Asal Usul Islamophobia

By : Diana Wijayanti, SP

Karena Khilafah adalah ajaran Islam yang diturunkan Allah SWT, dicontohkan Rasulullah Saw dan dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, dan Khalifah lain yang jumlahnya banyak.

Munculnya Islamophobia tidak lepas dari skenario yang digencarkan Barat khususnya Amerika Serikat (AS) setelah perang dingin (AS vs Uni Soviet). AS telah memenangkan pertarungan ini, sehingga menjadi satu-satunya negara adidaya, hingga saat ini. 

Setelah Soviet bisa diruntuhkan, maka musuh selanjutnya adalah Islam. Kenapa? karena saat ini perkembangan Islam politik makin pesat pengaruhnya, setelah kaum kafir Barat meruntuhkan kekhilafahan Islam di Turki, melalui tangan Musthofa Kamal Attaturk, tahun 1924 M. Sejak itu kaum muslimin benar-benar berhasil dibuat amnesia dengan kemuliaan hidup dalam naungan Khilafah Islam. Hingga di abad 21 ini gaung Khilafah semakin kuat, disuarakan kaum muslimin dunia.

AS tidak akan berani secara terang-terangan menyatakan perang melawan Islam dan kaum muslimin, karena mereka selalu kalah ketika berperang fisik dengan kaum Muslimin. Perang Salib merupakan mimpi buruk bagi Barat menghadapi kaum muslimin. Maka cara yang paling halus dan samar adalah dengan berlindung dibalik isu Terorisme dan Radikalisme.

Tepat pada tanggal 9-11-2001, AS mengumumkan perang melawan terorisme. Skenario dibuat sangat cantik, tiba-tiba gedung WTC hancur oleh pesawat yang dianggap sebagai biang teror. Al Qaeda dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas runtuhnya gedung WTC.

George W. Bush presiden AS saat itu, langsung membuat dua pilihan atas seluruh dunia. Berpihak kepada AS untuk memerangi terorisme akan diberi bantuan, atau dipihak Teroris berarti akan diperangi.
Sejak saat itu perang terhadap Terorisme semakin menjadi, dunia yang aman dibuat rusuh dengan narasi terorisme mengancam dunia, sehingga "common enemy" itu adalah Islam. 

Sejalan dengan narasi itu, NIC (National Intelegen Counsil) yang merupakan lembaga Intelejen yang dibiayai oleh Pemerintah AS khusus untuk melakukan penelitian dan riset, dengan tujuan memprediksi masa depan perpolitikan dan ekonomi dunia. Merilis temuannya, tujuan utamanya adalah agar AS bisa membuat strategi tepat sejak dini untuk menghadapi masa depan.

Dari hasil risetnya, NIC menyimpulkan bahwa tahun 2020 akan ada beberapa kejadian politik dunia diantaranya :
(1) Davod World:  Digambarkan bahwa 15 tahun ke depan Cina dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.

(2) Pax Americana: Dunia masih dipimpin oleh Amerika Serikat dengan pax Americana-nya (Kapitalisme dan Demokrasi ).

(3) A New Chaliphate: Berdirinya kembali Negara Khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global Barat.

(4) Cycle of Fear (Munculnya lingkaran ketakutan / sebuah institusi Terorisme baru).

Coba kita lihat nomor 3, di situ disebutkan bahwa akan berdiri kembali Negara Khilafah Islam yang akan menerapkan Syariat Islam secara Global ( Kaffah ).

Lepas dari apa maksud di balik ditulisnya berbagai skenario ini, paling tidak, kembalinya  Khilafah Islam di kalangan analisis dan intelijen Barat termasuk hal yang diperhitungkan kemungkinannya. Ironisnya, ada kaum Muslim yang justru berkata: Khilafah itu utopis.

Inilah yang melatarbelakangi Barat, membuat program dunia untuk perang melawan Terorisme. Namun seiring gagalnya program Terorisme karena pejuang Khilafah ternyata tidak melakukan kekerasan maka program baru diluncurkan yaitu Perang dengan  Radikalisme. Hingga bangsa kita pun mengikuti narasi Barat ini. Anggaran negara dikucurkan untuk melawan Terorisme dan Radikalisme yang sejatinya adalah melawan Islam.

Mewaspadai Bahaya Islamophobia
Arus islamophobia ditengah negeri Muslim terbesar di dunia yaitu Indonesia tentu sangat berbahaya. Karena kaum muslimin digiring Barat untuk membenci Islam yang menjadi agamanya, menjauhi ajaran Islam dan merasa malu bila menjadi muslim yang taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Bahkan kaum muslimin yang harusnya bersaudara menjadi bermusuhan, hingga sangat keras permusuhannya dengan saudara muslim yang lain. Mereka rela, mengkriminalisasikan dan menumpahkan darah saudaranya. Seraya bermuka manis terhadap Barat dan sekutunya.

Sungguh perilaku kaum muslimin terhadap Islam dan saudaranya sangat bertentangan Dengan Syariah Islam.

Islam memerintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara kaaffah, baik dalam masalah Aqidah, Syariah maupun Khilafah. Hal ini dicantumkan dalam QS Al-Baqarah 208

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."
Ancaman Allah SWT terhadap kaum muslimin yang menjalankan Sebagian ayat dan meninggalkan sebagian ayat sangat keras, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Baqarah : 85
“…Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah: 85)

Kaum muslimin yang terkena virus Islamophobia sangat memusuhi saudaranya padahal Allah SWT mewajibkan seluruh kaum Muslim untuk memelihara ukhuwah Islamiyyah. Haram berpecah-belah. Allah SWT berfirman dalam QS Imran : 103
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."

Ancaman Hakiki adalah Kapitalisme-Demokrasi
Kerusakan, demi kerusakan yang menimpa negeri ini sejatinya bukan karena Syariah Islam dan pejuang Khilafah Islam, tetapi akibat diterapkannya sistem Kapitalisme-Demokrasi, yang bersembunyi dibalik jargon Pancasila.

Lihat realita kita saat ini: Jumlah warga yang miskin makin bertambah, hutang menggunung, korupsi merajalela, kerusakan moral tak terbendung, SDA dijarah asing dan Aseng dan masih banyak lagi. Ini semua terjadi dan dak ada satupun pakar yang mampu menawarkan solusi jitu dari kebangkrutan negara ini.

Nah ketika ada yang menawarkan solusi yaitu Islam, malah dimusuhi. Islam dan pengembannya ditutuh dan dijadikan kambing hitam, biang kerok kerusakan negeri. Ormas Islam yang lantang menawarkan solusi malah dipersekusi, dan diancam akan dibui.

Benar-benar aneh tapi nyata. Jauh sebelum ini terjadi Rasulullah Saw pernah mengabarkan kondisi akhir zaman.
Suatu hari, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menyampaikan fenomena akhir zaman yang pernah didengar langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. Hakim)

Solusi atas semua kerusakan 
Sungguh Allah SWT telah mengabarkan kepada kita solusi paripurna segala permasalah, kesempitan dan kesulitan hidup di dunia. Allah SWT berfirman dalam QS Ar Ruum : 41
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)"

Islam bukan racun tapi obat meski sama-sama pahit namun beda khasiatnya. Racun untuk membinasakan sementara obat untuk menyembuhkan.

Rasulullah Saw adalah suritauladan hakiki yang telah berhasil merubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat beradab dan mulia, mengangkat derajat manusia pada keagungan hamba-Nya.

Perubahan Masyarakat jahiliyah merupakan suatu keniscayaan, karena telah dikabarkan oleh Nabi saw, bahwa kekhilafahan Islam seperti pada masa Khulafaur Rasyidin akan kembali tegak sekali lagi. Salah satunya adalah hadits yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal beliau sampai hari kiamat secara urut. Beliau bersabda:
“Periode kenabian akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya. Setelah itu datang periode khilafah aala minhaj nubuwwah (kekhilafahan sesuai manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’ala mengangkatnya. Kemudian datang periode mulkan aadhdhan (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa. Selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’ala. Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Saatnya, perubahan itu kita wujudkan. Hanya ada satu cara untuk mewujudkan nya yaitu dengan meniti jalan dakwah yang telah Rasulullah Saw contoh kan. Ada tiga fase dakwah :
Pertama : Tahap Pembinaan umat, baik untuk kaderisasi dakwah maupun membentuk opini ditengah umat. Rasulullah membina sahabat di rumah Arqam bin Abi Arqam merubah Aqidah jahiliyah menjadi tauhid, Meng-Esa-kan Allah SWT semata.

Kedua: Tahap berinteraksi dengan umat. Menyampaikan dakwah Islam Kaffah ke masyarakat secara langsung, merubah kebiasaan buruk menjadi baik sesuai Syariah Islam, membongkar konspirasi jahat musuh-musuh Islam, melakukan perjuangan politik, dan thalabun nushrah ke ahlu quwwah. Rasulullah Saw menyampaikan kebenaran Islam, mencela Tuhan-Tuhan lain yang dianut Bani Quraisy, mencela pembunuhan anak perempuan, mencela kecurangan timbangan dan lain sebagainya. Hingga Rasulullah Saw meminta Nushrah kepada Ahlun Nushrah kaum Aus dan Khazraj dari Madinah. Hingga Rasulullah Saw menerima baiat dari Tokoh Yatsrib untuk menjadi Kepala Negara di Madinah.

Ketiga, penyerahan kekuasaan kepada Islam,   darul kufur diganti dengan darul Islam. Rasulullah Saw membangun Masyarakat Islam pertama kali di Madinah Al Munawwarah, menerapkan Islam secara Kaaffah dalam naungan Negara Islam dan mengemban Dakwah keseluruh penjuru dunia. Hingga Rasulullah Saw wafat kekuasaannya mencapai seluruh jazirah Arab. Kekuasaan Islam dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, dan Khalifah lain.
Dengan tahapan dakwah ini saja, kekuasaan Islam akan kembali menaungi kaum muslimin diseluruh dunia, dan cahaya Islam kian Cetar membahana, insyaAllah. Wallahu a'lam bish shawab[]

Post a Comment

Previous Post Next Post