Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RSUD Gelar Simulasi Atasi Bencana Kebakaran

Tuesday, April 23, 2019 | Tuesday, April 23, 2019 WIB Last Updated 2019-04-23T17:12:18Z
Salah Seorang Karyawan rumah sakit memperagakan pemadaman api . (Photo/nal)
N3, Sarolangun, Rumah sakit harus memiliki manajemen efektif yaitu Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) melibatkan multidisiplin dalam perencanaan, pendidikan, dan pemantauan. Perencanakan pembangunan ruangan, peralatan, dan sumber daya yang dibutuhkan haruslah aman dalam menunjang pelayanan klinis yang diberikan. Seluruh staf dididik untuk mengerti dan memahami tentang fasilitas, mengurangi risiko, serta cara memonitor dan melaporkan situasi yang dapat menimbulkan risiko. Maka dari itu, RSUD Sarolangun mendatang narasumber dari Damkar Sarolangun untuk melatih dalam sosilisai dan simulasi bahaya yang ditimbulkan oleh bencana kebakaran. 

Kegiatan simulasi kebakaran tersebut berlangsung di halaman rumah sakit tepatnya disamping gedung IGD beberapa waktu yang lalu.

“ Kita harus cepat tanggap dan cekatan untuk memahami dalam menanggulangi jika terjadinya kebakaran. Kegiatan simulasi ini kita gelar guna mempelajarii teknik cara memadamkan api seperti kompor gas atau hal lainnya dalam menggunakan APR atau karung basah sesuai teori dan teknik yang kita pelajari untuk meminimalisi resiko jika terjadinya bencana kebakaran “. Kata salah seorang Nara sumber dari Damkar Sarolangun.

Sementara itu Jhoni Eferi, SKM Penangung Jawab Pokja MFK mengatakan, Pengawasan dan pemeliharaan peralatan rumah sakit harus contoniue dilakukan,

“ Simulasi ini dilakukan untuk mempelajari teknik dalam penanggulangan resiko jika terjadi bencana kebakaran yang mungkin disebabkan oleh konsleting listrik, ginset kompor masak diruang gizi atau hal lainnya. Sebelum terjadi tentunya perawatan peralatan yang memiliki potensi kebakaran harus benar benar diperhatikan dan hal itu merupakan tugas petugas instalasi listrik saja tapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai karyawan disini, Jika terjadi hal mencurigakan seperti percikan api, asap atau hal lainnya kita harus cepat melaporkan kepada pihak menajemen. Perlu kita sadari, selain memahami teknis. rasa kepedulian bisa mengurangi resiko terjadinya bencana kebakaran “. Ujarnya.

Rumah sakit dituntut dapat mengimplementasi Manajemen Fasilitas dan Keselamatan di Rumah sakit secara Efektif dan proporsional agar memberikan pelayanan yang optimal, memberikan rasa aman, nyaman kepada Pasien dan Karyawan.

Adapun bahan berbahaya dalam penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan radioaktif dan bahan berbahaya lainnya harus dikendalikan dan limbah bahan berbahaya dibuang secara aman. Dan manajemen emergensi tanggapan terhadap wabah, bencana dan keadaan emergensi direncanakan dan efektif. Untuk itu Peralatan medis,peralatan dipilih, dipelihara dan digunakan sedemikian rupa untuk mengurangi risiko terjadinya bencana kebakaran. (nal)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update