Oleh : Oom Rohmawati
(Membem Akademi Menulis Kreatif)


Islam itu indah dan menyelamatkan bagi pemeluknya serta memberi kedamaian bagi yang ada di sekelilingnya, tidak hanya manusia, hewan, tumbuhan dan mahkluk Tuhan lainnya. Karena begitulah hakikat agama Islam yang sempurna dan diridhai Sang pencipta Allah SWT.

Akan tetapi selama kehidupan dunia ini ada, akan banyak ujian dan rintangan yang menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan keselamatan itu. Kebenaran dan kebatilan akan terus bergolak sampai hari kiamat. Selama pengikut kebatilan masih ada yakni mereka pengikut bujuk rayu iblis. 

Iblis telah divonis kafir karena menolak perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Nabi Adam As, sehingga dia diusir dari surga. Dia memohon kepada Allah untuk diijinkan menggoda manusia, ini terdapat pada firman Allah SWT 

"Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutus aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka (manusia) memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semua." (TQS al-Hijr [15]: 39)

Allah juga telah menjadikan untuk tiap-tiap nabi itu musuh dari para pendosa, dari golongan jin dan manusia. Itu artinya sudah menjadi sunatullah, setiap muslim yang mengikuti risalah nabi termasuk nabi Muhammad Saw akan digoda sampai manusia mengikuti golongan mereka. 
Siapa saja yang memusuhi kaum muslim? Allah Swt menjelaskan banyak ayat dalam alquran, mereka itu adalah kaum kafir Yahudi, Nasrani dan musyrik. Mereka tidak akan pernah ridha kepada kaum muslimin sampai kaum muslim mengikuti milahnya mereka. (Lihat QS. Al-Baqarah [2]: 120)

Permusuhan dan kebencian kaum kafir dan musyrik sebagian akan nampak dari lisan-lisan mereka dan yang lebih berbahaya adalah yang tersembunyi dalam hati mereka. Ini jelas karena telah digambarkan oleh Allah SWT  melalui firman-Nya,

"Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat lagi." (QS. Ali-Imran:[2]: 118). 

Dengan apa sekarang mereka menunjukkan permusuhan dan kebenciannya? 
Mereka menjauhkan kaum muslim dengan ajaran agama Islam kaffah, penerapan syariah dan khilafah, ditumbuhkan rasa takut kepada agamanya sendiri atau disebut ISLAMOPHOBIA, dengan stigma-stigma negatif kepada siapa saja yang mempelajari, merindukan, dan memperjuangkan penerapan Islam kaffah seperti; radikalisme, intoleran, anti Pancasila dan NKRI. 

Bahkan sampai simbol-simbolnya pun menjadi sasaran para pembenci Islam seperti; cadar, jenggot, jilbab sampai bendera tauhid menjadi suatu hal yang harus diwaspadai. Tidak hanya itu aktivitas keagamaan, rohis, pengajian, lembaga pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah sampai perguruan tinggi, semua tidak luput dari pantauan mereka agar jangan terbawa ajaran Islam kaffah. 

Intinya, stigma negatif seperti radikalisme dan yang lainnya disematkan pada orang-orang yang menolak ideologi Barat (kapitalisme, sekularisme, dan liberalisme). Mereka gerah melihat kaum muslim bangkit, dengan banyaknya yang hijrah dari berbagai kalangan termasuk para selebriti. Juga kecintaan kepada simbol Islam. 

Maka sungguh tidak pantas Islamophobia ini muncul dari seorang muslim, karena bagaimana bisa saudara membenci saudaranya sendiri yang ingin mengamalkan Islam, tidak sepatutnya mereka memperlakukan buruk sesama muslim. Seperti yang dialami para pemuda yang mengibarkan Panji Rasulullah Saw, sebagai wujud rasa cinta pada sosok teladan terbaik (uswatun hasanah). Inilah bukti keimanan atau ketakwaan seseorang, berani mengagungkan syiar-syiar Allah SWT dengan simbol-simbol Islamnya. 

Sikap mencemooh, mencurigai, alergi pada ajaran agama islam dan simbol-simbolnya merupakan sikap-sikap islamophobia, kalau munculnya dari seorang muslim berarti dia menunjukkan apa yang ada dalam hati nya. "Teko akan mengeluarkan isi teko" itu yang pernah diungkapkan kiai kondang asal Bandung, Aa Gym (Abdullah Gymnastiar). Artinya sikap demikian itu hanyalah penampakan hakikat yang ada dalam hati seseorang. Begitulah Allah Swt hendak menyingkap jati diri kemunafikan. (Lihat dalam QS Muhammad [47]: 30). 

Tunjukkan Cinta pada Islam 

Allah SWT memerintahkan untuk masuk pada Islam secara keseluruhan,

" Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian kepada Islam secara keseluruhan (kaffah),dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. " (QS. al-Baqarah [2]:208)

Mencintai Allah secara totalitas menjalankan seluruh perintah dan menjauhi semua larangan-Nya juga mengikuti yang diajarkan kekasih-Nya yakni Rasulullah Saw sebagaimana firman-Nya,

"Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian."  (TQS. Ali-Imran [3]; 31)

Maka sudah sepatutnya setiap muslim menunjukkan kecintaannya yaitu dengan menerapkan agama Islam dalam seluruh aspek kehidupan.

Wallahu a'lam bi ash-shawab
 
Top