![]() |
| Salah Seorang Karyawan rumah sakit memperagakan pemadaman api . (Photo/nal) |
N3, Sarolangun, Rumah sakit
harus memiliki manajemen efektif yaitu Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan (MFK) melibatkan multidisiplin dalam perencanaan,
pendidikan, dan pemantauan. Perencanakan pembangunan ruangan, peralatan, dan sumber
daya yang dibutuhkan haruslah aman dalam menunjang pelayanan klinis yang
diberikan. Seluruh staf dididik untuk mengerti dan memahami tentang fasilitas, mengurangi
risiko, serta cara memonitor dan melaporkan situasi yang dapat menimbulkan
risiko. Maka dari itu, RSUD Sarolangun mendatang narasumber dari Damkar
Sarolangun untuk melatih dalam sosilisai dan simulasi bahaya yang ditimbulkan
oleh bencana kebakaran.
Kegiatan simulasi kebakaran tersebut berlangsung di halaman
rumah sakit tepatnya disamping gedung IGD beberapa waktu yang lalu.
“
Kita harus cepat tanggap dan cekatan untuk memahami dalam menanggulangi jika
terjadinya kebakaran. Kegiatan simulasi ini kita gelar guna mempelajarii teknik
cara memadamkan api seperti kompor gas atau hal lainnya dalam menggunakan APR
atau karung basah sesuai teori dan teknik yang kita pelajari untuk meminimalisi
resiko jika terjadinya bencana kebakaran “. Kata salah seorang Nara sumber dari
Damkar Sarolangun.
Sementara
itu Jhoni Eferi, SKM Penangung Jawab Pokja MFK mengatakan, Pengawasan dan
pemeliharaan peralatan rumah sakit harus contoniue dilakukan,
“
Simulasi ini dilakukan untuk mempelajari teknik dalam penanggulangan resiko
jika terjadi bencana kebakaran yang mungkin disebabkan oleh konsleting listrik,
ginset kompor masak diruang gizi atau hal lainnya. Sebelum terjadi tentunya perawatan
peralatan yang memiliki potensi kebakaran harus benar benar diperhatikan dan
hal itu merupakan tugas petugas instalasi listrik saja tapi juga merupakan tanggung
jawab kita bersama sebagai karyawan disini, Jika terjadi hal mencurigakan seperti
percikan api, asap atau hal lainnya kita harus cepat melaporkan kepada pihak
menajemen. Perlu kita sadari, selain memahami teknis. rasa kepedulian bisa mengurangi
resiko terjadinya bencana kebakaran “. Ujarnya.
Rumah
sakit dituntut dapat mengimplementasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di
Rumah sakit secara Efektif dan proporsional agar memberikan pelayanan yang
optimal, memberikan rasa aman, nyaman kepada Pasien dan Karyawan.
Adapun
bahan berbahaya dalam penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan radioaktif
dan bahan berbahaya lainnya harus dikendalikan dan limbah bahan berbahaya
dibuang secara aman. Dan manajemen emergensi tanggapan terhadap wabah, bencana
dan keadaan emergensi direncanakan dan efektif. Untuk itu Peralatan medis,peralatan
dipilih, dipelihara dan digunakan sedemikian rupa untuk mengurangi risiko
terjadinya bencana kebakaran. (nal)

No comments:
Post a Comment