Nn, Sidoarjo ~ Lima orang yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur mulai diperiksa. Kelima orang ini diduga akan bergabung dalam organisai Negara Islam di Irak dan Suriah yang dilebih dikenal dengan singkatan ISIS.

Inspektur Jenderal Anas Yusuf selaku kapolda Jawa Timur mengatakan, menurut informasi dari Densus, kelima orang ini diindikasikan terlibat kelompok terror, maka dari itu polisi memilki waktu 7x24 jam untuk memeriksa orang ini sebelum memutuskan untuk menahan atau menetapkan status tersangka kepada mereka, cakapnya di Mapolda Jatim, Jumat (15/5) pagi tadi.

Anas menginformasikan bahwa kelima orang ini berasal dari tarakan, Kalimantan Utara. Kelima orang itu adalah MR, SH, ZTF, AMM, HSL dan AMM, mereka ditangkap di Terminal II bandara Juanda, kelima orang ini transit sebelum menlanjutkan penerbangan ke Penang, Malaysia. Mereka ditangkap petugas imigrasi berdasarkan dokumen imigrasi yang mereka bawa.

Kapolda jatim ini membantah jika kelima orang ini masuk dalam daftar buronan Interpol seperti pemberitaan media kemarin waktu penangkapan terjadi. Namun Anas menjelaskan bahwa kelima orang ini masuk daftar cekal dari Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Mabes Polri, tuturnya.

Kasus penangkapan kelima orang ini erupakan pertama kalinya terjadi di Bandara Juanda, selama ini terduga teroris ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya ada juga penangkapan terhadap WNI di Bandara Kuala Lumpur dan perbatasan Turki, mereka diduga akan bergabung dengan kelompok ISIS.

Lebih jauh Anas menjelaskan, biasanya WNI yang kan bergabung dengan ISIS di Suriah akan memilih rute penerbangan melalui Malaysia menuju Turki sebelum masuk perbatasan Suriah. WNI yang akan bergabung dengan kelompok ISIS ini membawa serta keluarga termasuk anak-anak mereka yang masih dibawah umur, tutupnya. (HG).