Nn, Sulsel ~ Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan, Ida Noer Haris melaporkan program kerja untuk lima tahun kedepan kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo Ida juga memperkenalkan pengurus Iwapi Sulsel yang baru, periode 2015 - 2020.
"Kami baru musda terus ada pembentukan pengurus baru periode 2015-2020," kata Ida.
Ia mengungkapkan, ada beberapa program yang akan dilaksanakan lima tahun kedepan. Diantaranya, dalam waktu dekat ini akan meresmikan pabrik abon ikan binaan Iwapi di Pattingalloang, pada tanggal 30 April mendatang.
"Rencananya dihadiri juga Menteri Pemberdayaan Perempuan. Pabrik ini dikelola isteri-isteri nelayan," ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ida, pihaknya juga sudah menggagas penanaman sayur mayur di setiap lorong, tetapi yang organik. Warga akan dibimbing langsung oleh Iwapi.
"Untuk promosi wisata, budaya dan produk UKM akan dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi dan kami akan kelola secara profesional supaya para wisatawan mendapat suguhan yang komprehensif," terangnya.
Ia menambahkan, pada 25 - 28 Mei nanti, Iwapi akan membawa produk kerajinan ke konfrensi pengusaha wanita se-Asean di Malaysia. Pihaknya juga telah menggagas program Iwapi Mart, yang melibatkan masyarakat setempat.
"Sebenarnya, kami sudah gagas Iwapi Mart ini sejak lima tahun lalu, tapi kesulitan mendapat tempat yang tidak terlalu mahal. Karena modal awalnya cukup besar, apalagi melibatkan masyarakat juga butuh sosialisasi," beber Ida.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menilai, Iwapi telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel. Paling tidak, penguatan organisasi pengusaha wanita telah memberi banyak kontribusi menghadirkan pengusaha-pengusaha wanita, baik pada home industri maupun pada perdagangan.
"Kita berharap melalui Iwapi, bisa mendorong hadirnya pengusaha di semua lini, terutama perdagangan dan industri dan arahnya kedepan bagaimana mereka juga mengambil segmen tertentu di pariwisata dan usaha yang agak besar," kata Syahrul.
Syahrul mengatakan pemerintah provinsi akan mendukung semua program Iwapi. Begitupun dengan program Iwapi Mart.
"Iwapi Mart menjadi program mereka dan sangat bagus. Tapi, jangan sampai mematikan pasar tradisional dan justru harus menguatkan pasar tradisional yang ada," pungkasnya. Dw/Er
"Kami baru musda terus ada pembentukan pengurus baru periode 2015-2020," kata Ida.
Ia mengungkapkan, ada beberapa program yang akan dilaksanakan lima tahun kedepan. Diantaranya, dalam waktu dekat ini akan meresmikan pabrik abon ikan binaan Iwapi di Pattingalloang, pada tanggal 30 April mendatang.
"Rencananya dihadiri juga Menteri Pemberdayaan Perempuan. Pabrik ini dikelola isteri-isteri nelayan," ujarnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ida, pihaknya juga sudah menggagas penanaman sayur mayur di setiap lorong, tetapi yang organik. Warga akan dibimbing langsung oleh Iwapi.
"Untuk promosi wisata, budaya dan produk UKM akan dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi dan kami akan kelola secara profesional supaya para wisatawan mendapat suguhan yang komprehensif," terangnya.
Ia menambahkan, pada 25 - 28 Mei nanti, Iwapi akan membawa produk kerajinan ke konfrensi pengusaha wanita se-Asean di Malaysia. Pihaknya juga telah menggagas program Iwapi Mart, yang melibatkan masyarakat setempat.
"Sebenarnya, kami sudah gagas Iwapi Mart ini sejak lima tahun lalu, tapi kesulitan mendapat tempat yang tidak terlalu mahal. Karena modal awalnya cukup besar, apalagi melibatkan masyarakat juga butuh sosialisasi," beber Ida.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menilai, Iwapi telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel. Paling tidak, penguatan organisasi pengusaha wanita telah memberi banyak kontribusi menghadirkan pengusaha-pengusaha wanita, baik pada home industri maupun pada perdagangan.
"Kita berharap melalui Iwapi, bisa mendorong hadirnya pengusaha di semua lini, terutama perdagangan dan industri dan arahnya kedepan bagaimana mereka juga mengambil segmen tertentu di pariwisata dan usaha yang agak besar," kata Syahrul.
Syahrul mengatakan pemerintah provinsi akan mendukung semua program Iwapi. Begitupun dengan program Iwapi Mart.
"Iwapi Mart menjadi program mereka dan sangat bagus. Tapi, jangan sampai mematikan pasar tradisional dan justru harus menguatkan pasar tradisional yang ada," pungkasnya. Dw/Er
