di kala itu memerintahkan beliau untuk menggantikannya menjadi seorang khalifah, pemimpin umat . Sehingga karena alasan tersebut Sang pembela Rasulullah itu pada akhirnya bersedia menggantikan kedudukannya untuk menjadi pemimpin. Pidato pertamanya benar-benar menggetarkan jiwa. Umar berkata "aku ini keras, banyak orang yang takut padaku, kalau aku nanti salah, lalu siapa yang berani mengingatkanku?"

Pertanyaan ini menunjukkan Umar bin Khatab benar-benar takut berbuat zalim kepada rakyatnya. Kemudian salah seorang dari orang-orang yang berada di tempat tersebut mengacungkan pedangnya ke atas, lalu berkata "Akulah yang akan mengingatkanmu dengan pedang ini."

Islam menjadikan umat agar memahami ajarannya dan mengarahkan pilihannya berdasarkan syariat semata. Kondisi umat yang tidak memberikan dukungannya kepada Islam dan partai Islam adalah buah sistem sekuler dan absennya partai Islam dari melakukan edukasi syariat ke tengah umat.

Sebab, partai Islam sama halnya dengan partai lainnya yang cenderung hanya memberikan janji serta solusi pragmatis, bukan solusi revolusioner untuk permasalahan umat Islam. 

Wallahu a'lam bi ash-shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update