Negeri Panik Anti Kritik

Oleh : Anna Ummu Maryam
(Penggiat Literasi Aceh)

Dukun-dukun Pulau Belitung yang tergabung dalam Forum Kedukunan Adat Belitung menggelar ritual dan doa pada Kamis, 17 Oktober 2019, untuk kelancaran pelantikan presiden terpilih Jokowi dan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin.

Ketua Forum Kedukunan Adat Belitung Mukti Maharip mengatakan ritual dan doa yang dilakukan dukun Belitung di Rumah Adat Belitong, Jalan Gajah Mada, itu untuk menghilangkan hal-hal negatif yang akan mengganggu pelantikan dan membuat situasi tidak kondusif.
(Nasional.tempo.com, 18/10/2019).

Sebanyak 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub hingga BPBD siap berjaga jelang pelantikan presiden dan wakil presiden. Terutama menjaga pengerahan massa demonstrasi dari Banten menuju Jakarta.
(Liputan6.com, 18/10/2019).

Mau Aman Tapi Tidak Nyaman
Negeri yang aman adalah impian setiap orang. Dan itu adalah fitrah manusia. Namun tentu kita harus memperhatikan bagaimana sebuah pengamanan dilakukan.

Penanggungjawab sebuah keamanan negara adalah dibawah penguasanya. Dan rakyat berhak melakukan muhasabah kepada penguasa dengan cara yang dibenarkan oleh agama.

Dalam sistem kapitalis demokrasi ini, keamanan tak didapatkan dengan cara yang memuaskan hanya dengan mengarahkan pasukan militer tetapi pasukan jin pun diikut sertakan.

Memang aneh, padahal ritual semacam ini adalah sudah bukan lagi zamannya karena hal ini peninggalan masa lalu sebelum hadirnya Islam.

Namun setelah hadirnya Islam ke Nusantara, ritual kesyirikan ini ditinggalkan karena bertentangan dengan ajaran Islam yang meyakini sistem Islam sebagai sumber keamanan individu, masyarakat dan negara.

Dengan terlibatnya para dukun dalam mengamankan negeri dan pemilihan para pejabat pemerintah, ini menandakan buruknya sistem pengamanan negeri ini.

Dalam sistem kapitalis ini peran negara dimandulkan dan diambil alih oleh para kapital dan orang yang punya kepentingan. Merekalah yang mengambil keuntungan dari kelemahan keamanan negara.

Dengan hilangnya peran negara sebagai pembari keamanan memungkinkan pihak tertentu manfaatkan moment untuk mendapatkan keuntungan. 

Maka wajar dalam sistem kapitalis ini keamanan melibatkan siapapun bahkan mungkin dari negara asing. Dan ini mungkin saja terjadi.

Aspirasi pun dalam sistem ini dianggap ancaman padahal kebebesan berpendapat adalah yang dijamin oleh undang-undang. 

Dalam sistem kapitalis demokrasi penyampaian pendapat oleh rakyat selalu berakhir rusuh karena tanpa standar dan  dengan pengamanan yang tepat.

Pengamanan Dalam Islam
Islam adalah agama yang memberi keamanan kepada setiap manusia. Bukan hanya muslim saja namun non muslim juga. Keamanan dalam Islam adalah tanggung jawab dan kewajiban negara atas rakyatnya.

Agar terjaminnya keamanan sebuah dalam Islam adalah :
Pertama, ketaqwaan individu dalam memahami Islam. Islam bukan hanya memerintahkan wajib yakin kepada Allah tapi juga melaksanakan perintah Allah sebagai konsekwensi keimanan.

Iman dan taat inilah yang menjadikan individu mampu dalam mengamankan dirinya sendiri.

Kedua, kontrol masyarakat. Dalam Islam masyarakat adalah terlibat aktif dalam memantau dan memberikan nasehat bahkan tindakan pencegahan kepada siapa pun yang jelas mengganggu keamanan manusia.

Dan tentulah sesuai dengan syariat dari Allah. Bukan main hakim sendiri.

Ketiga, pengontrolan dan sanksi tegas  oleh negara kepada siapapun yang merusak keamanan manusia bahkan alam.

Negara secara mandiri dan tanpa campur tangan asing mampu mengamankan negaranya. Dan mencabut kejahatan hingga keakarnya tanpa memandang bulu.

Karena keamanan adalah hak setiap warga negaranya. Maka jika sebuah negara tidak mampu memberi rasa aman pada negaranya maka telah gagal dia menjadi pemimpin.

Post a Comment

Previous Post Next Post